5 Tips Agar Menulis Jadi Lebih Menyenangkan

By Irsyad Muhammad - 4/05/2019 11:46:00 PM

hipwee.com

Menurut saya, menulis adalah aktivitas yang penuh tantangan. Bisa demikian karena aktivitas ini butuh fokus dan konsentrasi yang luar biasa. Karena hal itu, maka tak heran jika seorang penulis juga kerap disamperin sama beberapa penyakit. Emang ada penyakit penulis? Banyak. Itu juga merupakan tantangan tersendiri. Yang biasa menulis pasti tahu, penyakit-penyakit itu diantarnya adalah mudah jenuh, mudah bosan, mood berantakan, hingga writers block. Kalau sudah terkena penyakit itu, menulis jadi tidak menyenangkan.

Saya sendiri sudah menulis cukup lama, mungkin dari kelas 1 SMA. Yang saya tulis bisa apa saja, bisa artikel, cerita-cerita fiksi, curhat, atau ngalor-ngidul nggak jelas. Kalau sekarang, aktivitas menulis saya berkutat di blog ini, sesekali nulis opini untuk media cetak, dan sekarang juga aktif di platform lain seperti UC News. Jadi, bisa dikatakan saya menulis setiap hari, dan penyakit-penyakit seperti yang disebutkan di atas adalah makanan sehari-hari.

Namun, patut disadari bahwa sebenarnya penyakit penulis itu datang bukan tanpa sebab. Faktor paling besar bisa jadi karena kita kurang memperhatikan kenyamanan kita dalam menulis, sehingga pikiran dan tubuh kita jadi terganggu. Untuk itu, di sini saya akan membagikan beberapa cara atau tips yang biasa saya lakukan agar menulis jadi lebih menyenangkan sehingga penyakit-penyakit itu tidak mudah menghampiri.

Oh iya, tips-tips ini tidak terkhusus pada aktivitas menulis dalam bidang tertentu, mahasiswa yang sedang menulis skripsi pun bisa mengaplikasikan tips yang akan saya bagikan ini. Iya, saya tahu kok gimana menjenuhkan dan menjengkelkannya skripsi itu. Hehe.

Tanpa berlama-lama lagi, ini dia 5 tips agar aktivitas menulis jadi lebih menyenangkan:

Pilih tempat yang paling nyaman


idntimes.com
Lokasi atau tempat sangatlah mempengaruhi kenyamanan kita dalam menulis, karena hal ini akan bersinggungan langsung dengan ketenangan dan mood kita. Tentu saja, standar nyaman bagi setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang sudah bisa nyaman menulis di dalam kamar saja, ada juga yang lebih suka menulis di coffee shop, atau ada yang lebih suka menulis di perpustakaan. Sebagian orang pula, sesekali memvariasikan tempat atau lokasi dia menulis, misalnya terkadang di coffee shop, terkadang di taman, dan sebagainya.

Kalau saya sendiri tidak punya tempat khusus untuk menulis, di kamar sendirian juga tidak masalah. Tapi, untuk suasana, saya selalu membutuhkan suasana yang tenang dan bisa fokus berkonsentrasi. Waktu saya ngerjain skripsi, misalnya, saya sering menyendiri di lantai paling atas perpustakaan kampus. Perpustakaan menjadi pilihan saya karena suasananya tenang dan kalau butuh buku referensi bisa langsung saya cari, selain itu saya juga bisa ngadem karena di kos nggak ada AC. Tapi, sesekali saya juga membutuhkan suasana kekuningan yang syahdu seperti di coffee shop, menyudut sendirian, menikmati wifi gratis. 

Ada juga yang kebalikan dari saya, yaitu lebih suka menulis di tempat-tempat ramai, seperti di pasar malam warkop atau coffee shop yang sedang ramai pengunjung. Banyak lho yang baru bisa berpikir lancar jika sendirian di tengah keramaian. Tidak masalah, yang penting kita nyaman, dan itu kembali pada selera dan karakter masing-masing. 

Siapkan camilan

travel.tribunnews.com

Menulis itu berpikir, berpikir berarti otak kita bekerja, otak kita bekerja berarti ada energi yang dikeluarkan, energi yang keluar harus ditutupi dengan asupan makanan. Artinya, menulis bikin perut cepat laper. Oke, lanjut.

Ini penting. Kita sebaiknya perlu menyiapkan camilan di samping laptop kita karena tubuh juga butuh asupan ketika menulis. Camilannya bisa apa saja, bisa snack-snack ringan yang biasa tersedia di indomerit dan sejenisnya. Kalau yang lagi diet dan pinginnya makan yang sehat-sehat, bisa siapkan potongan buah-buahan segar untuk sesekali dimasukkan ke dalam mulut kita ketika sedang menulis. Ingat, buah-buahan segar, jangan duren yang baru jatuh dari pohon. 

Eits, ngamil doang tapi nggak minum juga nggak baik, bisa seret itu tenggorokan. Tubuh juga butuh cairan. Makanya, jangan lupa juga siapkan minuman. Kalau saya lebih sering menyiapkan kopi panas untuk menemani aktvitas nulis saya, bisa membuat mata lebih segar dan pikiran lebih tajam. Selain kopi, saya juga suka menyediakan air putih satu botol penuh. Kalau lebih suka minuman segar yang beraneka warna dan rasa, ya terserah juga. Kembali pada selera masing-masing. 

Nah, camilan sudah ada, minuman sudah ada, beuh, nulis jadi lebih betah. Mau makan tinggal comot camilan, mau minum tinggal sruput minuman kita. Asupan terjaga, energi maksimal.

Siapkan playlist terbaik

cintaihidup.com

Bagi sebagian orang, mendengarkan lagu akan menambah kenyaman dalam menulis. Kalau ingin menulis dengan lebih rileks, misalnya, lagu yang dipilih adalah lagu dengan alunan yang lambat dan slow seperti musik-musik instrumental. Kalau ingin lebih semangat, bisa pula mendengarkan lagu yang menghentak dan keras seperti lagu rock. Kalau mau nulis sambil goyang dumang, bisa dengerin dangdut koplo. Terserah.

Saya sendiri tidak harus mendengarkan lagu ketika sedang menulis. Saya lebih suka suasana yang tenang dan hening. Lain cerita kalau tempat sekitar saya menulis terlalu ramai atau berisik, maka mendengarkan lagu adalah salah satu opsi agar aktivitas menulis saya tidak terganggu. Sekali lagi, tergantung masing-masing orang.  

Refreshing

mozaik.inilah.com

Ketika sedang menulis dan pikiran kita sudah terlalu penat, mungkin itu pertanda bahwa kita butuh refreshing. Maka, cara yang paling tepat adalah langsung cari aktivitas lain yang dapat menghibur kita. Beberapa orang ada yang mengatasinya dengan menonton film, baca novel, main ponsel sambil ngecek-ngecek sosmed mantan, nongkrong sama teman-teman, atau bisa juga pergi jalan-jalan.

Gunanya refreshing itu sendiri tentu untuk menyegarkan pikiran kita. Jika pikiran kita segar, otak pun jadi lebih encer. 

Istirahat atau tidur

kaskus.co.id

Yang satu ini sangat penting: istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri terus menulis jika memang kondisi sudah tidak memungkinkan. Walau tempat sudah nyaman dan asupan selama menulis tetap terjaga, adakalanya tubuh bakal lelah dan butuh istirahat. Kalau sudah begitu, langsung tinggalkan laptop dan catatan-catatanmu, berbaringlah.  

Istirahat itu ngapain aja, sih? Saya juga tidak tahu pasti, tapi intinya kita memang harus meninggalkan segala aktivitas yang memakan energi sementara waktu, agar kondisi tubuh bisa kembali normal.

Malahan, kalau saya sedang menulis materi-materi yang cukup berat, saya justru merasakan kantuk yang teramat sangat. Oleh karenanya, jika mata terlalu berat dan otak juga sudah tidak bisa maksimal dalam berpikir, saya langsung menghempaskan badan ke kasur, tidur, lalu bangun dan langsung lanjut nulis lagi seperti tidak terjadi apa-apa.

Dengan membiasakan diri untuk istirahat dan refreshing (seperti tips sebelumnya), aktivitas menulis kita jadi lebih enjoy karena tubuh dan otak tidak dituntut selalu bekerja tanpa kenal waktu. Bukankah untuk menghasilkan tulisan yang baik, tubuh juga harus dalam kondisi baik? Hmm.

***

Memilih tempat yang paling nyaman, udah. Menyiapkan camilan, udah. Nyetel playlist, udah. Terakhir  jangan lupa sisakan waktu buat refreshing dan istirahat. Lengkap. Menulis jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Penyakit-penyakit penulis yang menyeramkan itu pun tidak bakal mudah menghampiri. Semoga tips-tips tersebut bermanfaat. :)



  • Share:

You Might Also Like

65 Comments

  1. Biasanya kalo dah mentok dan capek saya tiduran, tapi biasanya kl nulis saya dikamar aja biar tenang, sesekali dengerin musik jg ngemil dari indomerit, wk wk.

    BalasHapus
  2. Bener banget, Kak. Aku juga kalau t4nya nyaman, pasti menulis jg asik hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal nemu orang yg bisa bikin nyaman aja nih, Kak :D

      Hapus
  3. Kalo saya pake musik malah gak nulis, euy. Jadinya malah gak konsen. Wowkowkwowkwowk :v.

    Biasanya gue akalin dengan istirahat di tengah nulis. Kalo dah selesai istirahat singkat, biasanya ide-ide keluar begitu aja. Biasanya.. wkwkwkwkkwk :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada juga emang yang kalau denger musik malah nggak konsen, apa lagi kalau lagunya enak malah ikut berdendang wkwk

      Istirahat memang mujarab banget ya XD

      Hapus
  4. Poin istirahat atau tidur nih ... yang kerap kualami.
    Kalau lagi muncul ide dan tinggi-tingginya semangat menulis .. udah deeeh lupa waktu.
    Pas lihat jam, kageeet .. tau-tau hampir subuh.
    Padahal besoknya kudu ngantor lagi :D

    Kayak Michael, aku kalau lagi nulis juga nyari tempat yang sepiii ..., sama sekali ngga kedengaran suara :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati-hati Mas, kata Bang Rhoma begadang jangan begadang hahaha
      Istirahat penting tuh.

      Bener, saya juga harus nulis di tempat sepi dan sunyi, lebih tenang jadinya

      Hapus
    2. Bhuahhahaa ...
      Lah kok malah nyanyiin lagu dangdut siih ... 😅

      Toooooss kalo gitu, mas Irsyaad ...
      Kita samaan sukanya nulis di tempat yang sunyi, sepi sendiri ...
      Asalkan bukan di lokasi kuburan wwwwkkk 🤣

      Hapus
  5. Terima kasih tipsnya.
    Bisa ditambah stel musik kesayangan.
    Boleh juga ditambahi lagi "Tulis yang dikuasai dan disukai"
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener nih, memang agar lebih enjoy nulis kita harus menulis apa yang kita sukai dan kuasai. Makasih banget, Mas

      Hapus
  6. Menurut saya, yang penting itu refreshing dan cukup tidur. Kalau cemilan, saya nggak pernah menyediakan. Nggak suka nyemil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting tubuh dan pikiran tetap fit ya, Mba

      Hapus
  7. Saya termasuk orang yang nggak bisa nulis sambil makan, lho meskipun sampai sekarang nggak kurus juga sih...haha. Dan saya pemilih banget soal tempat. Hanya di kamar sendiri dan di meja sendiri saya bisa lebih fokus menulis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh sepertinya mba memang punya cara tersendiri ya buat nulis. Tapi hasilnya jg keliatan ya, produktif banget tulisan mba dan sudah menghasilkan buku. Patut dicontoh :)

      Hapus
  8. Naahh!! Tutorial menarik nih buat saya agar selalu rajin menulis...Soalnya terkadang kalau lagi nggak emut bisa 2 minggu nggak nulis2..😱😢😢

    Ok gan thanks banget sudah berbagi.😄

    BalasHapus
  9. Cemilan gak bole banyak2 mas. Ntar tulisan gk nambah malah berat badan yang nambah

    BalasHapus
  10. Saya itu..
    Gak bisa disatuin..
    Waktu musik ya musik..

    Waktu nulis ya nulis...

    Klo nymbi denger musik, gak jadi nulis, cari text lyric, ikutan nyanyi...

    Makanya bikin pr gak prnh nyambi dgr musik. Gak selesai2 pr nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohhh berarti kakak emang nggak bisa denger musik sambil nulis ya. Aku jg gt sebenarnya, tp kadang2 sekitar kita kan berisik banget gt, jd mau nggk mau aku jg harus dengerin musik biar fokus

      Hapus
  11. Kalo tengah malam, enak emang pake cemilan, musik, kopi, dll.. Biar Jauh2 dari suara anak, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kakak ini motivasinya biar menjauhkan diri dari suara anak2 hahaha
      Gini nih emak2 blogger xD

      Hapus
  12. mantap ini gan tips nya, mau ane terapkan ah biar nulis nggak bikin booring ya gan, makasih informasinya gan

    BalasHapus
  13. Semangat itu selalu ada cuma kadang kalau lagi buntu di depan laptop cuma yang dilihat malah lainnya mungkin harus buat daftar dulu kadang kalau kita sudah nyiapain playlist lagu yang enak juga kebawa lagunya juga hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus buat list dulu, selanjutnya membiasakan diri dan disiplin untuk terus nulis
      Kalau nggak nyaman sambil denger lagu juga nggak masalah kok, nggak usah didengerin ehehe

      Hapus
  14. Menulis dari hal yang disuka juga menyenangkan wuehehe :D

    BalasHapus
  15. tempat nyaman dan playlist seru juga udah cukup. kalau aku denger playlist yang beatnya cepat biar ngetiknya juga cepat sih, gak pake ngemil karena gak enak tangan jadi kotor. sebenarnya biar gimanapun menulis selalu jadi kegiatan menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sepertinya kakak udah menemukan kesenangan dalam menulis, jd enjoy2 aja sekarang :)

      Hapus
  16. Yang bahaya kalo tiba2 kebanyakan ngemil trus mandek kekenyangan abistu ketiduran eh yg ada malah gada tulisan sama sekali hehe

    BalasHapus
  17. Terima kasih sharing nya.

    Nambahin, kalo saya biasanya juga nulis pas keadaan hati lagi baik (nggak sedang bad mood). Kalo lagi bad mood tapi tetep harus nulis, saya biasanya menenangkan hati dan pikiran terlebih dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kak.
      Selain keadaan hati harus baik, kadang lagi patah juga bisa menghasilkan tulisan yang bagus loh mba

      Hapus
  18. Untuk yang nomor terakhir kadang suka lupa waktu. Endingnya penyakit yang namanya malas dan bosan karena lelah itu muncul.. Semoga sekarang bisa lebih kontrol diri sendiri soal waktu istirahat.. :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting tuh mas buat istirahat. Kadang mah kita nulis sampe tengah malem, eh paginya jd males2an. Padahal kalau kita jaga waktu, esok paginya jd semangat lagi buat nulis

      Hapus
  19. Wah saya gak bisa nulis sambil ngemil nanti malah jadi gak fokus, suka salut sama org yang bisa fokus nulis sambil ngemil hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok saya lebih enjoy pas ada camilan ya, hahaha

      Hapus
  20. Nambahin bang, kalau mau enjoy bisa juga nulis di hp jd bisa nulis kapanpun di mana pun tanpa buka laptop. Soalnya kalau mama kayak awak gini payah mau buka laptop hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalau saya nggk nyaman nulis di hp kak, mungkin keyboardnya kecil kali ya nulisnya cuma bisa jempol doang, jd pegel. Kalau punya keyboard eksternal yg buat smartphone lebih nyaman kali kak akunya hehe.
      Tergantung masing2 sih nyamannya gmn

      Hapus
  21. aku kalau dengar musik malah gak jadi nulis. Apalagi kalau lagunya itu yang dihafal. wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musik instrumental aja kak, jd instrumen doang tanpa ada yg nyanyi. Lebih enjoy dah tu nulisnya

      Hapus
  22. Keren bang 👍 isi artikelnya berfaedah sekali 😊

    BalasHapus
  23. nice info kak. Tapi memang sekarang-sekarang ini saya merasa tempat yang nyaman ditemani playlist dari blackpink *boombayah* dan ditemani cemilan membuat saya lebih mengalir tulisannya deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah nulisnya sambil dengerin blackpink hehe

      Hapus
  24. Biasanya saya lakuin beberapa kalo udah jenuh. Tapi khusus yg terakhir saya sering kebablasan

    BalasHapus
  25. Tipsnya, oke juga nih diterapkan, terutama refreshing kalau lagi buntu gak ada ide . nantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Refreshing paling oke tu kak kalau lg buntu :))

      Hapus
  26. Betol mak. Yg paling penting dan sering dilupakan. Menulislah dengan hati dan ikhlas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh kok mak nih wakaka
      Wahh ini baru oke, menulis dengan hati dan ikhlas. Penting banget

      Hapus
  27. Tips yang bagus bang. Tapi aku paling suka dengan tips pertama, Pilih tempat yang paling nyaman. Soalnya aku ga bisa nulis kalau dikeramaian. Ga bisa konsentrasi. Apalagi kalau ada suara suara ga jelas. Makin buyar deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, ngaruh banget itu soal lokasi kita nulis. Harus bener2 nyaman deh tempatnya utk kita

      Hapus
  28. Banyakin refresh n jenjalan kali ya...hahahha...itu mah maunya emak2 kayak kk. Padahal giliran pas mau nulis malah sibuk stalking sampek mata lelah....wkwkkwkw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh mau nulis malah stalking nih. Ayo fokus kak fokuss hahaha

      Hapus
  29. mas cara ngembaliin mood nulis himana yaa? saya itu mood2an bgt, kadang minggu ini semangat, minggu bminggu besok dst malaaass kali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya ngejaga mood nulis dengan biasain baca buku setiap hari mas, walaupun barang bbrp lembar per hari. Krn kalau saya nggak tau knp tiap habis baca buku bawaannya pingin nulis, mau nulis apa aja ya bodo amat lah, yg penting pingin banget nulis.
      Atau kalau cara kayak gt nggk bekerja buat mas, ya harus kembali lg motivasi mas menulis buat apa.
      Saya sih skrng nulis udh tiap hari mas, sejalan dgn biasain baca tiap hari. Sekrang ketahannya bukan di mood lagi, tp di ide dan inspirasi.
      Semoga membantu mas, Hehe

      Hapus
    2. itu maksudnya setiap hari nulis tu gak harus selesai tulisannya yg penting nulis entah cuman berapa paragraf doang gitu ya mas?

      Hapus
    3. Iya mas nggak harus selesai tulisannya. Bahkan di blog saya banyak tulisan yg masih dalam draft, isinya pun entah apa nggak jelas. Tp ujung2nya ya bisa jd tulisan utuh yg bisa dipost jg

      Hapus
  30. Dari semua tantangan yang ada, ada satu yang gw yakin semua penulis atau blogger pernah ngerasain: membangun mood buat nulis


    Fiuhhh, mati lah lu kalo udah gak mood.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduhh, banyak yg terkendala dengan moodi nih. Coba konsisten aja dulu, nnti pasti mood udh nggk jd kendala lg deh hahaha

      Hapus
  31. Hmm, setuju sama poin pertama, klo saya butuh tempat yang nyaman buat nulis. Makanya sering nyolong2 waktu nulis buat blog di kantor yang ada AC-nya dan empuk kursinya, wkwkwk (maafkan daku yah bos, klo g ada kerjaan doang kok)

    Btw saya mungkin bukan tipe orang yang bisa nulis di tempat yang berisik, makanya suka heran klo ada orang yang bisa nulis sambil denger lagu, klo saya yang ada malah ikutan nyanyi, xixixi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kursinya empuk, terus ber-AC, udah deh pewe banget itu hahaha. Betah nulis jadinya.

      Nah, malah mood saya kadang2 pingin nulis di tempat ramai, atau sambil dengerin lagi. Beda-beda sih tiap orang ya

      Hapus

Terimakasih sudah mampir di irsyadmuhammad.com. Sila tinggalkan jejak dikolom komentar, terbuka pula untuk saran maupun kritik. Setiap yang meninggalkan jejak akan saya kunjungi balik blognya. Salam damai dan happy blogging.