Rabu, 31 Oktober 2018

Mulusnya Karir Bowo Tik-tok di Dunia Entertainment, dari Dihujat Sampai Didiukung buat Akting


Bowo dulu | Bowo sekarang
Bowo Alpenliebe (betul tulisannya?) sudah terlanjur dikenal banyak orang. Kenyataan bahwa ia sempat viral lewat komentar nyinyir dari yang maha benar netijen Indonesia karena aplikasi tik-tok, menjadi tak berarti ketika tiba-tiba dirinya diundang talkshow televisi sana sini, satu frame dengan youtuber terkenal, lalu buat channel Youtube sendiri, beli mobil sendiri, hingga sekarang... main serial FTV. Bayangkan, kalau ini pertandingan sepakbola, sudah berapa gol Bowo lesakkan untuk membalik keadaan?

Untuk urusan mem-bully, netijen Indonesia memang jagonya. Sesuatu yang viral di sosial media hampir semuanya dimulai dari komentar-komentar yang keluar lewat jari netijen tanah air, entah komentar positif atau negatif (mem-bully tadi, misalnya). Bowo menjadi salah satu dari produk viral tersebut.

Ia masih 13 tahun dan namanya kadung dibicarakan banyak orang. Siapa yang membicarakan? Ya, jelas, netijen. Siapa yang dijadikan topik pembicaraan oleh netijen? Jelas Bowo (dalam kasus ini). Ketika Bowo dijadikan topik pembicaraan banyak orang, secara tidak langsung Bowo telah menjadi publik figur dari produk viral yang dihasilkan komentar netijen tersebut.

Saya akui, saya sendiri juga menjadi bagian dari netijen yang ikut termakan viral-nya Bowo tik-tok atau Bowo Alpenliebhe (benar begitu tulisannya?) ini. Saya akui pula, tulang saya ikut ngilu sampai ke sumsum melihat video tik-tok Bowo, ataupun ikut terkekeh ketika video meet and greet Bowo itu menjadi bahan lawakan netijen.

Namun, karena komentar netijen itu Bowo udah ngerasain empuknya jok alphard Arief Muhammad, diajak collab juga dengan Ria Ricis, diundang acara talkshow di tv swasta, hingga main FTV, tak terasa wajah Bowo lama kelamaan terus ditonton banyak orang. Percaya atau tidak, netijen masih sibuk berkomentar, diam-diam Bowo sedang meniti karirnya sendiri di dunia entertainment Indonesia. Maapkeun saya, Bowo.  

Saya memang sempat melihat akting Bowo waktu main di FTV walaupun masih berupa video promonya saja. Tapi saya akui, bocah ini punya bakat akting—setidaknya untuk saya yang awam soal akting-aktingan begini. Apa yang saya katakan menjadi tidak berlebihan jika dilihat dari komentar-komentar dari video promo FTV tersebut.

Kira-kira begini dah waktu nih bocah main FTV..
Netijen berbalik arah. Yang sebelumnya menghujat Bowo, berbalik mendukung langkah Bowo untuk mengasah bakatnya di dunia akting. Katanya sih, lebih baik dari pada main tik-tok yang tidak ada faedahnya itu. Tapi-tapi, harus diakui kalau tidak ada tik-tok, tidak ada Bowo yang sekarang, bukan?
Bisa jadi, aplikasi tik-tok sendiri akan makin digandrungi bocah-bocah lainnya di luar sana jika melihat kiprah Bowo ini, walaupun Bowo harus merasakan pahitnya dibully lebih dulu akibat aplikasi tersebut.

Bagi saya sendiri, kalaupun di luar sana banyak anak-anak yang pingin eksis atau pingin punya nama di dunia entertainment, lebih baik cari media lain selain tik-tok. Bukan, bukan tik-tok tidak baik, bisa bisa saya yang akan dituntut dari pihak aplikasi ini. Tetapi, haruskah mengulangi kejadian yang dialami Bowo untuk menjadi terkenal dari aplikasi ini?

Aplikasi tersebut tidaklah salah, penggunanya yang tidak memanfaatkannya dengan baik sehingga kejadian seperti Bowo ini sempat terjadi. Apa memang faedahnya video-video tik-tok yang kebanyakan kita lihat dari anak-anak Indonesia ini? Toh, banyak kok tik-tok user di luar negeri sana yang juga viral karena kreatifitasannya. Karena kreatifnya, loh ya, bukan viral karena sesuatu yang dicap tidak baik dan tidak ada manfaatnya. Untuk itu, saya salah satu yang mendukung langkah Menkominfo untuk memblokir tik-tok—walaupun sekarang blokirnya sudah dicabut.

Satu hal positif yang terselip dari kejadian ini: anak-anak Indonesia kreatif dan punya bakat, kok. Asalkan memang dimulai dari hal yang baik untuk menunjukkan bakat tersebut. Kasus Bowo bisa dijadikan contoh, ia dikenal akibat hujatan netijen, namun karena anak ini memang punya bakat di entertainment, wajahnya jadi terus muncul di layar kita. Sudah rezekinya, kata orang tua dulu.

Beberapa polesan lagi, mungkin besok lusa ia sudah punya di program tv sendiri dan satu program pula dengan Raffi Ahmad. Lha.. kenapa harus Raffi Ahmad? 


Kan bener sama Raffi Ahmad.. 




Sumber gambar:

https://neetizen.com/artist/5-meme-lucu-bowo-alpenliebe-lord-of-tiktok-nyesel-kalo-gak-liat/

https://media.iyaa.com/post/2018/10/26283/bowo-tik-tok-main-ftv-mnctv-aktingnya-tuai-pujian/

https://www.liputan6.com/showbiz/read/3580966/bertemu-bowo-alpenliebe-raffi-ahmad-cute-dan-keren

Kamis, 25 Oktober 2018

Musim ini, Chelsea harus Memanjakan Hazard


Eden Hazard sedang menggila. Satu gol terakhirnya di Liga Primer dilesakkan pada kemenangan telak Chelsea dengan skor 0-3 di kandang Southampton pada pekan ke delapan Liga Primer—sekaligus mengokohkan namanya sebagai top skor sementara Liga Primer dengan torehan 7 gol. Performa mengesankan Hazard menjadi salah satu alasan mengapa Chelsea di musim ini menjadi calon kuat juara Liga Primer bersama Liverpool dan Manchester City.

Torehan tersebut cukup fantastis untuk pemain yang sebenarnya bukan berposisi sebagai penyerang murni ini. Patut disadari bahwa saat ini usia Hazard sudah menginjak angka 27, di mana usia tersebut adalah usia yang menjadi pintu gerbang seorang penyerang menuju masa keemasannya. Untuk itu, musim ini adalah musim yang paling tepat bagi Maurizio Sarri, pelatih baru Chelsea, guna memaksimalkan potensi terbaik yang dimiliki oleh Hazard.

Sarri memang telah menyadari hal itu. Pelatih yang juga seorang perokok ini berulang kali melemparkan pujian kepada Hazard dengan mengatakan bahwa pemain andalannya ini tak hanya merupakan pemain terbaik di Inggris, namun juga sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Sarri juga sesumbar bahwa tak menutup kemungkinan musim ini Hazard akan mencetak 40 gol bersama Chelsea jika performanya terus menanjak.

Catatan manis Hazard di awal musim memang tak terlepas dari kepercayaan Sarri untuk membebaskan peran Hazard di lapangan. Ia (Hazard) berperan sebagai pembangun serangan tim London Biru, pengobrak-abrik pertahanan lawan lewat sisi kiri atau sisi kanan penyerangan, dan juga pencetak gol. Hazard pun bisa diletakkan sebagai penyerang tengah jika Sarri menginginkan peran false nine untuk timnya. Tak perlu pusing-pusing dalam memainkan Hazard karena ia adalah penyerang yang komplit.

Kecerdikan Sarri dalam memaksimalkan Hazard juga terlihat dengan lebih dipilihnya Olivier Giroud sebagai penyerang tengah utama the blues dan mengesampingkan pemain yang musim lalu dibeli seharga 80 juta euro, Alvaro Morata. Secara kecepatan, Giroud mungkin masih kalah dibandingkan Morata, namun penyerang yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu sangatlah pintar dalam menggunakan body-nya sehingga bisa membuat penyerang lain di sisi kanan dan kirinya lebih leluasa mencari ruang, termasuk Eden Hazard.

Peran yang diemban Giroud ini bukanlah peran baru dalam sepakbola. Penyerang tipe ini lebih sering disebut dengan istilah pemantul, di mana penyerang tersebut lebih suka berada di depan bek lawan dan memaksimalkan body­ balance-nya untuk memberikan umpan satu-dua kepada pemain lainnya demi memaksimalkan peluang. Jangan heran mengapa Giroud selalu menjadi pilihan utama Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 hingga mampu mengantarkan Prancis juara.

Peran lini tengah juga sangat dimaksimalkan oleh Sarri. Sarri sukses membajak mantan anak asuh kesayangannya di Napoli, Jorginho, dari rayuan tim kaya Manchester City untuk mau bergabung ke Chelsea. Selain itu, kehadiran pemain muda sekelas Mateo Kovacic yang datang dari Real Madrid sangat diharapkan dapat memperkuat lini tengah Chelsea, terlebih Chelsea masih memiliki nama-nama besar lainnya sekelas N’golo Kante, Ross Barkley, ataupun gelandang kawakan jenius seperti Cesc Fabregas. Apakah Hazard cukup puas dengan lini tengah yang dimiliki timnya? Setiap penyerang tentu butuh mendapatkan pelayanan yang maksimal dari lini keduanya.  

Memanjakan Eden Hazard musim ini adalah sebuah keharusan, mengingat di awal musim Chelsea hampir saja gagal mempertahankannya dari bujuk rayu juara bertahan Liga Champions, Real Madrid. Bahkan, Chelsea disebut akan memberikan ban kapten utama Chelsea kepada Hazard bila memang hal tersebut dapat membuat Hazard bertahan di Chelsea. Jika disepelekan, Hazard bisa saja menolak proposal perpanjangan kontraknya yang tinggal dua musim lagi, dan Real Madrid yang performanya menurun setelah ditinggal Cristiano Ronaldo tak akan pernah menyerah untuk mengangkutnya musim depan. Terlebih, peluang untuk meraih penghargaan pemain terbaik dunia di tahun yang akan datang tentu lebih besar jika ia bermain bersama Madrid.

Hazard bisa jadi adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Chelsea. Jika tim asal London ini mampu mempertahankan Hazard hingga umurnya sudah tidak produktif lagi dalam mencetak gol, bisa dipastikan pemain bernomor punggung sepuluh ini akan menjadi legenda terbaik Chelsea, mengalahkan Frank Lampard atau Didier Drogba sekalipun. Terlalu berlebihan? Tidak. Umurnya masih 27 tahun, umur seorang penyerang menuju masa keemasaannya. Ia akan semakin berbahaya untuk dua atau tiga musim yang akan datang, dan akan tetap berbahaya hingga empat atau lima musim lagi.

Bagaimana, blues, tak ada ruginya untuk mempertahankan pemain sekelas Eden Hazard, bukan?


***

Sumber gambar: https://bola.kompas.com/read/2018/09/16/08453228/hazard-bisa-cetak-35-gol-musim-ini-andai-tak-buang-buang-energi

Yang Nyasar di Mari: