Saatnya #MoneySmartMenginspirasi Generasi Milenial untuk Hidup Lebih Minimalis

By Irsyad Muhammad - 4/12/2019 08:30:00 AM

medium.com

Seiring meredupnya gaya hidup konsumerisme di kalangan generasi milenial dunia, alternatif gaya hidup minimalis justru semakin digandrungi. Gaya hidup minimalis ini awalnya berkembang di Amerika Serikat, lalu selanjutnya mulai merambah hingga sampai ke Jepang. Di Jepang, peminat gaya hidup minimalis berkembang jauh lebih pesat.

Seperti yang sudah disinggung di awal, bahwa penyokong utama gaya hidup ini kebanyakan adalah generasi milenial. Sudah tahu kan generasi milenial itu generasi apa dan kapan rentang kelahirannya? Informasinya banyak berserakan, kok. Pengertian secara umum, sih, generasi milenial adalah generasi yang lahir dari rentang tahun 1981 sampai 1996.

Kenapa gaya hidup minimalis banyak digandrungi milenial? Hal tersebut didasari fakta bahwa sesuatu yang membuat generasi milenial bahagia itu sebenarnya adalah pengalaman, bukan harta benda.

infografis by me.


Seperti halnya survei yang dilakukan Eventbrite Inc. dan Harris Poll. Survei tersebut menyebutkan bawa 78 persen generasi milenial lebih memilih mengeluarkan uang mereka untuk sesuatu yang bisa memperkaya pengalaman daripada barang-barang material semata. Selanjutnya, 82 persen dari milenial juga mengatakan bahwa mereka senang mengunjungi acara-acara seperti konser dan festival musik dalam satu tahun terakhir. Sementara 72 persen mengatakan bahwa mereka akan menambah pengeluaran untuk acara-acara serupa.

The Intelligence Group dalam studinya ikut menguatkan hal ini. Dalam studi terhadap kebiasaan belanja dari 1.300 orang yang rentang umurnya 18 sampai 34 tahun, diketahui bahwa lebih sepertiga milenial hanya membeli barang-barang yang menerut mereka diperlukan saja.

Apa itu Gaya Hidup Minimalis atau Minimalisme?

Gaya hidup minimalis itu sebenarnya apa, sih? Pasti banyak yang bertanya-tanya. Colin Wright, penulis asal Amerika Serikat dalam bukunya yang berjudul My Exile Lifestyle menyebutkan bahwa minimalisme adalah penilaian ulang prioritas sehingga kita dapat meninggalkan kelebihan barang, harta, ide-ide, hubungan dan kegiatan yang tidak membawa nilai di kehidupan.

Dari sudut pandang Colin sebagai penganut gaya hidup ini, jelas sekali bahwa minimalisme atau gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang mengajak kita untuk meninggalkan segala macam kelebihan barang, hubungan sosial, dan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya sama sekali tidak ada manfaatnya bagi kita. Minimalisme menekankan gaya hidup yang sebetulnya sangat simpel.

Saat ini, orang-orang mengalami kekurangan akan pengalaman, bukan benda.- Andrew Oswald, profesor ekonomi dari University of Warwick, Inggris.

Di Indonesia juga tidak jauh berbeda. Gaya hidup minimalis semakin dipromosikan bahkan oleh public figure sekalipun. Raditya Dika, seorang pekerja kreatif tanah air terang-terangan menyatakan diri mulai ikut menganut gaya hidup semacam ini. Radit (sapaan akrabnya) sampai menjual semua koleksi jam tangan mewahnya dan menggantinya dengan satu buah jam tangan yang benar-benar ia suka.

Apa Manfaat Menjalani Gaya Hidup Minimalis?


infografis by me.

Tentu saja gaya hidup minimalis tidak akan ramai digandrungi banyak milenial jika tidak memberikan manfaat. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kita rasakan dengan menjalani gaya hidup ini:

Lebih tenang, anti iri dan anti membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain
Dengan mengurangi konsumsi kita terhadap barang secara drastis, hidup nantinya akan menjadi lebih tenang. Kita tidak perlu lagi merasa harus iri dengan kehidupan orang lain yang selalu tampil wah dan bergelimang harta benda. Selain itu, kita juga tidak dipusingkan untuk selalu membanding-bandingkan teman yang kerjanya beli ini dan beli itu. Kita benar-benar hanya merasa perlu membeli barang ketika kita memang sangat membutuhkannya tanpa terpengaruh oleh apa yang orang lain pakai atau beli.

Dompet jadi lebih tebal, tabungan aman sejahtera
Menjalani minimalisme sudah pasti kita tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting. Untuk itu, sudah pasti dompet kita senantiasa tebal atau tabungan tidak terkuras dengan sadis. Dengan begitu kita bisa menyisihkan uang kita untuk hal-hal lainnya yang sekiranya bermanfaat untuk diri kita.

Bisa fokus kerja dan melakukan hal penting
Salah satu unsur yang ikut "terbuang" dari pilihan menjalani gaya hidup minimalis adalah hubungan sosial yang tidak memberikan manfaat dan kegiatan-kegiatan yang sebetulnya tidak penting. Berani melakukannya? Hmm. Mungkin bakal terdengar berat, tapi bukan berarti kita harus menjadi ansos (anti sosial) untuk hal ini. Maksud disitu adalah kita hanya harus memilih hubungan dan kegiatan yang berkualitas saja.

Dengan membuang yang tidak penting dari itu semua, kita jadi lebih fokus melakukan pekerjaan dan juga bisa memprioritaskan hal-hal penting lainnya tanpa perlu memikirkan orang lain. Kabar baiknya kita bisa jadi lebih produktif.

Punya banyak waktu luang
Sejalan dengan poin sebelum ini, menjalani gaya hidup minimalis akan membuat waktu luang kita lebih banyak karena kegiatan-kegiatan yang tidak penting dan tidak memberikan manfaat kepada diri kita sudah kita blacklist. Waktu luang itu bisa kita ganti dengan banyak hal bemanfaat, seperti mempelajari skill baru, mengambil waktu buat liburan (liburan memberikan manfaat, lho), menyalurkan hobi, hingga bisa meluangkan waktu untuk bercengkrama bersama keluarga tersayang. Hidup kita jadi lebih menyenangkan.

Bagaimana Memulai Gaya Hidup Minimalis?

infografis by me.

Nah, apakah sudah mulai tertarik menjalani hidup ala minimalisme? Kalau iya, bolehlah meluangkan sedikit waktu lagi untuk mengetahui bagaimana cara memulai gaya hidup ini. Percayalah, sedikit demi sedikit saya juga sudah mulai menerapkannya dalam kehidupan saya.

Pertama, singkirkan barang-barang yang sudah tidak berguna
Barang sedikit jauh lebih baik daripada banyak barang, itu lah konsep gaya hidup minimalis. Maka mulailah menyortir barang-barang yang ada di rumahmu, pilah yang sudah tidak terpakai lagi dan singkirkan. Jika barang tersebut masih memiliki nilai jual, tidak ada salahnya coba dijual kembali, banyak marketplace yang menyediakan lapak untuk itu. Jika barang tersebut tidak punya nilai jual lagi, sumbangkan ke orang-orang yang lebih membutuhkan agar barang tersebut bisa berguna.

Bagaimana memastikan suatu barang sudah tidak berguna lagi bagi kita? Ada yang menyebutkan apabila barangnya sudah 90 hari tidak kita gunakan, maka barang tersebut sebenarnya tidak berguna atau tidak penting, bisa disingkirkan. Tapi itu tidak mutlak, bisa diterka-terka sendiri.

Saya sudah memulainya dengan menyortir pakaian-pakaian yang ada di dalam lemari saya. Saya sortir dan singkirkan pakaian-pakaian yang selama ini tidak pernah saya pakai. Setelah disortir, saya baru sadar bahwa sebenarnya saya hanya memakai pakaian yang itu-itu saja selama ini, pakaian lain cuma teronggok tidak berguna sekian lama walaupun masih sangat layak. Akhirnya pakaian-pakaian yang tidak pernah saya pakai itu saya pisahkan dalam satu kantong besar dan niatnya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan. Alhamdulillah, ketika om saya yang punya usaha pengolahan dodol datang ke rumah, dia mau membawa sekantung besar pakaian lama saya itu untuk diberikannya ke pekerjanya yang berasal dari kalangan kurang mampu.

Sekarang lemari pakaian saya sudah memiliki lebih banyak ruang kosong. Bisa demikian karena kira-kira isinya jadi berkurang 60 persen setelah disortir, sisanya benar-benar pakaian yang saya suka dan selalu saya pakai. Manfaatnya, saya jadi tidak pernah tergoda untuk membeli pakaian baru lagi jika pakaian yang sudah ada masih bagus semua. Setelah dari pakaian, bolehlah beranjak ke barang-barang lainnya.

Kedua, fokuslah pada kebutuhan dan jangan terobsesi pada suatu barang 
Bukankah kita masih sering membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan? Gaya hidup minimalis bisa membatasi hal itu. Sebagian dari kita seringkali membeli barang atas dasar gengsi, ingin terlihat kaya dan berada. Jika kita fokus membeli barang ketika memang membutuhkannya, kita tidak akan menghamburkan uang begitu saja. Orang yang menjalani gaya hidup minimalis tidak akan latah membeli barang sebelum memastikan barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Hal ini berkaitan dengan obsesi kita dalam menginginkan suatu barang. Ada gawai keluaran terbaru, beli. Ada sneakers keren terbaru, beli. Yang cewe, biasanya selalu ingin tampil up to date supaya bahagia, beli dan beli. Karena obsesi terhadap suatu barang, kita jadi lupa bahwa barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan. Padahal, sejatinya, kebahagian tidak akan terbeli oleh barang-barang semata.

Ketiga, memperhatikan penggunaan waktu
Selain mengurangi konsumsi terhadap benda, penggunaan waktu juga harus diperhatikan. Pastikan waktu yang kita pakai menjadi seefisien dan seefektif mungkin. Sebaiknya kita memakai waktu dengan tingkat urgensi yang benar-benar penting dan meminimalisir interaksi sosial yang tidak perlu. Ini sebetulnya sudah sedikit disinggung di atas.

Untuk memulainya, kita bisa memperhatikan tiga hal. Mulailah dengan tidak selalu mengiyakan ajakan teman-teman untuk nongkrong di luar, lalu membuat jadwal kongkrit setiap harinya yang mencakup hal-hal penting apa yang harus kita kerjakan, terakhir memilih dengan siapa kita akan menghabiskan waktu kita. Tidak hanya barang, penggunaan waktu kita pun ikut minimalis.

Keempat, kelola uang secara baik dan bijak 
Karena gaya hidup minimalis tidak membuat uang kita gampang keluar, maka kita juga punya kesempatan lebih untuk mengelola uang kita secara bijak. Tidak terlalu mengherankan karena dengan menjalani gaya hidup ini, kita akan lebih leluasa menggunakan uang kita. Bagaimana cara mengelola uang? Banyak sekali pilihan yang bisa kita coba. Jika pengetahuan soal pengelolaan uang atau finansial masih minim, saran saya belajar dulu di MoneySmart.id.

MoneySmart.id sendiri adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia yang menyediakan konten-konten kreatif dan inspiratif untuk memandu pengelolaan finansial kita. Dengan mengusung jargon #MoneySmartMenginspirasi, MoneySmart.id akan menginspirasi generasi milenial untuk lebih sadar mengelola finansial dengan baik agar kehidupan kita jadi lebih terjamin.



Tenang, saya tidak bergurau, kok. Konten-konten yang tersedia di MoneySmart.id memang sangat menginspirasi kita untuk sadar mengelola keuangan. Salah satu kategori yang paling saya suka adalah Smart Money. Di Smart Money, kita akan diajarkan berinvestasi, menabung, mengelola keuangan (badgeting), hingga memilih asuransi. Tentu sangat bermanfaat untuk kita yang ingin hidup minimalis dengan pengelolaan keuangan yang terencana, efektif, dan efisien.

Yah, daripada uang kita dipakai untuk membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, kenapa tidak kita kelola saja uangnya secara bijak? Terlebih, kehadiran MoneySmart.id semakin menambah wawasan finansial kita agar kita sendiri juga tidak salah langkah dalam mengelola uang. Dengan begitu, kepuasan menjalani gaya hidup minimalis akan semakin terasa. Tunggu apa lagi, sudah berani hijrah ke gaya hidup minimalis? ;)


  • Share:

You Might Also Like

42 Comments

  1. sudah banyak space kosong di lemari pakaian saya. Karena pakaian yang nggak muat udah di sumbangkan. Sama begitu juga dengan buku kalau sudah gak lagi dibaca daripada kena kotoran cicak hehhe saya sumbangkan ke rumah baca...

    BalasHapus
  2. Fokus dan kurangi hal yang tidak penting.... memang harus dilakukan. Tak mudah lho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya mungkin terasa berat kak, tp nanti terasa sendiri manfaatnya hehe

      Hapus
  3. anak jaman sekarang generasi milenial memang suka nya yang aneh aneh ya kak, tapi memang sekarang teknologi semakin canggih dan sangat membantu dalam kehidupan kita, begitu juga gaya hidup sekaang juga sudah banyak yang berubah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba menerapkan gaya hidup minimalis nggak aneh kok, justru itu bagus karena mengurangi membeli barang material dan lebih memilih memperkaya pengalaman, :)

      Hapus
    2. mantap gan irsyad, bisa lebih hemat ya, dan tidak glamor, sehingga uang nya bisa untuk nabung buat naik haji ;)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih kembali Mba. Semoga bermanfaat :)

      Hapus
  5. Dulu pas jadi anak kost memang gini kak, tapi ii sekarang berat karena anak2 banyak, heheheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau anak2 biasanya emang nggak bisa anteng kak sama barang. Pasti banyak permintaan beli ini dan itu, terutama mainan. Udah risiko punya anak kecil sih :D
      Makanya gaya hidup ini biasanya diaplikasikan oleh generasi2 milenial kak, selagi hidup mandiri dan sendiri, mereka bisa menentukan gaya hidupnya tanpa perlu memikirkan yg lain2. Mungkin nnti kalau menikah dan punya anak menyesuaikan aja deh :)

      Hapus
  6. yang masih susah itu yang terakhir tuh, apalagi untuk emak2 kek saya ni.
    kadang ada aja pengeluaran yang tidak terencana...
    klo soal beli barang yang tak diperlukan sebelum ada konsep hidup minimalis saya sudah lakukan, mgkn karena tak hobby begaya...
    tas dan sepatu, dari hulu ke darat pake yang itu2 aja, mau ke pesta, mau hiking sepatunya sama kwkwkwkwkwkw.... tas juga gitu, tas yang udah bulukan pun saya bawa ke pesta. susah mau ganti2, soalnya perlengkapan perang mamak di dalam situ semua, dari mulai tisu, pampers, sampe struk belanja yang blom dibuang kawkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamak2 emang sulit banget kak jalani gaya hidup minimalis. Makanya di penelitian kan nggk ada emak2 hehehe xD
      Nnti kalo mamak2nya pada minimalis kasian anak2nya wkwkw

      Hapus
  7. Mirip metode konmari nya Marry kondo yak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan mirip kak, emang salah satu yg mempelopori gaya hidup minimalis juga marie kondo kok. :D

      Hapus
  8. sepertinya saya tertarik dengan gaya hidup minimalis ini deh. hampir mirip dg gaya hidup yg sudah ada sejak dulu yaitu 'gaya hidup sederhana' beli yg dibutuhkan, bukan yang diinginkan. nice info mass, love it!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas cb dimulai sedikit demi sedikit :)

      Terimakasih mas, semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. iyo mas, kalau koleksi buku harus minimalisir juga gak mass? sedih laaaa kalau ikut di 'singkirkan' juga, hahaha

      Hapus
  9. Mengatur dan mengelola memang penting banget, apalagi urusannya sama idup wuehehe, harus bisa dan bisa, dengan monetsmart semua bisa diatasi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting dong mas Andrie, sebanyak apa pun uang ya bisa habis jg kalau nggak dikelola dengan baik :)

      Hapus
  10. Hidup gw dari dulu minimalis. La wong gak ada duitnya kalo mau beli macem-macem, wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terpaksa minimalis karena keadaan itu mas, hehehe

      Hapus
  11. Ada 2 metode yg saya terapkan dr gaya hidup minimalis, 1 dari metode Konmari membuat saya lebih mengatur barang2 yang gak diperlukan dan menyimpan barang2 yg dibutuhkan saja, 1 lagi dari MoneySmart saya belajar untuk bergaya hidup lebih hemat dan mulai berinvestasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak. Lebih baik uangnya kita putar alias kita investasikan saja, dari pada dipakai buat gaya2an. Untung ada moneysmart jd bisa belajar banyak mengelola finansial :)

      Hapus
  12. Betul sekali, hidup minimalis membuat dompet jadi tebal, harus tahan godaan kiri kanan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahan godaan buat beli ini-itu yg paling berat kak :')

      Hapus
  13. Aku masuk generasi milineal kan ya? Hihihi. Aku banget nih, hitung beberapa potong baju di rumah dan untuk acara di luar. Beli seperlunya saja, teman gonta-ganti baju juga cuek saja, beda visi dan misi, ngomong sama diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren kak, cuek aja mah. Beli seperlunya, pakai yg menurut kita paling nyaman aja, nggak perlu liat orang lain :)

      Hapus
  14. wkwkwkwk. kenak banget ahh.....

    aku termasuk orang yang konsumtif banget., terkadang bingung mau bedain antara hidup sederhana dengan hidup cuma sekali., bagus banget artikelnya kek nya aku gak harus menentukan hidup sederhana atau hidup cuma sekali. pilih hidup minimalis aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah langsung ada yg terinspirasi nih.
      Semoga sukses memulai gaya hidup minimalisnya, jgn lupa mampir ke money smart jg biar makin terarah :)

      Hapus
  15. Wah saya banget ini minimalis. Ga mau ribet. Hehe mana yg nyaman itu yg digunain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kita kak, anti ribet riber club kita :D

      Hapus
  16. Kurasa belum bisa lah sy hidup cara Minimalis saat ini, masih bnyak pertimbangan bagi saya 😂😂

    BalasHapus
  17. Pengen banget hidup minimalis terutama soal perabot rumah tangga. Kami berdua sepakat punya impian bikin rumah ala jepang yang memang minim perlengkapan rumah. moga terwujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren mba. Rumah2 ala jepang itu memang minim perabot banget ya. Semoga deh terwujud :)

      Hapus
  18. Saya suka dengan hidup minimalis. Apalagi kalau mau akhir bulan, pasti minimalis banget kantongnya. Hehehe

    Tapi baru tau kalau ada moneysmart.id. keren ya...

    Semoga bisa lebih minimalis lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhir bulan mah kita semua terpaksa minimalis sepertinya bang :D

      Iya bang, di moneysmart kita bisa belajar soal finansial, termasuk untuk hidup mininmalis ini

      Hapus
  19. Wah keren sekali, banyak hal baru mesti saya pelajari supaya dompet suami saya bisa tebal..hehe. *kenapa jadi dompet suami :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, larinya ke dompet suami. Kayaknya suami mba bakal seneng nih kalau mba-nya jd hidup minimalis hahaha

      Hapus
  20. karena terkadang gengsi yang bikin pengeluaran membengkak, syukur aku bukan tipe orang yang suka latah untuk suatu hal. kalaupun ikutan itu juga hal yang jarang dan selera berbeda sih. dan aku tipe yang banyak mikir sebelum beli, bisa sampai 3x ke toko itu baru mutusin bener2 beli ato gk, takut mudah di goda kata "Sale" hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang lebih kita sama kak, hehe.
      Kadang-kadang kalo bolak balik ke toko itu, muka pramuniaganya udah nggak enak liat kita. Banyak nanyak dan liat-liat, beli nggak jg, nanti balik lg. xD

      Hapus

Sila tinggalkan komentarnya.