Kamis, 14 Februari 2019

ASUS ZenBook 13/14/15: Laptop Paling Ringkas Tanpa ada yang di Pangkas

Jika saya punya rezeki lebih untuk membeli laptop baru dengan spesifikasi lebih tinggi lagi, pasti pilihan utama saya adalah laptop keluaran ASUS. Bukan tanpa alasan, karena di tahun 2018 pangsa pasar laptop ASUS di Indonesia menurut Gfk menunjukkan pertumbuhan yang positif, naik dari 41.2 persen ke 41.8 persen. Masih menurut data Gfk, di segmen notebook ultrathin ASUS juga terus mengalami peningkatan market share dari 5,4 persen di tahun 2017 ke 23 persen di november 2018. Selain itu, ASUS masuk dalam daftar World's Most Admired Companies dari majalah Fortune, yang berarti bahwa ASUS sudah berdedikasi menghadirkan berbagai produk IT yang komprehensif. Pencapaian yang diraih itu menunjukkan tingginya kepercayaan dan kepuasan para pengguna produk ASUS.

Sekarang laptop saya sendiri adalah ASUS X451CAP, bukan seri premiumnya ASUS memang, tapi sudah saya pakai dari tahun 2016. Sampai detik ini laptop ASUS itu masih setia menemani saya dari menulis, ngeblog, nonton film, browsing, sampai berjasa siang malam membantu saya menyelesaikan skripsi saya. Selama itu pula, laptop ASUS saya tidak pernah rewel. 

Oleh karenanya, ketika tanggal 17 Januari 2019 kemarin ASUS memperkenalkan seri ZenBook terbarunya di Jakarta, saya cukup terkejut abang terheran-heran. Betapa tidak, tanpa tanggung seri ZenBook yang baru ini mereka klaim sebagai laptop paling ringkas di dunia. Wah, saya pikir apakah ASUS tidak kepedean? Sebagai pengguna laptop keluaran mereka, saya tentu jadi penasaran. Akhirnya saya mencari tahu lebih dalam soal laptop terbaru mereka.

Acara Launching ASUS ZenBook 13,1 4, 15 di Jakarta.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia
Telusur punya telusur, laptop yang baru mereka perkenalkan di Indonesia adalah laptop dari seri ZenBook yang masing-masing ada tiga varian, yaitu ZenBook 13 UX333 (13 inci), ZenBook 14 UX433  (14 inci), dan ZenBook 15 UX533 (15 inci). Ketiga ZenBook ini masuk dalam kategori laptop premium ultra kecil dan ultra tipis. Nah, biasanya, laptop-laptop kecil dan tipis itu banyak pemangkasan fitur di sana-sini karena ruang yang tersedia sangat terbatas. Lalu kenapa ASUS berani mengklaim kalau ketiga laptop terbarunya adalah yang paling ringkas di dunia? Apakah cuma sekedar ringkas doang, terus udah, gitu?

Jangan buru-buru dulu, saya rasa saya harus mengerti apa maksud dari sematan 'paling ringkas' yang diklaim oleh ASUS. Terus terang saya masih ambigu: apakah paling kecil, paling tipis, atau paling yang lain? Makanya, mari kita telusuri apa arti kata 'ringkas' menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Menurut KBBI,
Ringkas artinya tidak banyak memerlukan tempat.
Iya, udah, gitu doang.

Kalau begitu, dengan kata lain, ASUS mengklaim laptop ini adalah laptop yang paling tidak banyak memerlukan tempat. Waduh, gimana itu, ya?

Ternyata setelah saya telusuri lebih dalam lagi, setidaknya ada 3 alasan mengapa ZenBook 13, 14 dan 15 inci ini bisa disebut demikian:

1) Laptop seri 13, 14, dan 15 inci dengan dimensi terkecil di dunia
Ternyata, banyak laptop yang tipis, namun tidak seringkas ZenBook terbaru ini. ZenBook 13, 14 dan 15 inci ini diklaim ASUS sebagai laptop dengan dimensi paling kecil di dunia. Artinya, ia memang bukan yang paling tipis, tapi adalah yang paling ringkas karena dimensinya yang kecil. ZenBook ini punya dimensi paling kecil karena screen to body rationya yang besar. Bingung? Begini maksudnya.

Bisa seperti itu karena ZenBook seri ini tidak seperti laptop-laptop lainnya yang punya bezel tebal kurang tebal. Bezel ZenBook 13, 14 dan 15 inci ini bisa dibilang hampir tidak ada. Secara keseluruhan, screen to body ratio di ZenBook ini hampir 95% berkat teknologi NanoEdge Display. Selain jadi lebih elegan, bezelnya yang tipis membawa pengalaman visual yang pasti tidak di dapat di laptop-laptop premium lain sekelasnya.

Screen to body ratio up to 95%.
Sumber: asus.com

Bila dibandingkan bezel laptop ASUS 14 inci saya yang tebal.
Sumber: pribadi

Karena itu, ZenBook terbaru ini akhirnya muncul dengan penampakan yang ultra kecil, bahkan lebih kecil dari kertas A4. Kalian nggak salah dengar kok, kertas A4. 

Perbandingan lebar ZenBook terbaru ASUS dengan kertas A4 dan laptop keluaran lain.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia

Dengan dimensi yang mungil ini, ZenBook terbaru ASUS tidak membutuhkan ruang tempat penyimpanan yang besar di tas kalian. Untuk bobot pun tidak berat, hanya sekitar 1.19 kilogram saja untuk varian 13 inci. Mudah dibawa ke mana-mana.

2) Kecil tapi tidak pelit port 
Kalau laptop-laptop kecil itu biasanya miskin port, maka tidak untuk seri ZenBook yang ini. Di bagian kiri laptop sudah disediakan port headphone-out jack yang sudah terintegrasi dengan microphone, lalu ada USB 3.1 Type-A generasi ke-2 dan sudah ada memoricard reader untuk MicroSD. Sedangkan port bagian kanan laptop ini, dilengkapi port charger (sudah pasti ada ya), port HDMI, port USB 3.1 Type-A generasi ke-2 lagi, dan ada port USB 3.1 Type-C generasi ke-2. Untuk aktivitas normal, dengan laptop ini kita tidak perlu repot-repot pakai adaptor lagi. Ini juga alasan ZenBook 13/14/15 disebut paling ringkas, karena walaupun kecil, laptop ini mampu menyediakan semua kebutuhan kita.

Tampak port kiri dan kanan ASUS ZenBook 13/14/15.
Sumber: editan pribadi.

3) Khusus ZenBook 13 UX333 dan 14 UX433, hadir dengan numpad virtual
Biasanya, laptop kecil tidak punya numpad khusus. Berhubung ini laptop yang diklaim paling ringkas, maka ASUS 'mengakalinya' dengan menyatukan numpad dengan touchpad pada satu tempat yang sama. Begini penampakannya:

Tampilan numpad virtual.
Sumber: channel.asus.com

Numpad ini bisa dihidupkan dengan menekan tombol kecil di pojok kanan atas touchpad-nya, maka setelah itu akan muncul tombol numpad virtual di tempat yang sama dengan touchpad. Menurut saya 'kecerdikan' ASUS ini patut diapresiasi. Oh, iya, perlu diiingat kalau numpad virtual ini hanya tersedia untuk seri 13 dan 14 inci yang tertinggi saja. Sedangkan varian 15 inci sudah dilengkapi dengan numpad fisik.

Itu tadi tiga alasan mengapa ASUS mengklaim laptop ini adalah yang paling ringkas atau punya dimensi paling kecil di dunia. Lalu, apa keunggulan lain dari laptop ini? Apa cuma sekedar kecil doang? Setelah saya telusuri lagi, berikut adalah keunggulan dari ZenBook 13/14/15 yang saya temukan:

Diperuntukkan untuk Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi 

Kombinasi performa dan mobilitas adalah ciri khas utama seri ZenBook ini. Untuk membuktikannya, ASUS sudah menyematkan prosesor Intel Core generasi ke-8 (tersedia core i5 dan core i7) serta didukung oleh GPU NVIDIA GeForce. Dapur pacu ini membuat ZenBook menjadi lebih hemat daya, punya grafis terbaik, sekaligus memiliki performa yang luar biasa cepat.  Ketahanan baterai pun bisa sampai 14 hingga 16 jam untuk pemakaian normal. Menurut ASUS, ZenBook ini cocok untuk pekerja kreatif dan hiburan yang ingin punya laptop ringkas sekaligus elegan, namun tetap punya tenaga dan performa maksimal.

Ini waktu saya nyobain laptopnya. Jangan percaya.
Sumber: channel.asus.com

Untuk tampilan layar, ZenBook terbaru juga sudah full HD display (1920x1080 pixel), warna yang ditampilkan juga pasti lebih cemerlang dan akurat karena punya reproduksi warna sampai 100% sRGB. ZenBook ini juga sudah dilengkapi kamera infra-merah yang terintegrasi dengan sistem face login. Untuk audio, laptop ini sudah disematkan speaker Harman Kardon yang punya suara lebih jernih. Kalau untuk nonton film sih puas sekali karena warna dan audionya punya kualitas nomor wahid.

Bersertifikasi Military Grade

Bodi yang didesain oleh ASUS ini bukan kaleng-kaleng sembarangan. Bodinya telah mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD 810G di semua lini. ZenBook terbaru ini sudah lolos dalam berbagai pengujian ekstrem mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran. Selain elegan, ZenBook 13/14/15 juga akan sangat kokoh. Laptop ini siap menemani segala macam aktivitas yang super mobile. Kurang apa lagi coba, laptop aja dibuat standar militer.

Standar Militer 810G.
Sumber: asus.com

Kenyamanan Kelas Satu

Tidak cuma punya desain elegan, performa yang oke, dan bodi yang kokoh saja, ASUS juga sangat memperhatikan dengan detail kenyamanan penggunanya saat menggunakan ZenBook ini.  Ada dua alasan kenapa laptop ini bisa sangat nyaman dipakai.

Pertama, adanya teknologi ErgoLift Hinge
ErgoLift Hinge adalah inovasi teknologi terbaru ASUS untuk memanjakan penggunanya. Teknologi ini membuat bodi tiga ZenBook terbaru ASUS menjadi sedikit terangkat ketika dibuka dan membentuk sudut 3 derajat. Setidaknya ada tiga manfaat dari teknologi ini untuk penggunanya: pertama, posisi tangan untuk mengetik jadi lebih nyaman karena keyboard jadi agak miring. Kedua, karena ada sedikit ruang di bawah, speaker audio yang keluar dari bawah jadi tidak terpendam. Ketiga, laptopnya bisa jadi lebih dingin, karena sirkulasi udara yang keluar lebih lega.  

ErgoLift Hinge Design di ASUS ZenBook terbaru.
Sumber: asus.com

Kedua, teknologi Full-Size Backlit pada keyboard
Blogger pasti suka ngerasain ketika lagi nulis di laptop atau komputer, terkadang tidak nyaman sama keyboardnya karena key travel yang terlalu jauh atau bahkan nggak berasa sama sekali. Nah, pada ZenBook ini ASUS memikirkan kenyamanan sampai sedetail itu. Key travel pada keyboard laptop ini dirancang khusus sejauh 1,4 milimeter sehingga kedalamannya sangat pas waktu diketik. lampu LED backlit pada keyboarnya pun bisa memudahkan kita untuk mengetik diruangan yang gelap. 

Key travel pada ASUS ZenBook 13/14/15.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia

Kalau ada istilah kecil-kecil cabe rawit, maka laptop ini kecil-kecil ajaib. Desainnya yang kecil dan ringkas, ternyata tidak membuat banyak fitur-fitur yang dipangkas. Bahkan, bukannya dipangkas demi menjadikannya ringkas, ASUS justru menambahkan beberapa fitur dan inovasi terkini, sehingga rasanya ini adalah laptop yang mampu menampung segala kebutuhan kita. Karena ini laptop untuk produktivitas, tentu tidak disarankan untuk bermain game berat layaknya laptop gamers. Kalau buat gamers sebaiknya langsung beralih ke ASUS ROG saja.

Penasaran dengan harganya?

Tentu, sebagai laptop premium, ASUS ZenBook 13, 14 dan 15 inci ini bisa dibilang cukup mahal. Untuk varian paling rendahnya, ZenBook terbaru dibandrol mulai dari 15 jutaan, dan yang paling mahal dibandrol 27 juta. Hmm, tertarik untuk punya laptop ini? Tenang, ada harga ada kualitas.

Baiklah, akhirnya rasa penasaran saya sama laptop ini sudah terjawab. Bisa saya katakan kalau ASUS benar-benar memperhatikan kualitas dan inovasi dalam seri ZenBook terbaru mereka ini. Maka tak boleh heran kenapa harganya mahal (apalagi buat kantong saya). Katakanlah saya ada rezeki berlebih buat beli laptop baru, ZenBook 13, 14, dan 15 ini justru terlalu sempurna untuk saya. Bagaimana tidak, ini adalah laptop paling ringkas di dunia.

Harga ZenBook 13 inci.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia

Harga ZenBook 14 inci.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia

Harga ZenBook 15 inci.
Sumber: youtube.com/ASUS Indonesia




Main Spec.
ASUS ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, ZenBook 15 UX533
CPU
Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz)
Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz)
Operating System
Windows 10 Home
Memory
Up to 16GB LPDDR3 RAM
Storage
Up to 512GB M.2 NVMe PCIe SSD
Display
13,3” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX333)
14” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX433)
15,6” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX533)
Graphics
Discrete graphics NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q (UX533)
Discrete graphics NVIDIA GeForce MX150 (UX333 & UX433)
Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output
1 x USB3.1 Type-C (GEN 2)1x USB 3.1 Type-A (Gen 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen1), 1 x HDMI, 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x MicroSD Card Reader
Camera
HD IR/RGB Combo Camera
Connectivity
Dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi, Bluetooth 5.0
Audio
Harman Kardon certified audio system with ASUS SonicMaster surround-sound technology, Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery
50WHrs 3-cell battery (UX333 & UX433)
73WHrs 4-cell battery (UX533)
Dimension
(WxDxH) 302 x 189 x 16,9 mm (UX333)
(WxDxH) 319 x 199 x 15,9 mm (UX433)
(WxDxH) 354 x 220 x 17,9 mm (UX533)
Weight
1,19Kg with Battery (UX333 & UX433)
1,67Kg with Battery (UX533)
Colors
Royal Blue, Icicle Silver, Burgundy Red
Price
Start from Rp15.299.000
Warranty
2 tahun garansi global
Reaksi:

20 komentar:

  1. Reviewnya keren. Berasa pengen beli jadinya.

    Aahh nabung dulu ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan nabung dulu kak, nanti saya numpang icip2 laptopnya aja deh hahaha

      Hapus
  2. wah dia pake engsel.ergo.juga ya.. ish asus memang keren lah.. haha..ku dr awal punya hape asus selalu mupeng beli laptonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, kita sepertinya pengguna setia produk ASUS kak xD

      Hapus
  3. wkwkwk... mupeng uy tapi pasti mehong 😂

    BalasHapus
  4. pas baca di atas, dah selera kali mau belik...
    pas liat harga di bawah... pening kepala awak...

    BalasHapus
  5. Jadi ngiler, pasti powerful ya. Tapi nengok harganya alamak, musti nabung dulu. Btw thanks ya review nya menambah wawasan 😊

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Ide yang patut dipertimbangkan xD
      Nanti pakainya ganti2ian tiap minggu hahaha

      Hapus
  7. harga zenbook emang bikin klemet-klemet wkwkwkwk

    Dengan harga segitu, saya lebih prefer XPS atau Spectre sih mas.. Tapi kalau dikasih ZenBook ya ga nolak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, kalau dikasi saya juga nggak nolak mas hehe

      Hapus
  8. Wah bagus yah. Aku juga ada Asus, tapi yg ada finger printnya di pad..
    gak sebagus ini sih. Tapi ringan.. cocok buat aku yg skoliosis.
    Standarlah punyaku. Tapi liat review ini bikin ngiler juga yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada salahnya bergantai senjata, mari dibawa pulang saja xD

      Hapus

Terimakasih sudah mampir di irsyadmuhammad.com. Sila tinggalkan jejak dikolom komentar, terbuka pula untuk saran maupun kritik. Setiap yang meninggalkan jejak akan saya kunjungi balik blognya. Salam damai dan happy blogging.

Yang Nyasar di Mari: