Mengintip Tempat Wisata Pemandian Alam Babar Sari Lau Kulap di Langkat

By Irsyad Muhammad - 11/14/2019 12:34:00 AM



Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk mengintip tempat wisata pemandian alam yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Nama tempat wisatanya adalah Babar Sari Lau Kulap.

Kenapa saya sebut mengintip? Karena saya memang datang ke tempat ini hanya untuk mengintip, tanpa perencanaan dan ekspektasi apa-apa.

Tempat wisata Babar Sari Lau Kulap terletak di Dusun Lau Kulap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Buat yang mau datang ke tempat wisata ini, bisa mengambil rute dari Kota Medan dan langsung menuju ke arah Kota Binjai. Sesampainya di Binjai, ikuti jalan menuju ke arah Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Waktu itu saya berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Dengan kecepatan normal, perjalanan saya hingga sampai di tempat yang dimaksud memakan waktu 1,5 jam dari Kota Binjai.

Nah, daerah menuju dan sekitar tempat ini memang terkenal dengan banyaknya objek-objek wisata pemandian alam. Memasuki Jalan Namukur, sesekali kalian akan disapa oleh beberapa guide lokal yang menawarkan beberapa objek wisata. Syukurlah saya sudah pernah melewati daerah ini, jadi tak perlu guide lagi.

Mari kita mulai dari kondisi jalan menuju ke tempat ini. Terakhir kali saya melewati jalan menuju Kecamatan Kuala, masih banyak sekali beberapa ruas jalan yang rusak. Namun sekarang akses menuju ke sana sudah sangat bagus, jalannya mulus semua. Hanya saja ketika sampai di simpang tiga menuju jalan masuk ke tempat wisata Babar Sari Lau Kulap, disarankan untuk berhati-hati karena akan menemui jalan berbatuan dengan batu-batu yang cukup besar.


Jalan masuk ke tempat wisata yang berbatu.


Becek, cyin.

Oh, iya, dalam perjalanan menuju Dusun Lau Kulap, saya masih menemukan praktek pungli yang dilakukan oleh oknum setempat. Kebetulan saya datang di hari minggu, dan saya dimintai uang sebesar Rp 10.000. Hadeh, semoga saja Pemerintah Kabupaten Langkat bisa menangani ini segera.

Jarak dari simpang tiga menuju gerbang wisata pemandian Babar Sari Lau Kulap mungkin sekitar 1 km. Nanti akan dijumpai sebuah tulisan besar berwarna merah yang bertuliskan "Kolam Renang Mata Air Babar Sari Lau Kulap". Jika sudah ketemu tulisannya, berarti sudah sampai di lokasi yang dimaksud.


Ketemu tulisan merah ini, tanda sudah sampai di lokasi.


Balik ke pembahasan awal, saya datang ke tempat ini tanpa persiapan dan perencanaan yang matang. Saya hanya datang dengan rasa penasaran yang berlandaskan informasi kalau tempat ini adalah tempat yang bagus buat mengisi akhir pekan.

Niat saya sederhana, saya ingin menyegarkan pikiran sambil menikmati suasana alam dan ditemani gemiricik aliran air sungai yang rendah. Niat saya ternyata salah, tak afdol jika tak menceburkan diri kalau sudah sampai di sini.

Tiket untuk masuk ke lokasi wisata Babar Sari Lau Kulap adalah Rp 5.000/orang. Bagi yang membawa motor akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5.000/motor serta Rp 15.000 bagi yang membawa mobil.


Gerbang masuk tempat wisata Babar Sari Lau Kulap, di sini bayar tiket masuk dan parkir, lalu langsung cus meluncur ke bawah.

Setelah mendapatkan tiket masuk, jalan menuju ke pemandian dari gerbang utama memang sedikit ekstrim. Dari gerbang masuk, saya sudah dihadapkan dengan jalan menurun yang kemiringannya lumayan curam. Saya baru menyadari, wajar saja banyak pengendara motor (terutama perempuan) tidak berani turun ke bawah dan menitipkan motornya di gerbang masuk.

Ternyata hal ini direspon dengan sangat baik oleh pengelola. Bagi yang takut turun sendiri dengan kendaraannya, pengelola Babar Sari Lau Kulap sudah menyediakan layanan mobil antar-jemput dari gerbang masuk menuju tempat wisata. Mobil antar-jemput ini sudah dimodifikasi bagian belakangnya sehingga bisa dinaiki beberapa orang.

Jadi, buat yang tidak siap turun ke bawah, motor bisa dititipkan di gerbang saja. Saya sendiri masih bisa mengendarai motor sampai ke lokasi utama, jadi tak perlu ikut mobil antar-jemput ini.


Mobil khusus yang disiapkan untuk antar-jemput. Gratis, kok.


***

Siapa yang nggak tergoda buat nyebur kalau kayak gini?

Sesampainya di tempat utama, pertama kali langsung terlihat sebuah kolam air berwarna biru yang cukup ramai. Maklum, saya datang di akhir pekan dan di awal bulan. 

Melihat kolamnya, penyesalan yang sudah saya katakan di awal tadi langsung mampir di benak saya: KENAPA NGGAK BAWA BAJU GANTI, BAMBANK???

Betapa saya menyesal. Air dalam kolam dijamin tidak akan bau kaporit karena berasal langsung dari mata air di dataran tinggi Lau Kulap. Kebayang kan segarnya?


Air di kolamnya langsung berasal dari mata air, segar dan tidak bau kaporit.

Kolam mata air dibagi menjadi dua bagian, satu bagian untuk anak-anak dan satu bagian lagi untuk dewasa. Untuk kolam dewasa, kedalaman airnya adalah 160 cm. Di atas kolam, sudah ada jaring-jaring yang sengaja dibentangkan untuk menghalangi kotoran atau dedaunan demi menjaga kebersihan air kolam.

Eits, tunggu dulu. Biaya masuk ke kolam mata air ini berbeda lagi dari biaya tiket masuk di gerbang awal. Untuk bisa menikmati segarnya mata air di kolam ini, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa. Di sekitar area kolam juga sudah ada beberapa tempat untuk membeli jajanan ringan dengan harga yang masih terjangkau.


Tangga itu menuju ke spot foto, kena biaya Rp 5.000 per orang.

Selain kolam mata air ini, ada juga beberapa spot untuk berswafoto. Untuk masuk ke spot ini akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000/orang. Ada spot seperti balon udara, ada juga spot miniatur bangunan Belanda ditambah juga sewa baju ala noni Belanda. Pun untuk sewa baju noni Belanda akan dikenakan biaya yang berbeda, yaitu Rp 5.000/orang.




***

Desiran air sungai terdengar nyaring di kuping saya. Meninggalkan kolam mata air tersebut, saya segera menuju ke sungai yang ada di bawah. Dengan berjalan kaki, saya menuruni sedikit anak tangga dan jalan yang landai.


Menuju ke sungai yang ada di bawah, hati-hati gelinding karena sedikit curam.


Sampai di bawah, mata saya langsung disuguhkan dengan pemandangan alam yang berbeda dari kolam mata air tadi. Sungai kecil ini diapit pepohonan hijau yang meneduhkan, serta sesekali saya menjumpai monyet-monyet liar yang bergelantungan dari satu dahan ke dahan lain.




Sayang, nggak bawa baju ganti.

Fasilitas di sekitar sungai terbilang lengkap. Pengelola Babar Sari menyediakan beberapa pondok yang diletakkan di bibir sungai. Biaya sewa pondoknya adalah Rp 25.000/pondok. Selain itu, ada beberapa toilet yang bisa digunakan juga untuk berganti pakaian. Ada musholla untuk sholat bagi yang Muslim serta ada kantin yang menjual beberapa minuman ringan dan mie seduh. Buat yang mengendarai mobil pribadi juga bisa langsung parkir di dekat sungai, karena jalan menuju ke sungai bisa dilalui kendaraan roda empat.

Saran saya, ketika memilih berekreasi di sungai ini, bisa membawa persediaan bekal dan makanan dari rumah. Bukannya apa-apa, karena sejauh yang saya dapati, tak ada yang menjual makanan berat seperti nasi di sekitar sungai. Saya rasa dinginnya air sungai tak akan bisa ditambal dengan mie seduh semata, bukan?

Bagi yang ingin merasakan sensasi bermalam di Babar Sari Lau Kulap, pengelola telah menyediakan beberapa kamar penginapan. Biaya bermalam untuk kamar dua lantai adalah Rp 500.000/malam, sedangkan untuk kamar biasa adalah Rp 400.000/malam.


Penginapan dua lantai, cocok buat yang liburan bersama keluarga.


Kalau yang ini buat pengantin baru. Cihuy.


***
Satu hal yang saya suka dari tempat wisata Babar Sari Lau Kulap ini adalah pelyanannya yang responsif. Tak cuma karena fasilitas yang telah disediakan, menurut saya mereka sangat ramah dan benar-benar melayani tamu dengan sangat baik. 

Masing-masing pelayan (atau mereka sebutnya ranger) sudah terhubung dengan Radio Ht. Jadi, pelayan di area gerbang masuk, parkiran motor, parkiran mobil, hingga supir antar-jemput, mereka semua bisa saling berkordinasi satu sama lain. Ya, manajemen pengelolaan tempat ini saya kira layak disebut profesional.

Secara keseluruhan, buat yang tinggal di sekitar Kota Medan, Binjai, atau Langkat, tempat wisata pemandian alam Babar Sari Lau Kulap bisa dijadikan pilihan untuk berakhir pekan. 

Satu yang patut diperhatikan, bagi yang membawa sepeda motor, harap berhati-hati saat melewati jalan bebatuan menuju gerbang masuk Babar Sari, dan juga harus siap mental jika ingin mengendarai sendiri kendaraannya baik saat turun atau naik karena kemiringannya sangatlah curam.

So, jika ada kesempatan lagi pasti saya akan kembali ke tempat ini, dan tak lupa membawa baju ganti agar saya tak menyesal untuk yang kedua kalinya.

***
Kelebihan Tempat Wisata Pemandian Babar Sari Lau Kulap:
  • Jalan menuju tempat wisata yang sudah sangat bagus.
  • Biaya tiket masuk dan biaya-biaya lainnya masih terjangkau.
  • Alam yang masih asri dan kebersihan yang terus terjaga.
  • Pelayanan yang sudah profesional.
  • Fasilitas yang lengkap.
Kekurangan Tempat Wisata Pemandian Babar Sari Lau Kulap:
  • Masih ada praktek pungli di tengah perjalanan menuju ke tempat wisata.
  • Masih adanya jalan berbatuan sejauh 1 km sebelum menjumpai gerbang masuk tempat wisata.
  • Mobil sedan atau mobil yang memiliki kolong rendah akan kesulitan masuk karena jalan berbatu yang cukup besar.











  • Share:

You Might Also Like

54 Comments

  1. Paling enak sih Mandi ditempat yang kayak gini, soalnya masih asri dan menyatu dengan alam.. lebih fresh dan lebih nikmat hehhe

    BalasHapus
  2. Meskipun cukup jauh untuk menjangkaunya tapi terbayar dengan suasanya yang asik dan menyenangkan. ditambah fasilitas photoboth yang igable banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya fasilitas yang disediakan lengkap deh, mas.

      Hapus
  3. Udh pernah kesini dan benar" tempatnya sangat cocok dijadikan tempat liburan di akhir tahun. Walau rame, tapi tetap bisa seru-seruan..

    BalasHapus
  4. Tfs yaa Bg Irsyad,, jadi nambah referensi nih destinasi wisata bawa anak² kami yg pesantren liburan semester. Ulasannya berfaedah. Insyaallah kl kami ke sana saya bakal buka artikel ini lagilah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak, artikel ini selalu ready utk menemani perjalanan ke sana :)

      Hapus
  5. Langsung mupeng weii, haha
    Yuk lah kopdar nanti blogsum kemari ya..
    e tapi, liat jalannya miris ya..
    semoga menjadi perhatian pemda setempat, ini tempat wisata yang punya potensi, bisa mendongkrak perekonomian sekitar. Semoga ada perbaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, medan yg berbatu lumayan juga nih kak, anak2 blogsum pada siap kah? hahaha

      Hapus
  6. bagus juga tempatnya ya. belum pernah ke sini. airnya pun masih jernih kayaknya ya? bolehlah kapan-kapan jadi rencana jenjalan ^^

    BalasHapus
  7. Suegernya pemandangannya, apalagi liat air sungai yang jernih itu pengen nyebur rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya harus balik lagi ke sana nih kak cuma buat nyebur doang hahaha

      Hapus
  8. emng enaknya klo mandi di kolam yg airnya bersumber dari mata air berasa seggernya gk abis2. tapi ya itu, pungli masih sering dan banyak sekali terjadi. ah endonesiah, kapan bisa enak beneran berwisata tanpa pungli ya bang. tfs bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu terakhir kali melintas di jalan ini lebih banyak lagi kak pungli nya. Sekarang masih ketemu satu titik yg ada pungli nya

      Hapus
  9. Aih cantek kali suasananyaaaa 😍 maulah mandi mandi disini

    BalasHapus
  10. Asik banget ya liat tempat mandi2nya. Nggk mau di subgai kolamnya pun cantik kali. Tapi ada jalan yang agak becek gitu ya...ini sebelah mananya tangkahan? Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini jauh dari tangkahan sih kak, kalau aku masuk dari kota binjai, menuju ke arah kolam abadi pelaruga

      Hapus
  11. Biru kali airnya kalau saya ke sana pasti udah langsung nyebur deh hehe, sayang aksesnya masi sulit ya, enakan utk yg berkeluarga pergi naik mobil aja ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau berkeluarga mending naik mobil sih kak, terus mobil yg kolongnya agak tinggi

      Hapus
  12. seru kaliii keknya nyegerin airnya. tapi knp lupa bw baju bambang :" ngakak bgt. jalannya masih jelek ya bang hmmm mikir lg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lupa bawa baju ganti adalah sebuah penyesalan yg hakiki kak :')

      Hapus
  13. Lwbih milih mandi di sungai daripada kolam kayaknya, itu sungainya jernih dan segar, udah manggil2 buat nyemplong... hihi...

    Memang kalau ke tempat pemandian gini lebih asik bawa bekal sendiri, lebih seru, apalagi disni ga ada yg jual makanan berat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal pilih bang, kolam ada di atas, mau ke sungai turun sedikit lagi ke bawah.

      Enak bawa bekal sendiri emang, apalagi kalau ngumpul di sana sama temen2 atau keluarga besar, bisa sambil bakar2 ikan atau ayam

      Hapus
  14. Udah pernah kesana dan mandi di sungai paling bawahnya. Tempatnya keren banget sebenernya, tapi jalan ke bawahnya itu lho yang wow banget. Jantung bisa copot saking deg-degannya.

    BalasHapus
  15. Perjalanan penuh liku tidak terasa kalau sudah sampai tempat tujuan..seger banget itu airnya jadi pengen nyebur heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tidak terasa lagi kalau saya bisa ikut nyebur, Mba :')

      Hapus
  16. Sejuuk banget ngeliatnya..kalo anak2 liat udah minta nyebut langsung tu. Sayangnya jauh bangetπŸ˜…πŸ˜—

    BalasHapus
  17. Temoatnya asri tapi buat saya yg penakut, ga akan berani turun ke sungai sediri. Keliatan sepi banget sih.xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya itu ramai, tp kebetulan saya ambil spot foto yang nggak terlalu keliatan ramainya. Hehe

      Hapus
  18. Tempat yang sangat menarik. Di Sumatera masih banyak ginian ya kayaknya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak, Mas. Di sekitaran daerah ini memang potensi wisatanya berkisar di pemandian alam yang masih asri banget

      Hapus
  19. Masya Allah, tempatnya bikin.mupeng Mas, wlaau jalan menuju kesana agak sulit kayaknya ya.

    BalasHapus
  20. Masya Allah, air kolam renang biruuu. Ada kabut juga di sekitarnya. Sejuk sekali..

    BalasHapus
  21. Keren banget sihhhh...! Meskipun saya lahir dan tinggal di daerah pegunungan, tapi tetepppp ga bosan main ke tempat wisata seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keuntungan tinggal di daerah pegunungan bisa merasakan segarnya air pegunungan langsung. Saya nggak bosan2 juga hahah

      Hapus
  22. Semoga aksesibilitasnya makin bagus ya mas. Jadi makin banyak wisatawan yg berkunjung.

    BalasHapus
  23. Sepadan ya, antara perjalanan dengan keindahan yang dirasakan. Suasananya masih asri dan alami sekali. Cocok untuk ngadem pikiran lepas dari rutinitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas banget buat yang lagi penat sama kerjaan di kantor. Melipir sebentar ke sini di akhir pekan dan menenangkan pikiran, dijamin memulai kerja lagi jadi lebih fresh

      Hapus
  24. yampun seru banget nih klo kesana. perjalanannya menantang, tempatnya juga asri banget. jadi pengen kesana

    BalasHapus
  25. Keren banget persis kayak yang sungai gelar yang di jembrana bali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah ke Bali. :')
      Tapi kalau ini emang mirip Bali, hati saya sedikit senang dtg ke tempat ini. Hehe

      Hapus
  26. Wah kalau main ke langkat harus ke sini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak pilihan di Langkat, tempat ini salah satunya :)

      Hapus
  27. Mata dan pikiran gw selalu berasa seger dan fresh kalo liat yang ijo-ijo dan alami gini. rasanya pengen punya rumah di tempat kaya gini. Udara bersih, lingkungan alami, gimana gak pengen coba?

    BalasHapus
  28. Biasa kalau ada kesimpulan akhir, akan lebih menarik bang

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.