Jumat, 22 Agustus 2014

Berhenti

Putus  cinta mungkin adalah hal yang paling ditakutin dalam hubungan orang berpacaran. Kenapa ada yang namanya putus? Karena ada yang namanya pacaran. Nggak mungkin seseorang bisa putus cinta  kalau sebelumnya belum pernah pacaran. Bener nggak, mblo?

Sebagian orang putus dengan pacarnya karena beberapa hal. Ada yang karena si cowok ketahuan selingkuh, sudah tidak ada kecocokan lagi, sering berantem, jenuh, atau karena baru tahu bahwa selama ini mereka sesama jenis. Lalu mereka selesai begitu saja.

Sebagian ababil (abege labil) yang berkeliaran di muka bumi ini memiliki masalah klasik dalam mengakhiri masa pacarannya. Biasanya mereka yang sudah lama pacaran selama SMA, lalu harus menerima kenyataan pahit setelah lulus. Iya, putus karena bakal kuliah di tempat yang berbeda, beda kota, beda Provinsi, bahkan beda negara. Si cewek bakal kuliah di Amerika, dan si cowok bakal kuliah di Zimbabwe. Atau yang pacaran sama adik kelasnya di SMA, ternyata si abang kelas bakal kuliah di Sabang meninggalkan si adik kelas yang masih SMA di Merauke. Dari Sabang sampai Merauke dong? Tenang, itu cuma contoh.

Sebagian dari contoh ababil tersebut ternyata tidak mau dikalahkan oleh jarak. Bagi mereka jarak tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan cinta dan kesetiaan mereka. Mereka pacaran jarak jauh. LDRan biarpun terhalang oleh Amerika-Zimbabwe, atau dari Sabang sampai Merauke. Toh, sekarang jaman sudah canggih. Kita bisa tau kabar si doi lewat handphone, sosmed, dan lainnya. Kalau rindu dengan suaranya tinggal telponan, rindu lihat wajahnya tinggal webcaman.

Sebagian contoh ababil yang tidak mau dikalahkan oleh jarak tersebut ada yang bertahan hingga selesai kuliah, lalu takdir mempertemukan mereka kembali, lalu jodoh.  Namun banyak juga yang gugur di tengah perjalanan dalam menjalani hubungan-jarak-jauh-yang-super-duper-rumit ini.

Sebagian ababil yang gugur dalam menjalani hubungan-jarak-jauh-yang-super-duper-rumit ini kebanyakan karena beberapa hal. Ada yang karena si cowok ketahuan selingkuh, sudah tidak ada kecocokan lagi, sering berantem, jenuh, atau karena baru tahu bahwa selama ini mereka sesama jenis. Lalu mereka selesai begitu saja.

Ya, ini siklus yang sering ditemuin kalau para ababil tersebut mulai pacaran jarak jauh. Yang tidak kuat bakal melambaikan tangan ke kamera, lalu selesai begitu saja.

Bagaimana dengan aku? Yang sudah pacaran jarak jauh sejak SMA, merasakan pahit manisnya hubungan ini selama 19 bulan lebih, dan harus menerima kenyataan bahwa setelah tamat SMA kami bakal tetap dihalangi oleh jarak, bahkan tambah jauh lagi. Kalau kondisinya seperti itu pasti kita berfikir, lanjut atau putus?

Lanjut, tapi harus mengingat bahwa yang kemarin itu tidak mudah. Ketemuan juga masih bisa dihitung. Setelah itu menerawang bahwa kedepannya pasti bakal sibuk dengan urusan masing-masing. Putus, tapi harus menyadari bahwa kedepannya pasti  ada yang hilang. Setelah itu menyadari bahwa ada kenangan yang sudah melekat erat dan sulit lupakan.

Lanjut atau putus keduanya ada konsekuensi tersendiri. Maka aku harus mengambil jalan tengah, yaitu berhenti. Berhenti beda dengan putus. Kalau putus, ya putus begitu saja, sulit untuk melanjutkannya kembali. Tetapi ketika kita berhenti, kita masih bisa melanjutkannya.


Dan sekiranya sudah cukup dalam pemberhentian tersebut, merasa sudah siap, maka akan kembali melanjutkan perjalanan yang tertunda. Intinya berhenti karena tidak ingin semuanya selesai begitu saja.
Reaksi:

6 komentar:

  1. Haloo... Selamat yaa.. Kamu dapat Liebster Award dari aku! Mau tau Liebster Award selengkapnya? Langsung cek aja di sini >> http://ceritatentangpelangi.blogspot.com/2014/08/dapat-liebster-award-lagi-d.html

    ditunggu balasannya.. makasiiih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah Liebster Award pertama aku nih :D makasih ya kak..
      Oke, bakal di eksekusi :))

      Hapus
  2. semoga cepat melanjutkan lagi :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir di irsyadmuhammad.com. Sila tinggalkan jejak dikolom komentar, terbuka pula untuk saran maupun kritik. Setiap yang meninggalkan jejak akan saya kunjungi balik blognya. Salam damai dan happy blogging.

Yang Nyasar di Mari: