Review Film Rumah Kentang: The Beginning, Horor Klasik yang Terkesan Dipaksakan

By Irsyad Muhammad - 11/27/2019 05:41:00 PM


Rumah Kentang: The Beginning bukanlah kelanjutan dari film Rumah Kentang yang pernah rilis pada tahun 2012 lalu. Idenya sendiri masih sama, yaitu berasal dari urban legend yang ada di Bandung.




Sumber: imdb.com

Buat yang belum tahu, di Bandung ada mitos yang cukup terkenal soal kemunculan bau kentang. Disinyalir, jika kita mencium bau kentang, itu merupakan tanda-tanda kehadiran makhluk tak kasat mata di sekitar kita. Mitos ini lah yang coba diangkat kembali dalam bentuk sebuah film horor klasik.

Rumah Kentang: The Beginning (2019) sendiri mengambil latar belakang tahun 80-an. Film ini diproduksi oleh Hitmaker Studios dan diproduseri oleh Rocky Soraya. Untuk sutradanya adalah Rizal Mantovani.

Dari pemerannya, rasanya film ini cukup menjanjikan. Ada Luna Maya yang berperan sebagai Sophie, lalu ada Christian Sugiono sebagai Adrian yang juga suami Sophie. Pemeran-pemeran lain diantaranya adalah Jajang C. Noer, Epy Kusnandar, Nicole Rossi, Rayhan Vandenoort, dan Davina Karamoy.

Note: Spoiler Alert!!!

Adrian adalah seorang penulis novel horor yang belakangan penjualan novelnya menurun drastis. Bersama Sophie yang merupakan istri sekaligus ilustrator dari novel-novel Adrian, mereka harus mencari inspirasi baru agar novelnya kembali diminati.

Mereka pun memutuskan pergi ke rumah orang tua Sophie yang sudah lama ditinggalkan. Letak rumah itu ada di perkebunan kentang di daerah sekitar Jawa Barat. Adrian berharap bisa mendapatkan inspirasi ketika berada di rumah tua milik orang tua Sophie tersebut.

Orang tua Sophie sendiri sudah lama menghilang. Mereka dulunya adalah pengusaha yang memiliki kebun kentang yang cukup luas. Kedatangan Sophie ke rumah tersebut mengingatkan kembali kesedihan Sophie terkait keberadaan orang tuanya yang tidak jelas sampai sekarang.

Di belakang perkebunan kentang itu, ada sebuah gudang yang cukup mencurigakan. Di dalam gudangnya teronggok sebuah tungku api besar yang dulunya digunakan untuk merebus kentang dan makan besar warga desa. Namanya juga film horor, pastinya rumah dan gudang yang terletak di perkebunan kentang tersebut menyimpan misteri tersendiri.


Sumber: imdb.com

Sophie dan Adrian datang ke rumah tua itu bersama ketiga anaknya dan seorang Nenek. Sejak awal kedatangannya, mereka terus diteror oleh sesosok hantu anak kecil. Sekujur kulit hantu anak kecil itu melepuh dan mengeluarkan darah.

Hingga, satu persatu anak Adrian dan Sophie menghilang. Jika dilihat lagi, menghilangnya anak-anak mereka selalu mengarah ke gudang di belakang kebun kentang itu. Ada apa gerangan di gudang tersebut? Apakah ada kaitannya dengan hantu anak kecil itu?

Nah, kita sampai pada bagian yang isinya mengandung butir-butir spoiler. Bagi yang tidak mau kena spoiler, sila tinggalkan artikel ini. 

Ternyata, teror yang didapatkan keluarga Adrian dan Sophie di rumah ini ada kaitannya dengan menghilangnya kedua orang tua Sophie. Jadi, dulunya kebun kentang milik kedua orang tua Sophie ini selalu gagal panen. Kualitas kentang mereka tak pernah bagus, sampai-sampai kedua orang tuanya hidup melarat dan terpaksa makan kentang busuk setiap hari.

Tak kaya maka pesugihan. Putus asa, kedua orang tua Sophie pun memilih jalan sesat itu. Mereka membuat perjanjian dengan setan agar mereka bisa panen kentang besar-besaran dengan kualitas yang juga bagus. Si setan pun meminta tumbal yang mana adalah nyawa seorang anak kecil.

Singkat kata, anak kecil yang harus dijadikan tumbal akhirnya ketemu. Anak itu lalu direbus bersama kentang-kentang dalam tungku besar yang ada di gudang. Jeng jeng! Jadilah arwah gentayangan anak kecil yang siap meneror siapa saja yang tinggal di rumah tersebut. 

***

Pun, jalan cerita film ini mudah ditebak. Misalnya, ternyata anak itu adalah anaknya Bi Darti, pembantu kedua orang tua Sophie sendiri. Untuk menguatkan cerita, dikisahkan lah Bi Darti yang malu karena memiliki anak yang menderita cacat fisik. Bagian yang coba dijadikan plot twist tapi gagal karena mudah ditebak.

Sumber: imdb.com


Jumpscare-nya? Boleh lah, karena cukup mengejutkan dan buat saya spot jantung sesekali. Tingkat keseraman hantunya juga lumayan, tapi nggak seram-seram amat.

Applause juga patut kita berikan untuk Luna Maya. Luna Maya yang mendadak horror-able sejak memerankan Suzzana, kembali menunjukkan kebolehannya dalam film ini.

Ada beberapa adegan di mana hantu anak kecil tersebut mencoba menyerupai sosok Sophie yang diperankan Luna Maya itu. Senyum creepy Luna Maya itu, lho, cukup membuat bulu ketek kuduk saya berdiri.

Adegan yang membuat aneh adalah ketika Adrian dan Sophie menemukan sebuah pintu rahasia menuju ruang bawah tanah. Di dalamnya ternyata ditemukan beberapa mayat yang diduga merupakan tumbal dari pesugihan yang dilakukan kedua orang tua Sophie. Tidak ada angin, para mayat tersebut tiba-tiba hidup lalu mencoba melukai Adrian dan Sophie.

Ada dua alasan yang membuat adegan ini justru merusak filmnya. Pertama, adegan Adrian dan Sophie yang dikejar-kejar para mayat itu justru membuat film ini seperti film zombie. Jauh dengan image filmnya.

Kedua, orang tua Sophie sudah menghilang berpuluh tahun sejak Sophie masih kecil. Tetapi mayat bekas tumbal pesugihan kedua orang tuanya masih terlihat segar dengan sekujur tubuh yang melepuh dan berdarah. Agak kurang masuk akal.

Satu lagi yang mengganjal adalah penggambaran dari “kentang” itu sendiri. Sebenarnya, kentang ini nggak penting-penting amat dalam ceritanya. Hantu anak kecil itu juga muncul karena praktik pesugihan, yang KEBETULAN saja lokasinya ada di kebun kentang.

Tetapi, si kentang malah ikut meneror keluarga Adrian dan Sophie. Misalnya, ada adegan ribuan kentang yang jatuh dari tangga dan memenuhi lantai rumah, ada pula adegan anak Sophie yang ketiban ribuan kentang. Alhasil, kentang yang aslinya enak kalau digoreng ini berubah jadi teror yang terlalu dipaksakan.

Itu berarti, tak masalah kalau ternyata kedua orang tua Sophie adalah pengusaha kebun jengkol. Anak-anak Sophie pun tidak bakal ketiban ribuan kentang, tapi ketiban ribuan jengkol. Rumahnya pun bukan jadi bau kentang, tapi bau jengkol. Tinggal judul filmnya yang berganti menjadi Rumah Jengkol.

Itu mengapa saya sebut film ini sebagai film horor klasik yang terlalu dipaksakan. Idenya tak ada yang istimewa bahkan cenderung klise: pesugihan, balas dendam, rumah tua yang lama tak berpenghuni, dan sejenisnya.

Urban legend soal bau kentangnya juga dipoles kurang tajam, jadi esensi dari si “rumah kentang” ini nggak kena. Syukurnya, ada peran Luna Maya yang menyelamatkan film ini. Christian Sugiono dan Jajang C. Noer juga bermain dengan apik.

Secara keselurhan, saya kasih nilai 5/10 untuk film Rumah Kentang: The Beginnning ini.

  • Share:

You Might Also Like

54 Comments

  1. Jadi pengen nonton, soalnya penasaran😆. Semoga tdk trlalu mengecewakan

    BalasHapus
  2. aq ngakak pas bagian rumah jengkol haha kbayang tu anak ketiban jengkol apa gk benjol2 palanya hahaha..btw bagus lah artikel nya..hahaja menghibur juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesel kak. Padahal kentangnya nggak ada salah apa2 di film ini, tapi image nya kayak horor banget si kentang.

      Jangankan jengkol, diganti rengginang juga nggk ngaruh sama background hantunya hahaha

      Hapus
  3. Alur ceritanya terlalu mainstream yah mas so endingnya jadinya mudah ketebak

    BalasHapus
  4. Film Indonesia sekarang kurang asyik horornya. Kadang film horror berbau adegan porno, kadang film horor yang kurang seram.

    Malah beberapa kali nonton film malaysia yang berbau horor lebih asyik. seru lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, dengar2 horor malaysia lagi naik daun nih

      Hapus
  5. saya pikir film ini juga kentang sih. Nilai 5 malah terlalu bagus sepertinya hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bbrp aspek sprt sinematografi rizal mantovani dan akting luna maya yg apik agak menyelamatkan film ini. Tp kalau ada yg menganggap nilai terlalu bagus, ya ada benernya juga hahaha

      Hapus
  6. Waduh, baca review dan resensinya bikin saya nggak pengen nonton mas. Secara, paling takut sama film horror, karena realita hidup aja terkadang udah horror kan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, maafkan artikel saya yg telah mengingatkan mba tentang realita hidup :"

      Hapus
  7. Duh mas, sebenernya mau baca lengkap tapi krn ada "spoiler alert", ya saya ntr liat dulu filmnya yaaa :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tdk apa2 mas. Itulah gunanya spoiler alert hehe

      Hapus
  8. kayaknya penyelamat film ini memang Luna Maya dan C.Sugiono, kalau ga sih alurnya flat.

    tapi kalau dipaksain ngikutin realistis, di dunia suupranatural agak susah sih. Misal ribuan kentang yang jatuh, yahh bisa aja dihubungkan sama hasil pesugihan ke arah kebuh kentang,

    btw, aku ga suka film horor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dipaksain dalam hal ini bukan soal realistisnya sih, tp soal penguatan ceritanya dan alasan2 dibalik kehadiran terar si "kentang" ini lemah banget.

      So, kentang dalam film ini hanya kebetulan saja dmn yg pesugihan itu juragan kentang, terus hantu anak kecil muncul karena direbus bersama kentang. Jd, kentangnya ini nggak penting2 amat di ceritanya. Itu sih kritik dari saya

      Hapus
  9. wahhh keren juga... nggak nyangka dari nama rumah kentang bisa dijadikan judul sinema horor yang pastinya layak untuk kita tonton. Ulasan sinopsisnya cukup lengkap

    BalasHapus
  10. Hampir reviewer film mengatakan penilaian yang serupa terhadap film ini: Dipaksakan idenya. Saya belum nonton sebenarnya tetapi cukup tahu kalau film ini bisa diskip dari jatah nonton film berkat akun youtube dan blog yang mereview fil ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya berjasa dong buat film ini jd di skip. huhuhu

      Hapus
  11. Wah, dikasih judul rumah kentang karena hantunya berasal dari rumah lama tempat juragan kentang ya? Kirain rumah kentang tu karena sering tercium bau kentang yang merupakan indikasi adanya genderuwo atau sejenisnya.. Hihi...

    BalasHapus
  12. Ya Allah ngakak.. Nggak jadi horor pas baca ini. Karena nggak pernah nonton film Di bioskop jadi baca lengkapnya aja di sini gppa.. Haha. Kebayang sih emang jadi aneh kalau ada kentang ikut-ikutan gitu apalagi jengkol ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maafkeun ya mbak malah jd ngakak baca tulisan saya. Hahaha

      Iya, soal jengkol itu parodi saya doang, nyindir idenya yg agak rancu

      Hapus
  13. Wah dari judulnya udah ketauan serem ini horor..apalagi film indonesia kalau yang serem pasti dapat lah horornya..mau tau aktingnya luna maya ...

    BalasHapus
  14. Wkkwkwkw diteror kentaanggg. Gokil bener. Terima kasih sudah direviewkan.

    BalasHapus
  15. Berarti aman kalo nonton film kentang ini malem2. Soalnya gak creepy amat ya,,

    BalasHapus
  16. Pas lihat promo film ini di medsos saya bergumam "bukannya udah pernah difilmin ya? kalau nggak salah dulu pemerannya Sandy Aulia" Ternyata benar remake dari tahun 2012 ya. Yang dulu aja saya juga kurang suka, menurut saya banyak adegan yang konyol, hohoho. Apalagi pas baca tulisan disini. Tapi pada dasarnya saya tetap support perfilman Indonesia, apapun genrenya semoga makin keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya yg tahun 2012 nggak nonton. Dr yg mbak sharing, berarti film rumah kentang tahun 2012 banyak adegan konyol jg ya? Wah padahal film sebelumnya lumayan sukses lho.

      Bener mba, tetap kita support film indonesia, semoga terus maju

      Hapus
  17. ini kalo film rumah kentang jadi horor waduhh saya pasti bawa pasangan saya untuk nonton film ini biar saya kaget=kagetin dia wkwk

    BalasHapus
  18. Belum nonton film ini, emang ga terlalu suka juga sih sama film genre horror, tapi perlu diberikan apresiasi juga sekarang ini kualitas film horror Indonesia semakin membaik.

    BalasHapus
  19. rumah kentang...??? aku malah membayangkan bau kentang goreng dengan bumbu barbekyu atau keju pedas. Hahahha...

    Jadi inget film2 yang diproduksi sama rizal mantovani, punya jalan cerita yang unik, sebenarnya bisa diprediksi, tetapi tetap aja menyenangkan untuk ditonton lagi.

    Salam,
    Brillianty

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sih suka sinematografinya rizal mantovani. Dia punya gaya yg khas. Tetapi minusnya film ini ide cerita doang

      Hapus
  20. Baca paragraf yang bahas soal judul film "Rumah Jengkol" bikin ngakak. Soalnya kalau itu dijadikan film pasti seru. Kayaknya gak ada urband legend "Rumah Jengkol", coba kalau ada sutradara dan produser yang bikin, hi hi.
    Yah, tema hantu emang untuk bikin jumpscore penontonnya, jejeritan tegang gitu, sayangnya jika tidak mengesankan cukup ditonton sekali saja.
    Saya jarang nonton film horor da termasuk males ditakut-takuti, hi hi. Tetapi semoga perfilman Indonesia lebih baik lagi karena kaya urband legend. Di desa saya dan desa tetangga saja ada kisah horornya.Legenda yang ada kaitannya dengan makhluk halus.
    Menurut saya film Indonesia yang mengambil tema horor bisa ambil hal yang beda berdasarkan mitos masyarakat sekitar.Terutama di perdesaan. Jangan ada zombinya, tidak tradisional, hi hi.

    BalasHapus
  21. Saya sudah absen menonton film horor Indonesia di bioskop, beraninya cuma lewat televisi, yaitu di Catchplay Indihome. Makanya kalo ada film horor Indonesia, saya senang ada spoiler. Hahahahaha. Makasih yaaa Mas Irsyad. Saya serasa sedang didongengin. Penulisannya enak dibaca dan naratif banget.

    BalasHapus
  22. Sesuai dengan namanya ga sih? Kentang, Kena Tanggung. Jadi, sedikit digantung gitu. Makanya penonton beranggapan terlalu dipaksakan. Syukur kagak nonton ini pilem. Hahaha

    BalasHapus
  23. Aku tak ingin membaca yang ada spoilernya tapi aku penasaran, jadi lanjut baca huehehe. Kukira Rumah Kentang The Beginning ini ada sangkut pautnya sama Rumah Kentang yang terdahulu. Ternyata enggak ya. Bentar, seingat aku di rumah kentang yang dulu juga terornya hantu anak kecil dan ada kentang-kentang mentah yang memenuhi lantai juga. Cuma kalau yang terbaru ini jadi cerita awal mulanya gegara pesugihan ya hmm ... penasaran itu emak bapaknya Sophie menghilang ke mana. Walaupun ada spoilernya di sini, tapi aku masih tetap penasaran pengin nonton langsung.

    BalasHapus
  24. mas, ini lanjutannya film DOLL bukan sih? soalnya pemerannya sam2 luna maya sama cristian sugiono,, penasaran aku

    BalasHapus
  25. Hiyy,, aku gak berani nonton film horor kayak gini sendirian, Bg. soalnya kdrama lover sih ya,, sukanya yg rom-com rom-com gitu, wkwk. tp ini reviunya menarik. Si abangnya udah biasa review film yaa... mantul.

    BalasHapus
  26. Sayangnya saya tidak diberikan hobi nonton film. Sayang sekali ya kalo emang seperti yang di tuliskan disini tentang review filmnya.

    Moga aja produsernya baca review ini supaya bisa lebih memperhatikan kepuasan penonton.

    BalasHapus
  27. Terakhir nonton horor judulnya Tembang Lingsir dengan maksud cari ide di novel horor. Itu pun sebenarnya enggak horror banget. eh, sayanya yang horor sendiri. Mau nulis digentayangi. Kagak jadi deh kalau yang berbau horor. #autobubarnulishoror. Tapi, kalau baca gini bisalah, idenya lumayan menarik. Terjebak pula dengan jebakan cerita. Kirain beneran dari kentangnya. Terima kasih Mas reviewnya. Mayan, terinspirasi.

    BalasHapus
  28. Saya nggak terlalu suka nonton film Indonesia. Eh, sabar dulu ya kak.. bukan karena nggak cinta produk dalam negeri. Tetapi jalan cerita film Indonesia masih banyak yang "ala sinetron". Semoga kedepan makin banyak film Indonesia yang berkualitas yang bikin kita bangga

    BalasHapus
  29. Pribadi sih kurang suka dengan film horor, apalagi film horornya indonesia. heheh.. but thanks for sharingnya ya bang.

    BalasHapus
  30. Sampai hari ini cuma satu film horor yang aku suka Final Destination, kalau gak salah judulnya. Horor Indonesia ceritanya jarang yang menarik bahkan terkesan dipaksakan. Meskipun begitu, tetap respek sama krunya

    BalasHapus
  31. Banyak banget yang mengulas tentang film ini yaa, apalagi di jogja ada juga rumah kentang.. agak serem sih denger cerita dari temen temen..

    BalasHapus
  32. Entah kenapa gak suka film horor.. Heran tapi kagum melihat orang yang gandrung film horor

    BalasHapus
  33. Gw gak pernah bisa nonton film horor. Karna pasti mbaknya langsung neror gw: Awas lu nonton horor !

    Lirikan matanya itu loh lebih horor daripada film horor, wkwkwkwk

    BalasHapus
  34. Saya penasaran dengan film ini semoga hasilnya bagus dan memuaskan,kuy ajak saya nonton kak

    BalasHapus
  35. aku tertarik karena ada mas Ian :D

    BalasHapus
  36. Pemainnya bagus semua dan penasaran sama filmnya walau kurang suka dengan horor hehe

    BalasHapus
  37. Ah ga enak,, nyesal aq nontonnya,, tahapan pun, ,absurd

    BalasHapus
  38. Ini spoiler film horor tapi saya kok ya nggak berasa horor yak bacanya. Haha..

    Btw, saya nggak suka film horor, khususnya horor Indonesia. :))

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.