Kamis, 25 Oktober 2018

Musim ini, Chelsea harus Memanjakan Hazard


Eden Hazard sedang menggila. Satu gol terakhirnya di Liga Primer dilesakkan pada kemenangan telak Chelsea dengan skor 0-3 di kandang Southampton pada pekan ke delapan Liga Primer—sekaligus mengokohkan namanya sebagai top skor sementara Liga Primer dengan torehan 7 gol. Performa mengesankan Hazard menjadi salah satu alasan mengapa Chelsea di musim ini menjadi calon kuat juara Liga Primer bersama Liverpool dan Manchester City.

Torehan tersebut cukup fantastis untuk pemain yang sebenarnya bukan berposisi sebagai penyerang murni ini. Patut disadari bahwa saat ini usia Hazard sudah menginjak angka 27, di mana usia tersebut adalah usia yang menjadi pintu gerbang seorang penyerang menuju masa keemasannya. Untuk itu, musim ini adalah musim yang paling tepat bagi Maurizio Sarri, pelatih baru Chelsea, guna memaksimalkan potensi terbaik yang dimiliki oleh Hazard.

Sarri memang telah menyadari hal itu. Pelatih yang juga seorang perokok ini berulang kali melemparkan pujian kepada Hazard dengan mengatakan bahwa pemain andalannya ini tak hanya merupakan pemain terbaik di Inggris, namun juga sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Sarri juga sesumbar bahwa tak menutup kemungkinan musim ini Hazard akan mencetak 40 gol bersama Chelsea jika performanya terus menanjak.

Catatan manis Hazard di awal musim memang tak terlepas dari kepercayaan Sarri untuk membebaskan peran Hazard di lapangan. Ia (Hazard) berperan sebagai pembangun serangan tim London Biru, pengobrak-abrik pertahanan lawan lewat sisi kiri atau sisi kanan penyerangan, dan juga pencetak gol. Hazard pun bisa diletakkan sebagai penyerang tengah jika Sarri menginginkan peran false nine untuk timnya. Tak perlu pusing-pusing dalam memainkan Hazard karena ia adalah penyerang yang komplit.

Kecerdikan Sarri dalam memaksimalkan Hazard juga terlihat dengan lebih dipilihnya Olivier Giroud sebagai penyerang tengah utama the blues dan mengesampingkan pemain yang musim lalu dibeli seharga 80 juta euro, Alvaro Morata. Secara kecepatan, Giroud mungkin masih kalah dibandingkan Morata, namun penyerang yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu sangatlah pintar dalam menggunakan body-nya sehingga bisa membuat penyerang lain di sisi kanan dan kirinya lebih leluasa mencari ruang, termasuk Eden Hazard.

Peran yang diemban Giroud ini bukanlah peran baru dalam sepakbola. Penyerang tipe ini lebih sering disebut dengan istilah pemantul, di mana penyerang tersebut lebih suka berada di depan bek lawan dan memaksimalkan body­ balance-nya untuk memberikan umpan satu-dua kepada pemain lainnya demi memaksimalkan peluang. Jangan heran mengapa Giroud selalu menjadi pilihan utama Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 hingga mampu mengantarkan Prancis juara.

Peran lini tengah juga sangat dimaksimalkan oleh Sarri. Sarri sukses membajak mantan anak asuh kesayangannya di Napoli, Jorginho, dari rayuan tim kaya Manchester City untuk mau bergabung ke Chelsea. Selain itu, kehadiran pemain muda sekelas Mateo Kovacic yang datang dari Real Madrid sangat diharapkan dapat memperkuat lini tengah Chelsea, terlebih Chelsea masih memiliki nama-nama besar lainnya sekelas N’golo Kante, Ross Barkley, ataupun gelandang kawakan jenius seperti Cesc Fabregas. Apakah Hazard cukup puas dengan lini tengah yang dimiliki timnya? Setiap penyerang tentu butuh mendapatkan pelayanan yang maksimal dari lini keduanya.  

Memanjakan Eden Hazard musim ini adalah sebuah keharusan, mengingat di awal musim Chelsea hampir saja gagal mempertahankannya dari bujuk rayu juara bertahan Liga Champions, Real Madrid. Bahkan, Chelsea disebut akan memberikan ban kapten utama Chelsea kepada Hazard bila memang hal tersebut dapat membuat Hazard bertahan di Chelsea. Jika disepelekan, Hazard bisa saja menolak proposal perpanjangan kontraknya yang tinggal dua musim lagi, dan Real Madrid yang performanya menurun setelah ditinggal Cristiano Ronaldo tak akan pernah menyerah untuk mengangkutnya musim depan. Terlebih, peluang untuk meraih penghargaan pemain terbaik dunia di tahun yang akan datang tentu lebih besar jika ia bermain bersama Madrid.

Hazard bisa jadi adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Chelsea. Jika tim asal London ini mampu mempertahankan Hazard hingga umurnya sudah tidak produktif lagi dalam mencetak gol, bisa dipastikan pemain bernomor punggung sepuluh ini akan menjadi legenda terbaik Chelsea, mengalahkan Frank Lampard atau Didier Drogba sekalipun. Terlalu berlebihan? Tidak. Umurnya masih 27 tahun, umur seorang penyerang menuju masa keemasaannya. Ia akan semakin berbahaya untuk dua atau tiga musim yang akan datang, dan akan tetap berbahaya hingga empat atau lima musim lagi.

Bagaimana, blues, tak ada ruginya untuk mempertahankan pemain sekelas Eden Hazard, bukan?


***

Sumber gambar: https://bola.kompas.com/read/2018/09/16/08453228/hazard-bisa-cetak-35-gol-musim-ini-andai-tak-buang-buang-energi
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir di irsyadmuhammad.com. Sila tinggalkan jejak dikolom komentar, terbuka pula untuk saran maupun kritik. Setiap yang meninggalkan jejak akan saya kunjungi balik blognya. Salam damai dan happy blogging.

Yang Nyasar di Mari: