Mimpi

By Irsyad Muhammad - 12/09/2015 05:21:00 PM

Mataku memandangi wajahnya lamat-lamat. Selain tatapannya yang semakin teduh dan wajahnya yang semakin tirus, tak ada lagi yang berubah. Tahi lalat itu masih dengan nyaman berada di pipi kirinya, mengikuti kemana pun pipi kiri itu ingin tersenyum dengan indah.

Menjadi lebih indah lagi karena sejauh mata memandang, hanya ada padang rumput hijau yang diantaranya terselip bunga-bunga matahari yang berdiri lebih tinggi. Cahaya mentari sangat akrab menyinari bunga-bunga yang terobsesi dengannya itu. Nyanyian angin sepoi-sepoi menyamankan telinga, lembut menyentuh kulit, dan terasa segar bila dihirup dalam-dalam. Hari yang indah ini, tanpa meminta imbalan apa pun, rela menemani kami berdua yang duduk di atas rerumputan hijau, diantara bunga-bunga matahari yang berdiri jarang-jarang.

Tak jelas diingatanku apa yang kami bicarakan saat itu. Yang pasti, kami membicarakan banyak hal. Tak sabar bercerita apa saja yang sudah terjadi pada diri kami masing-masing. Kenangan-kenangan yang tak seberapa itu, tiba-tiba saja menjadi begitu mewah untuk diceritakan. Beberapa hal yang didasari oleh rasa ingin tahu, mendesak untuk segera ditanyakan.

Setiap patah kata yang keluar dari mulutku dia simak dengan baik. Aku mengadu apa saja padanya. Mengatakan bahwa aku mulai terbiasa dengan rutinitas baru ku, lalu aku mengakui bahwa aku melupakannya dan tak tahu di mana keberadaannya selama ini. Dia merespon semua ocehanku dengan anggukan dan senyum manisnya. Di saat yang sama, tiupan angin menyibakkan rambut hitam sebahu yang ia biarkan tergurai. Dia adalah pendengar yang baik.

Setiap patah kata yang keluar dari mulutnya, bagiku seperti sebuah potongan film bisu. Yang aku dengar adalah apa yang aku lihat. Senyumnya menandakan dia sedang bersama kenangan indahnya. Bila matanya sayu dan tatapannya kosong, dia teringat kenangannya yang pahit. Tawa riangnya membuktikan bahwa dia dapat melihat masa depan dengan penuh keyakinan.

Tanpa aku duga dia bangkit. Sebentar menatapku yang masih terduduk, lalu tersenyum melihat wajahku yang kebingungan. Sejurus kemudian dia membalikkan badannya dan melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dari sini, aku bisa melihat punggungnya yang tertutup gaun putih yang anggun, perlahan menjauh dari pandanganku. Hanya dalam hitungan detik, aku sudah tak melihatnya lagi. Dia sudah pergi bersama padang rumput yang hijau ini, bahkan tak meninggalkan setangkai pun bunga matahari untukku. Semuanya hilang.

***

Jarum jam menunjukkan pukul 03:00 WIB. Bersama malam yang hening, suara detik jarum jam yang terdengar, dan lampu yang temaram, aku memandangi langit-langit kamar dengan perasaan aneh bergejolak di dalam dada. Persoalannya bukan apa-apa, hanya saja, mimpi yang barusan aku alami ini mengingatkanku pada kenangan-kenangan itu—setidaknya sebelum dia meninggalkanku tanpa kabar.
   

Cerita Fiksi ini pada dasarnya bercerita tentang seseorang yang teringat kembali pada kenangan-kenangannya lewat sebuah mimpi. Selebihnya tentang siapa sosok 'dia' yang hadir di mimpinya, hanya tergantung pada persepsi masing-masing pembaca.

  • Share:

You Might Also Like

23 Comments

  1. bunga matahri itu keren juga ya kalau dipikir-pikir. bila pagi tiba.. ia mulai disinari oleh sang idola..

    BalasHapus
  2. Saya baca, saya sakit, mengapa ya? Wah, kayaknya Mas Irsyad menyembunyikan belati di dalam alur kisah ini, ya? :')

    Salam kenal,
    http://penjajakata.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah, berarti ruh tulisannya tersampaikan. :)
      salam kenal kembali..

      Hapus
  3. syukurlah, berarti ruh tulisannya tersampaikan. :)
    salam kenal kembali..

    BalasHapus
  4. Saya jg lumayan sering ngediksiin diri sendiri

    BalasHapus
  5. duh ketika sedang berdua melihat pemadangan dan banyak bicara tentang banyak hal

    BalasHapus
  6. Dia tidak meninggalkan setangkai bunga matahari untukmu karena ada hal lebih berharga yang dia tinggalkan, kau tahu apa itu? ingatan dan kenanganmu bersamanya, yang akhirnya membuatmu mampu merangkai kenangan menjadi sebuah aksara indah *Tsaaahhh :v

    Kunjungan pertama, mas. Keren blognya :D
    Aku follow back kamu loh (Follback ye. wkwkw)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenangan itu, yang pada akhirnya memenjarakan kerinduan ku padanya.. *ikutan tsaaahhh :D*

      Terimakasih, semoga betah ya xD
      Meluncurr

      Hapus
  7. Waduh... Fiksinya udah jago ini. Gue aja, belum tentu bisa nulis beginian. Tapi, kalo belajar, pasti bisa. :)

    Ada beberapa paragraf yang emang gue lumayan bingung, seperti dia pergi gitu aja gak ninggalin setangkai bunga. "Kalo dia gak bawa bunga gimana?" :D Maaf, mas. Blogger personal kek saya, banyak becandanya. :D

    Terus, ia belalu dibawa padang rumput. Ini diksinya kerena, tapi maknanya masih tanda tanya banget.

    Untuk semuanya, keren. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, mas, saya akui saya nulis diksinya belum terlalu ngena. Masih harus belajar lagi. Hehe
      Tenang aja, ini juga blog personal, mas. Cuma lagi belajar nulis2 beginian aja. :D
      Postingan saya banyak yang nyeleneh kok xD
      Thanks buat kritiknya, mas. :)

      Hapus
  8. kadang inspirasi cerita adalah masa lalu kita.... keren mas.

    klo senang dengan hujan silahkan mampir ke
    htpp://climate4life.blogspot.co.id

    BalasHapus
  9. Bercerita tentang kenangan memang terkadang selalu menyayat hati, apalagi bertemu dengannya dalam mimpi. ah.

    Bagus sekali ceritanya Mas Irsyadd, salam kenal :)

    BalasHapus
  10. kok jadi sedih ya baca ini......

    BalasHapus
  11. ditinggalkan tanpa kabar? bagian paling dasar dari digantungin :")
    mencintainya mungkin adalah patah hati yang paling sengaja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya adalah bagaimana rasanya ketika orang yang kita sayangi pergi begitu saja tanpa meninggalkan apa pun untuk kita. hilang begitu saja. *tsahhh

      Hapus
  12. Fiksinya bs berpotensi lbh bagus dr ini lho. Gabung di mondayflashfiction.com aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, terimakasih banyak. ada referensi baru nih :)

      Hapus

Terimakasih sudah mampir di irsyadmuhammad.com. Sila tinggalkan jejak dikolom komentar, terbuka pula untuk saran maupun kritik. Setiap yang meninggalkan jejak akan saya kunjungi balik blognya. Salam damai dan happy blogging.