Minggu, 11 November 2018

Tekanan Soal Rangkap Jabatan



Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah baru saja resmi bertugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Kedua pemimpin baru ini telah ditunggu oleh segudang permasalahan yang ada di Sumut, dan menjadi pemangku harapan banyak orang untuk membawa provinsi ini ke arah yang lebih baik. Khusus sang Gubernur baru, sepertinya harus memutar otak lebih dalam, karena saat ini beliau tak hanya bertanggung jawab untuk masyarakat Sumut, melainkan juga untuk masyarakat sepakbola Indonesia. Edy Rahmayadi,  namanya kemudian semakin kencang diperbincangkan publik karena saat ini beliau baru saja resmi memiliki dua jabatan sekaligus: Gubernur Sumut dan Ketua Umum PSSI.

Sejak diketahui akan maju dalam pemilihan Gubernur Sumut, hingga dipastikan menang dalam perhitungan suara, Edy Rahmayadi terus mendapat tekanan yang begitu kuat dari publik sepakbola nasional. Tekanan tersebut tak lain karena posisisnya yang juga masih menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga tahun 2020 mendatang. Banyak yang meyakini bahwa sepak bola Indonesia tidak akan pernah maju dan akan kembali menemui jalan suram jika polemik dalam tataran kepengurusan PSSI ini tak kunjung usai, apa lagi bila dipimpin oleh seorang yang juga punya jabatan politik yang tidak main-main di daerah lain. Emerson Yuntho, seorang aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), kemudian memulai sebuah petisi di Change.org yang meminta agar Edy Rahmayadi lebih baik mundur sebagai Ketum PSSI dan fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Sumut lima tahun kedepan. Petisi tersebut, setidaknya hingga tanggal 6 september 2018 kemarin, ditandatangani hampir sebanyak 58 ribu orang.

Soal Hukum

Edy Rahmayadi sebenarnya sudah jauh-jauh hari merespon protes dan tekanan yang datang bertubi kepadanya. Mantan Pangkostrad ini mengatakan di banyak media, bahwa tak ada hukum yang dilanggar bila ia merangkap jabatan akibat terpilih menjadi Gubernur Sumut. Namun, bila ditelisik pada regulasi yang ada, terdapat Surat Edaran Mendagri Nomor 800/148/sj 2012 tanggal 17 Januari 2012 tentang Larangan Perangkapan Jabatan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah pada Kepengurusan KONI, PSSI, Klub Sepakbola Profesional dan Amatir, serta Jabatan Publik dan Jabatan Struktural. Melihat Surat Edaran Mendagri yang teramat jelas isinya tersebut, cukup aneh rasanya bila beliau dengan percaya diri mengatakan bahwa tidak ada hukum yang dilanggar dari rangkap jabatan tersebut.

Polemik tak sampai disitu. Isu bahwa FIFA akan kembali turun tangan atas status kepengurusan Edy Rahmayadi di PSSI belakangan mulai mencuat. Hal tersebut tak lain karena Timor Leste, pada tahun 2014 lalu sempat disanksi oleh FIFA karena Ketum PSSI-nya terlibat kasus korupsi. Kasus tersebut juga disinyalir akibat posisi sang Ketum yang pada saat itu juga memiliki jabatan politik di tempat lain. Setelah kasus di Timor Leste tersebut, FIFA secara tegas melarang ketua federasi sepak bola suatu negara memiliki jabatan politik di tempat lain, tentu jika tidak ingin federasinya dibekukan. Tentu saja, sangat riskan bila urusan sepakbola dicampur-baurkan dengan urusan politik.

Wajar penikmat sepak bola tanah air kembali khawatir, mengingat ada “trauma” mendalam ketika PSSI dibekukan oleh FIFA pada tahun 2015 silam. Kala itu, sehebat dan setenar apa pun pemain sepak bola yang bertanding di atas rumput Indonesia, dianggap tak lebih dari sebuah pertunjukan tarkam (antar kampung). Terlebih, akan berdampak pula pada penyelenggaraan liga yang sudah pasti akan amburadul, Timnas Indonesia yang tak bisa bertanding di level internasional, hingga para pesepakbola profesional Indonesia yang bakal terlantar tak tentu arah. Siapa pun pasti tidak ingin sepakbola kita mati suri lagi, terutama di saat gairah sepakbola di Indonesia sedang tinggi-tingginya seperti sekarang ini setelah pada beberapa event internasional—termasuk Asian Games 2018 kemarin, permainan Timnas sepakbola kita menunjukkan peningkatan yang semakin membaik dibawah arahan pelatih asal Spanyol, Luis Milla Aspas.

Soal Etika

Bila hendak dicermati lebih dalam, persoalan rangkap jabatan di PSSI bukan hanya soal ada hukum yang dilanggar atau tidak. Pun jika memang ada hukum yang dilanggar, di luar itu, rangkap jabatan juga berbicara soal etika. Sepakbola Indonesia yang masih minim prestasi, minim infrastruktur yang menunjang, kualitas liga yang saban tahun penuh polemik, sampai pengembangan usia muda yang masih terkendala hingga saat ini, pasti membutuhkan sosok pemimpin organisasi yang benar-benar fokus untuk mengelola dan memperbaikinya.

Sama halnya dalam memimpin Sumatera Utara, segudang permasalahan dari minimnya kualitas infrastruktur publik, jalan-jalan yang masih banyak rusak di berbagai kabupaten dan kota, masalah ekonomi dan kemiskinan, hingga tingginya angka kriminalitas yang masih menjadi persoalan pun sama sekali tidak cocok diselaraskan dengan program-program yang ada di PSSI. Artinya, memimpin PSSI dan memimpin Sumatera Utara adalah dua hal yang jauh berbeda dan tak bisa berjalan seiringan.

Tak sampai disitu, publik pecinta sepak bola Sumut sadar betul bahwa masih ada komentar-komentar miring dari publik sepak bola nasional terkait status Edy Rahmayadi yang merupakan Ketum PSSI, namun juga masih menjadi Pembina klub sepak bola asal Sumut (PSMS Medan) yang notabene adalah klub kontestan Liga 1. Tentu, pecinta sepak bola Sumut tidak ingin klub kebanggaannya terus dianggap sebagai “anak kesayangan” PSSI. Tidak terbayangkan setajam apa lagi komentar miring dari publik setelah Jenderal bintang tiga ini turut merangkap sebagai Gubernur Sumut seperti saat ini. Ya, pada kondisi sekarang ini, Edy Rahmayadi ditekan dari segala macam sisi.

Terkait pelantikan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut kemarin, masyarakat Sumut tentu berharap sangat banyak kepada beliau untuk menjawab persoalan di Sumut yang selama ini tak kunjung usai. Di satu sisi, ada pula masyarakat sepak bola nasional yang dulunya berharap banyak kepada Edy Rahmayadi untuk memajukan sepakbola di Indonesia, sekarang harus menelan kenyataan bahwa Ketua Umumnya juga punya tanggung jawab di tempat lain yang tidak bisa dianggap enteng: seorang Gubernur di provinsi dengan penduduk terbanyak nomor satu di luar pulau Jawa. 

Lalu, bagaimana pula perasaan masyarakat Sumut yang juga sebagai pecinta sepak bola menanggapi hal ini? Tentu saja, bagi masyarakat Sumut yang juga merangkap sebagai pecinta sepak bola nasional, rasionalitas tetaplah dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan porsi dan prioritas masing-masing. Dan tentu pula, bagi Gubernur Sumut yang juga merangkap sebagai Ketum PSSI, ketegasan seorang pemimpin selalu dibutuhkan pada segala kondisi, terutama ketika dituntut untuk hanya memilih satu dari dua pilihan yang ada. Istilahnya, agar semua sama-sama senang. Kami senang, Jenderal juga senang.          





Opini sebelumnya telah dimuat di Harian Analisa edisi 1 Oktober 2018 dengan judul yang sama, saya post di blog sebagai dokumentasi atau arsip pribadi saya. Opini dapat pula diakses pada link http://harian.analisadaily.com/opini/news/tekanan-soal-rangkap-jabatan/626142/2018/10/01.

Sumber gambar:

  • https://web.facebook.com/Doriposcom/photos/a.199961880792113/313629149425385/?type=1&theater
  • Dokumentasi pribadi 

Minggu, 04 November 2018

Temukan Apartemen Idealmu hanya Lewat Smartphone


Menjalani kehidupan di kota metropolitan seperti Jakarta tidaklah mudah. Kemacetan, banjir musiman, aktivitas ulang-alik pekerja yang bergerak sangat cepat sudah makanan sehari-hari. Sebagai ibu kota negara sekaligus pusat perekonomian, Jakarta menawarkan gaya hidup metropolitan dengan level berbeda dari kota-kota lain di Indonesia.  

Gaya hidup metropolitan di Jakarta yang bergerak begitu cepat namun dituntut tetap efisien menjadikan orang yang tinggal di dalamnya harus cerdas dalam memilih hunian yang terjangkau. Terjangkau bisa diimplementasikan dalam dua kategori sekaligus: pertama, terjangkau berdasarkan letak huniannya, seperti strategis atau tidak, rawan banjir atau tidak, atau yang tak kalah penting biasanya dekat dengan kantor atau tidak. Kedua, tentu harus terjangkau dari segi budget yang sesuai dengan isi dompet kita. Tak jarang, kedua “jangkauan” ini harus pintar-pintar dikombinasikan sesuai keinginan dan kemampuan diri sendiri.

Jenis hunian tempat tinggal yang banyak dipilih oleh penduduk metropolitan di Jakarta adalah apartemen. Mengapa demikian? Tinggal di apartemen menawarkan beberapa kemudahan karena banyaknya pilihan apartemen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Kita dapat menyesuaikan jumlah kamar yang kita mau, fasilitas seperti apa yang kita butuhkan di unit maupun di lingkungan apartemen, dekatnya jarak menuju kantor, hingga harga yang sesuai dengan budget yang tersedia.

Iya sih, tinggal di apartemen memang menawarkan beberapa kemudahan, tapi dibalik itu semua banyak juga yang mengeluhkan bahwa buat dapetin apartemen yang ideal tidak sesimpel itu. Keluhan-keluhan yang sering didengar biasanya seperti sulit mencari informasi sewa apartemen di internet, kualitas foto unit apartemennya yang nge-blur atau tidak jelas, belum pula harus meluangkan waktu untuk mengujungi unit satu per satu, kontak agent/pemilik apartemen sulit dihubungi, hingga sistem pembayaran yang memberatkan karena harus dibayar di depan sekaligus.

Oke, jika kalian berfikir bahwa memilih apartement ideal masih sangat merepotkan, maka bisa jadi kalian belum mengenal yang namanya Jendela360. Ya, Jendela 360 merupakan startup properti yang sangat dapat membantu kalian dalam memilih apartement ideal, bahkan hanya lewat smartphone yang ada digenggaman anda. Nggak percaya? Mari saya jelaskan mengapa Jendela360 sangat membantu kalian dalam mendapatkan apartemen ideal.

Seperti yang sudah saya katakan, Jendela360 adalah sebuah startup properti yang merupakan penyedia jasa sewa apartemen secara online. Nah, untuk lebih jelasnya, silahkan anda buka Jendela360.com lewat smartphone anda. Ketika pertama kali membuka web Jendela360, maka anda langsung diarahkan ke kotak pencarian untuk mencari nama apartemen atau lokasi yang anda inginkan. 
Welcome Page di Jendela360 dari smartphone-mu, bisa langsung cari apartemen.
klik gambar untuk memperbesar

Jika anda memiliki gambaran yang lebih spesifik, anda bisa mem-filter pencarian terlebih dahulu dengan beberapa kriteria. Dari filter tersebut dapat anda pilih tipe atau jumlah kamar yang anda inginkan seperti tipe studio, tipe 1 kamar, tipe 2 kamar, atau tipe yang lebih dari 3 kamar. Anda dapat juga menentukan range harga yang sesuai dengan isi dompet anda seperti yang sudah saya singgung sebelumnya. Tak sampai di situ, anda pun bisa mempersempit lagi pencariannya dengan memilih fasilitas dan kelengkapan apa yang anda butuhkan seperti yang saya tampilkan di bawah. Tenang saja, ada lebih dari 3000 unit apartemen yang tersedia di Jendela360.



Kemudahan lainnya anda dapat langsung melakukan virtual tour dengan kamera 360 derajat untuk mengecek unit calon hunian apartemen anda. Inilah keunggulan jendela360, anda tak perlu khawatir mencari waktu luang ditengah kesibukan anda untuk datang langsung ke lokasi apartemennya dan mengecek unit satu per satu. Anda cukup mengecek kondisi unit apartemen melalui gambar virtual 360 derajat yang dapat menampilkan setiap sudut apartemen hanya dengan jari anda. Bila anda sudah menemukan unit apartemen ideal seperti yang anda harapkan, klik “kunjungi unit” untuk menentukan jadwal kunjungan sesuai dengan waktu luang yang anda punya. Anda pun dapat menghubungi nomor kontak agen apartemen yang tersedia di sana.


Tentukan jadwal kunjungan sesuai dengan jadwal kosongmu.
klik gambar untuk memperbesar.
Atau hubungi kontak yang tertera untuk janjian makan malam kunjungan apartemen.
klik gambar untuk memperbesar.

Untuk harga, anda pun tak perlu khawatir karena apartemen yang tersedia di jendela360 dapat dibayar per bulan dengan cicilan 0 persen melalui kartu kredit anda tanpa uang muka. Jika anda telah menemukan unit apartemen yang ideal bagi anda, harga pun sudah oke, tinggal di booking, deh. Oh, iya, apartemen yang tersedia di jendela360 juga bisa di booking secara online, lho! Hemat waktu, uang, dan tentunya juga tenaga anda.   

Salah satu layanan informasi di Jendela360 yang menurut saya sangat membantu adalah adanya tambahan review beberapa apartemen dan artikel-artikel informatif yang dapat menambah wawasan anda. Hal tersebut sangat membantu untuk anda yang mungkin baru pertama kali mencari apartemen di Jakarta. Untuk anda yang berada di Jakarta Barat misalnya, Apartemen Royal Mediterania bisa menjadi salah satu pilihan anda. Jika anda masih ragu untuk sewa apartemen Royal Mediterania, Jendela360 menyediakan reviewnya untuk anda (klik disini).


Artikel seputar apartemen.
klik gambar untuk memperbesar.

Satu informasi lain yang diberikan adalah berupa daftar apartemen populer yang tersedia di Jendela360, lengkap dengan start harga sewanya dan jumlah bintang penilaiannya. Semua informasi tersebut bisa anda akses cuma lewat smartphone anda. Apartemen paling populer di Jendela360 adalah Casa Grande Apartement, dengan nilai 4,6 dari 5 bintang. Casa Grande Apartement yang beralamat di Menteng Dalam, Tebet ini untuk cocok masuk daftar pilihan anda yang ingin sewa apartemen di Jakarta Selatan.


Apartemen populer di Jendela360.
klik gambar untuk memperbesar.

Dengan segala keunggulan tersebut, tak dipungkiri bahwa Jendela360 sangat membantu dalam mencari apartemen ideal. Pihak Jendela360 sendiri dengan yakinnya mengklaim bahwa jasa mereka sangat cocok bagi para pekerja atau generasi muda Jakarta yang dituntut dengan gaya hidup yang sibuk dan super cepat. Jendela360 adalah jawaban bagi anda-anda yang selama ini merasa kerepotan setiap mencari apartemen lewat internet. Bagaimana, menarik, bukan?

Nah, sekarang sila kunjungi webnya (klik disini), dan temukan apartemen ideal anda!

  

*Sumber gambar milik pribadi penulis

Yang Nyasar di Mari: