Budaya Coffee Cabin: Pilihan Tempat Ngopi yang Nikmat dan Cozy

By Irsyad Muhammad - 12/05/2019 02:34:00 PM

Budaya Coffee Cabin yang ada di Budayaland.

Tulisan saya kali ini masih seputar tempat wisata keluarga di Budayaland. Bukan wahananya, tapi sekarang saatnya kita berbicara untuk urusan yang "sejengkal" ini. Iya, urusan perut.

Buat yang belum baca ulasan saya tentang Budayaland, baca dulu deh di sini: Tempat Wisata Budayaland

Emang ada makanan yang enak di Budayaland? Eits, jangan salah. Masih di seputar area Budayaland, ada satu cafe dengan suasana cozy yang bisa dijadikan pilihan untuk mengisi perut yang sedang kosong. Namanya adalah Budaya Coffee Cabin.  

Jika sudah membeli HTM, kalian bisa menuju ke Budaya Coffee Cabin yang letaknya kira-kira 200 meter dari gate masuk Budayaland. Nanti, akan terlihat jalanan yang sedikit menanjak dan di atasnya akan nampak bangunan keren yang hampir seluruh dindingnya terbuat dari kaca. Kalau udah keliatan, itu adalah Budaya Coffee Cabin yang sedang kita bicarakan ini.

Budaya Coffee Cabin ini berbeda dengan Budaya Resto yang ada di area paling depan. Jika Budaya Resto menawarkan makanan khas Indonesia, maka makanan di Budaya Coffee Cabin lebih ke arah western.

Sebenarnya sih, Budaya Coffee Cabin memang dibuat khusus untuk pengunjung Budayaland yang ingin mengisi perut atau menghilangkan dahaga sehabis bermain. Tetapi, kalau mau datang khusus untuk bersantai di Budaya Coffee Cabin tanpa bermain wahana juga tidak ada salahnya.

Berhubung saya sedang lelah sehabis bermain wahana di Budayaland, tenggorokan saya pun jadi kering dan cacing diperut sudah demo minta kebutuhannya dipenuhi. Itu berarti Budaya Coffee Cabin sudah memanggil untuk didatangi.

Baru masuk, saya langsung disuguhkan suasana cafe yang adem dan cocok banget buat bersantai. Ornamen kayu dan kaca di sini menjadikan Budaya Coffee Cabin jadi terasa lebih cozy. Oh, iya, karena Budaya Cafe Cabin ini masih di area Budayaland yang asri, dinding kacanya memberikan kesan tetap menyatu dengan alam.

Tidak sabar, saya pun memesan sejumlah menu di sini. Seperti apa rasanya? Mari kita icip satu per satu.





***

Apa yang spesial di sini? Sebagai pecinta kopi, saya pikir saya harus merasakan kopinya terlebih dahulu. Tanpa tanggung, saya memesan dua jenis minuman kopi yang katanya best seller di sini: Ice Capuccino dan Hot Coffee Latte.

Untuk kopinya, Budaya Coffee Cabin memakai kopi arabika dari dataran tinggi Gayo di Aceh Tengah. Dari sepengetahuan dan sepengalaman saya, kopi Gayo sendiri memiliki aroma yang kuat tetapi dengan tingkat keasaman yang bisa dibilang rendah. Ciri khas kopi arabika Gayo pun ada pada rasanya yang tidak terlalu pahit. Saya jadi makin tidak sabar untuk mencobanya.

Ice Cappucino: 30 K

Ice Cappucino di Budaya Coffee Cabin adalah kopi yang saya cicipi terlebih dahulu. First impression saya sama kopi ini ada pada racikan susu dan espresso-nya yang begitu balance. Pun, ternyata kopinya lebih smooth dari yang saya kira. 

Saya bisa mengerti mengapa Ice Cappucino di sini lebih smooth. Menurut saya, Ice Cappucino yang smooth menjadikannya lebih "ramah" untuk banyak kalangan. Tentu tidak semua pengunjung Budaya Coffee Cabin familiar dengan kopi yang strong, bukan? 

Bagi saya, Ice Cappucino ini sangat segar ditambah dengan aroma kopi yang kuat. Bikin melek dan sukses menghilangkan dahaga di tenggorokan saya. Harga Ice Cappucino ini cuma 30 K.



Hot Coffee Latte: 30 K

Nah, kalau Hot Coffee Latte di sini menurut saya sangat cocok buat yang tidak terlalu suka kopi, tapi pingin nyicipin kopi. Lho, gimana tuh? Pokoknya, Budaya Coffee Cabin sangat mengerti pada orang dengan kondisi seperti yang saya sebut barusan.

Rasa Hot Coffee Latte-nya lebih creamy dan tetap dengan aroma kopi yang masih sama kuatnya. Dengan sensasi rasa seperti ini, saya kira Hot Coffee Latte sangat pas buat nongki santuy sembari bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Kayaknya yang ciwi-ciwi cocok deh buat nyicipin ini. Sama seperti Ice Cappucino, harganya juga 30 K.

Sayang buat diminum :"


***
Puas nyobain kopi di Budaya Coffee Cabin, saatnya saya menuju ke hidangan utamanya. Benar, makanannya!

Awalnya saya cukup bingung menentukan pilihan di sini, karena kalau dilihat-lihat, menu di sini pasti enak-enak semua. Setelah melalui pertimbangan yang cukup lama, pilihan saya jatuh kepada Black Pepper Chicken Rice.

Black Pepper Chicken Rice: 45 K

Sesampainya makanan ini di meja, aroma lada hitam dan paprikanya langsung menusuk nikmat ke rongga hidung saya. Hajar, bos? Kata saya dalam hati. Hajar, bro! Jawab saya, dalam hati juga. Iya, saya suka ngomong sendiri kalau lagi laper.

Lanjut.

Seporsi Black Pepper Chicken Rice ini lebih dari cukup untuk mengisi perut yang kosong alias porsinya banyak, bro! Ada potongan ayam tepung yang sudah dibalur saus lada hitam, serta beberapa potongan pabrika yang keduanya sama sekali tidak pelit. Pokoknya dijamin mengenyangkan.

Berbicara rasa, lada hitam yang pekat pastinya lebih mendominasi. Hebatnya, racikan lada hitam di sini sama sekali tidak membuat tenggorokan saya panas. Tekstur ayamnya juga empuk, semakin sempurna karena kulit luarnya yang chruncy menambah nikmat santapan saya. Black Pepper Chicken Rice sangat saya rekomendasi sebagai pilihan makanan di sini. Harganya? Cuma 45 K.

Menggoda, cuy.

Seporsi saja sudah bikin kenyang.


***
Kopi-kopian sudah, makan beratnya juga sudah. Kayaknya ada yang kurang, tapi apa ya? Ah, ya, saatnya saya beralih ke dessert!

Entah mengapa, rasanya lidah saya ingin mencicipi yang manis-manis. Sebagai pria tangguh nan macho, pilihan dessert saya kali ini jatuh kepada Pancakes with Ice Cream! Uwuw~

Pancakes with Ice Cream: 30 K


Tampilan Pancakes with Ice Cream-nya bukan kaleng-kaleng, cuy! Benar-benar diperhatikan dengan detail dan memanjakan mata. Ada potongan buah strawberry-nya pula di atasnya. Kalau cewek-cewek, nih, pasti tidak tahan untuk ngambil foto dulu sebelum dimakan.

Dalam seporsinya, ada dua lapis Pancakes dan satu scoop ice cream vanilla. Pertama, saya coba sepotong pancakes-nya dulu. Pancakes-nya sangat empuk dengan kombinasi tekstur chruncy di kulit luarnya. Selain itu, pancakes disini disajikan saat masih sayang-sayangnya hangat-hangatnya.

Lalu saya pun mengambil potongan kedua bersama si ice cream vanilla. Jangan ditanya rasanya, deh. Perpaduan pancakes yang lembut dan hangat ditambah ice cream yang manis dan dingin membuat lidah saya bergoyang ria. Aih, penutup hidangan yang sempurna.

Tampilannya cakep, rasanya apalagi~


***
Tempat yang nyaman, pemandangan yang memanjakan mata, serta rasa makanan dan minumannya yang sempurna, memberikan kesan yang mendalam bagi saya. Semakin lama saya berada di sini, saya khawatir badan saya akan semakin mekar. 

Selain itu, harga makanan dan minuman di sini juga sangat terjangkau. Harga makanan dan minuman di Budaya Coffee Cabin semuanya dimulai dari 20 K. Belum lagi, kalau kita beli HTM di Budayaland, kita bisa menukarkannya dengan makanan atau minuman seharga 30 K. Kurang apa lagi, coba?

Bagi yang penasaran dengan makananan dan minuman di Budaya Coffee Cabin, langsung saja cuss ke alamat Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 12,5 No 6, Sumatera Utara. Cuma 30 menit dari Kota Medan, kok. 

Bagi para pecinta kopi, jangan lupa juga buat rasain Ice Cappucino atau Hot Coffee Latte-nya ya. Saya jamin, pecinta kopi pasti tak akan rugi kalau datang ke Budaya Coffee Cabin. Next, saya pasti bakal balik lagi ke sini.





  • Share:

You Might Also Like

8 Comments

  1. Saya tuh klo ngopi harga segitu minumnya pasti pelan2 biar lama abis. Biar sebanding ma harganya. sayang kalo langsung abis heheeh.


    Btw tempatnya emg cozy yah mas, betah pastinya kongko2 mas teman2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, enaknya sambil nyantai dan ngobrol2. Jgn langsung dihabisin, nnti beli dua kali wkwkw

      Hapus
  2. tempatnya nyaman ya, nyantai bareng temen pasti seru sambil menyeruput kopi buatan mereka,

    itu ayam black peppernya juga nampak menggoda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, boleh lah cobain ke Budaya Coffee Cabin

      Hapus
  3. Saya suka kopinya, minumnya di outdoor yg ngadap danau buatan :)

    BalasHapus
  4. minum kopi, denger alunan musik, suasana kafe yang nyaman dan asri,,, fix... berasa kayak anak indie tau ga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik anak indie, minumnya kopi dengernya lagu Fiersa Besari waktu senja. Heheh

      Hapus

Sila tinggalkan komentarnya.