Cintaku Berat di Batu Giok

By Irsyad Muhammad - 2/10/2015 10:41:00 PM


Entah kenapa aku memilih judul ini. Tapi tenang, ini bukanlah sebuah tulisan tentang ftv-ftv alay yang biasa tayang di SC*V semacam Cintaku Bersemi di Batu Giok atau Kupinang Kau dengan Segenggam Batu Giok. Biasanya bercerita tentang seorang cewek cantik tajir yang tiba-tiba jatuh cinta kepada abang penjual batu giok. Tidak akan juga aku ceritakan bahwa si cewek cantik tajir ini nggk sengaja kenalan dengan abang penjual batu giok karena si abang berhasil menangkap jambret yang mengambil tas si cewek. Si abang penjual batu giok yang melihat kejadian itu, bak seorang pahlawan langsung melakukan jurus andalannya yaitu dengan melempar bongkahan batu giok besar ke kepala si penjambret. Dan aku juga tidak mungkin membuat cerita yang sangat gampang di tebak dengan si cewek tersebut bakal sering jalan dengan abang  penjual batu giok, dan akhirnya mereka pun menikah dengan batu giok cempaka sebagai mas kawinnya. Bukan, aku bukan mau menceritakan itu semua.

Yang mau aku ceritakan hanyalah tentang fenomena demam batu yang langsung aku rasakan ini. Alhamdulillah aku tidak mengalami demamnya, sampai saat ini masih sehat. Yang tidak “sehat” adalah orang-orang yang saat ini sedang terkena demam batu tersebut.

Dalam pemikiran awalku, batu cincin semcam ini hanyalah sebagai perhiasan wajib untuk para dukun. Setidaknya agar lebih menonjolkan kesan kedukunannya. Sekarang ketika batu cincin menjadi booming seperti ini, aku justru berfikir bahwa ini hanya digemari di kalangan bapak-bapak saja. Tetapi pemikiranku sepenuhnya meleset. Batu cincin sekarang juga digemari oleh anak-anak muda. Iya, setidaknya inilah kondisi yang aku lihat.

Kondisi teraneh yang aku rasakan adalah ketika sekumpulan mahasiswa semester 2 sibuk membahas batu cincin di kantin kampus sambil memamerkan batu cincin yang masing-masing mereka pakai. Tiba-tiba dalam pandanganku sekumpulan mahasiswa ini jadi seperti sekumpulan dukun yang sedang mengejar S-1. Belakangan aku baru sadar waktu itu aku juga sedang bersama mereka.

“lihat nih, punya ku kalau di senter batunya jadi warna kuning.”

“punya aku dong, kalau di senter warna-warni kayak pelangi.”

“Cincin aku kalau di senter kelihatan gambar harimau!”

“nggak ada apa-apanya, cincin aku kalau di senter kelihatan gambar mantan!!”

Atau kalau emang ternyata yang membahas batu cincin bener-bener sekumpulan dukun yang sedang mengejar S-1, mungkin menjadi seperti ini:

“Lihat nih, batu cincin ini bisa membuat dosen jadi nggak mau ngasih tugas.”

“Punya ku dong, bisa membuat dosen nggak mau masuk, tapi absensi tetap jalan.”

“Cincin aku bisa buat dosen ngasih nilai A buat aku!”

“Nggak ada apa-apanya, cincin aku bisa membuat dosen jatuh cinta sama aku, terus kami jadian, terus kalau sudah habis semester bakal aku putusin, terus dosen itu jadi mantan! Greget!”

Dasar batu cincin!

Belum habis tentang batu cincin. Belum lama ini seorang teman satu kampusku mengalami sedikit kejadian aneh nan memalukan. Cincin batu giok yang sama sekali tidak pernah ia lepaskan selama dua minggu di jari manisnya, tiba-tiba tidak bisa ditarik dan dikeluarkan! Apakah terjadi hal-hal mistis pada batu tersebut?

Oke, begini ceritanya:


Jauh sebelumnya, teman kita ini panggil saja si Robert (keren amat nama lu aku bikin -_-) sedang dalam proses penurunan berat badan demi memikat hati wanita idamannya di kampus. Dietnya ternyata cukup berhasil, setidaknya perutnya sudah mundur beberapa centimeter. Kalau dulu Robert harus menahan nafas selama 1 menit ketika mau foto, sekarang Robert hanya menahan nafas selama 59 detik.

Proses penurunan berat badan membuahkan hasil. Tetapi belum tahu apakah “target utama” dari penurunan berat badan ini berhasil atau tidak.

Singkat cerita, “target utama” tersebut gagal mengenai sasaran. Dan Robert merasa perjuangannya selama ini sia-sia. Robert mulai kehilangan gairah hidupnya.
Tetapi semua berubah ketika batu giok menyerang. Iya, Robert jadi ikut-ikutan suka batu giok dan mulai dengan bangga memakainya kemana-mana bahkan tanpa sekalipun melepas batu tersebut dari jarinya. Robert juga tak pernah ketinggalan info-info terbaru tentang perkembangan batu giok ini.

Asik dengan hobi barunya, tanpa ia sadari ternyata ia berhasil move on dari kegagalan memikat hati wanita idamannya. Robert juga sudah lupa dengan proses penurunan berat badan itu. Dia kembali ke kehidupan awalnya tanpa memikirkan batasan makan lagi. Dengan begitu, hanya dengan hitungan hari saja perut Robert kembali maju beberapa centimeter ke keadaan semula. Dia kembali harus menahan nafas selama 1 menit ketika mau foto.

Kembalinya kondisi tubuh Robert ternyata juga berimbas pada jari-jarinya. jari-jari Robert kembali ke keadaan semula juga. Artinya, kembali membesar. Artinya lagi, cincin batu giok yang dia pakai di jari manisnya mulai sesak dan tidak nyaman. Arti dari artinya lagi, CINCIN BATU GIOK TERSEBUT SAMA SEKALI NGGAK BISA DIKELUARKAN! Bumi langsung gonjang-ganjing dan petir di mana-mana!

Ketika sadar cincinnya tidak bisa di tarik keluar, malam itu juga dengan keteguhan hati Robert pergi ke puskesmas terdekat untuk mengobati “penyakit langka” yang ia derita itu. Namun yang terjadi di puskesmas sama sekali tidak ia harapkan. Perawat-perawat yang berjaga di puskesmas itu justru tertawa terbahak-bahak sambil megang perut ketika si Robert menjelaskan keluhannya.

Perawat 1     : HAHAHAHA KOK BISA KAYAK GITU SIH? HAHAHAHAHA

Perawat 2   : HAHAHA IYA SEUMUR-UMUR KERJA BELUM PERNAH LIHAT KEJADIAN   KAYAK  GINI HAHAHA

Perawat 3     : WOY YANG LAIN! COBA SINI LIHAT PASIEN KITA INI! HAHAHAHA

Setelah puas ditertawakan, Robert justru menahan kecewa karena pihak puskesmas tidak sanggup mengatasi “penyakit langka” tersebut. Alasannya adalah tidak memiliki alat dan kemampuan yang cukup untuk mengeluarkannya.    

Singkat cerita akhirnya Robert pergi ke rumah sakit yang lebih besar. Setalah mendapat perlakuan yang sama seperti di puskesmas (diketawain), akhirnya ada dokter yang mau membantu untuk mengeluarkan cincin tersebut. Dan singkat saja, setelah melewati proses yang menyakitkan (aliran darah pada jarinya di hentikan), cincinnya bisa dikeluarkan.

Kisah yang sangat inspiratif bukan? Iya, inspiratif dengan memalukan memang beda tipis.

Saran dari aku untuk seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Indonesia, sebaiknya mulai sekarang harus menyiapkan alat untuk membantu pasien-pasien seperti Robert ini. Karena kalau melihat fenomena sekarang ini cukup berbahaya. Kejadian si Robert barusan adalah contoh ketika fenomena jomblo dan batu giok bersatu. Pada awalnya mau nurunin berat badan demi wanita idaman, justru berakhir dengan tragis. Cintaku berat di batu giok. 


 




  • Share:

You Might Also Like

25 Comments

  1. HAHAHAHA. Kasian amat sampe puskesmad cuman diketawain. :))
    emang deh ya sekarang demam batu giok lagi dimana2 -__-

    BalasHapus
  2. kalo batu giok berat, ganti aja sama batu akik haha kan lagi jaman tuh sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. batu2 kyk gt emang lagi jamannya, termasuk batu akik juga hehehe

      Hapus
  3. Hahaha kasiannnn. Tuh batu giok TTWW banget yak. -___-
    Anyway, salam kenal ya. \:D/

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya emang lagi TTWW, cocok buat dijadiin bahan tulisan.
      salam kenal kembali

      Hapus
  4. hahahaha, masuk rs pun juga diketawain. yap, sangat menginspirasi tuh bro :)
    kelakuan mahasiswa memang kadang2 absurdny berlebihan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh bro, salam kenal juga ya :)
      followback blog dong, hehehe

      Hapus
    2. mahasiswa absurd2 semua bro xD
      oke

      Hapus
  5. eh,, ceritanya mirip sama yang dialami kakak gue,, persis gitu, dia tuh lagi hamil, make cincin terus gak bisa dilepas, ke rumah sakit malahan soalnya bengkak, sama dokternya digergaji tuh cincin xD

    emang ya sekarang lagi ngtrend batu-batuan, harganya juga wow banget,, kejadiannya sama lah kaya dulu pas booming tanaman daun yang harganya gak masuk akal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan2 tuh cincin pernikahannya yg digergaji -_-

      hehehe, iya, bentar lagi batu krikil dan batu bata bakal menyusul :D

      Hapus
  6. Apes banget nasibnya.. Lain kali pake karet aja cincinnya biar bisa ikut melar haha..

    BalasHapus
  7. Itu yang dialami robert udah ada kejadian nyatanya lho... cincinnya mesti dipotong, untung bukan jarinya.

    Tapi kayaknya batu giok beneran bisa bikin mahasiswa dapet A deh. kalo dosennya maniak batu giok. "Pak, kalo dikasih A, saya beri bapak batu giok ini." #Nyogok #GakBolehDitiru

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu serem gan, kalo jarinya ikut kepotong juga kan gawat x_x


      boleh di coba tuh

      Hapus
  8. Mungkin karena dietnya gagal, jari-jari temanmu jadi membangkak :/

    BalasHapus
  9. Sekarang zamannya para cowok itu demen sama batu akik, duh saking senengnya ngurusin batu akik cewek / pacar jadi terabaikan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, mbaknya curhat *tepokjidat* pengalaman ya mbak xD

      Hapus
  10. haha bener tuh. Kemaren aja waktu kopdar blogger malah ada yang ngomongin batu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, sudah merambah ke ke kalangan blogger nih batu. hahaha

      Hapus

Sila tinggalkan komentarnya.