Tentang Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Dari Gerobak Keliling Sampai Jadi Legend Seperti Sekarang

By Irsyad Muhammad - 12/16/2019 03:16:00 PM

Belakangan Kota Medan sedang dilanda musim hujan berkepanjangan. Dengan cuaca seperti ini, perut saya pun jadi lebih sensitif. Seperti malam hari kemarin, misalnya, tiba-tiba saja saya ingin sekali makan mie ayam di tengah kondisi Kota Medan yang dingin dan basah sehabis ditumpahi hujan seharian.

Berhubung malam itu saya belum makan, saya langsung menuju ke outlet pusat Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Medan yang ada di Jalan Abdullah Lubis No. 57/71. Betapa tidak, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud adalah pilihan yang paling tepat di tengah cuaca yang sedang manja-manjanya ini.

Sesampainya di TKP, saya memesan sejumlah menu yang selama ini jadi favorit saya. Di sini saya memesan semangkuk Mie Ayam Jamur Special dan segelas Mojito Lychee Sparkling. Akhirnya makan mie ayam juga, pikir saya. 

Sumber: facebook.com/pg/hajimahmud.id

Sembari menunggu pesanan saya datang, mata saya tertuju pada sematan #31TahunMelegenda yang digantung di sejumlah sisi outlet ini. Saya baru menyadari kalau ternyata Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah mewarnai Kuliner Medan selama 31 tahun lamanya.

Memang sih, cita rasa kuliner di sini tidak perlu diragukan lagi karena sudah berdiri sejak tahun 80-an. Untuk itu, saya bisa memaklumi kenapa Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa terus bertahan hingga sebutan "melegenda" berhak disematkan kepada mereka.

Ngomong-ngomong soal legenda nih, saya sedikit banyak tahu tentang asal-usul kuliner mie ayam hingga menjadi kuliner tradisional di Indonesia. Mumpung sedang berada di tempat yang terkenal dengan mie ayamnya, saya akan ulas sedikit sejarah mie ayam di Indonesia..

***

Mie ayam sendiri berasal dari makanan khas Cina Selatan, yaitu bakmi. Bakmi pada dasarnya adalah olahan mie yang terbuat dari tepung terigu, dan dalam hidangannya sudah termasuk minyak babi atau taburan daging babi.

Olahan mie khas Cina Selatan ini lalu masuk ke Indonesia melalui hubungan perdagangan. Setelah masuk ke Indonesia, preferensi kuliner orang Indonesia jadi semakin kaya. Seiring waktu, bakmi telah dimodifikasi dengan cita rasa yang cocok untuk lidah orang Indonesia. Bahan olahannya pun telah disesuaikan seperti mengganti daging babi dengan daging ayam atau jamur agar bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

Jadi tidak usah heran kalau di Indonesia sebutan kuliner ini terbagi menjadi dua. Kalau kita menyebut bakmi, maka itu adalah hidangan olahan mie dengan tambahan daging babi. Sedangkan kalau kita menyebut mie ayam, tentu saja hidangan olahan mie dengan tambahan daging ayam. Walaupun aslinya berasal dari negeri Cina, lama-kelamaan mie ayam menjelma menjadi makanan tradisional Indonesia.

Terus, kalau ada yang jual bakmi ayam gimana dong? Silakan tanya ke yang jual saja apa bahan-bahannya, apakah bisa dimakan semua kalangan atau tidak. Satu hal yang pasti, perkembangan varian kuliner tidak akan ada habisnya.

Pesanan saya sudah sampai. Semangkuk Mie Ayam Jamur Special dan segelas Mojito Lychee Sparkling. Yummy!

Kok jadi lari ke sejarah mie ayam, ya? Ini masih ada kaitannya dengan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, kok. Melihat semangkuk Mie Ayam Jamur Special yang sudah sampai di atas meja saya, serta mengingat tempat ini yang sudah berumur 31 tahun, bisa dibilang kehadiran Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ikut melanjutkan perkembangan sejarah mie ayam di Indonesia.

Awalnya, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud berdiri pada tahun 1980-an dengan berjualan menggunakan gerobak keliling di Kota Medan. Gerobak keliling ini memang sudah menjadi ciri khas untuk orang-orang yang berjualan mie ayam atau makanan tradisional sejak dulu. Ketika itu, menu andalannya adalah Mie Pangsit dan Mie Ayam Jamur.

Makin ke sini, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud semakin laris walaupun hanya berjualan lewat gerobak. Sampailah pada tahun 1990-an, mereka tidak berjualan dengan berkeliling lagi karena sudah bertempat di Jalan Abdullah Lubis No. 57/71 Kota Medan. Tahun 2010, tempat itu resmi menjadi outlet tetap Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sampai dengan sekarang.

Rasa memang tak pernah bohong. Saking melegendanya, saat ini Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah memiliki enam outlet yang satu diantaranya berada di Cikarang, Bekasi. Lima lainnya tersebar di Kota Medan dan salah satunya berada di Jalan Abdullah Lubis, tempat saya makan ini.

Sumber: mieayammahmud.com

Faktor Penting Mengapa Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Bisa Melegenda dan Bertahan Sampai Sekarang

Ada beberapa faktor penting mengapa Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa bertahan selama 31 tahun dan akan terus berkembang lagi. Berikut beberapa faktornya menurut saya:

1. Terus meningkatkan pelayanan


Saya sudah beberapa kali makan di sini dan selalu puas terhadap pelayanan para karyawannya. Karyawannnya ramah-ramah, selalu merespon kebutuhan pelanggan dengan senyuman dan cekatan pula. Pokoknya tidak mengecewakan.

Selain itu, fasilitasnya sangat lengkap. Ada wastafel untuk cuci tangan, toilet, musholla, ruang VIP yang bisa direservasi, hingga parkiran kendaraan yang luas. Kebersihannya juga sangat terjaga.

Oh, iya, bagi yang ada event-event tertentu dan butuh catering, bisa juga kok pesan di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Saya tinggalin kontaknya di bawah ini, ya.

Sumber: mieayammahmud.com


2. Varian menu yang semakin banyak dan pastinya enak-enak semua


Mie Ayam Jamur Special yang saya pesan ini sudah begitu melegenda. Bahan-bahan yang dipakai pun bukan bahan murahan dan seporsinya saja sudah bikin perut kenyang. Dibalik itu, harganya sangatlah terjangkau, hanya 22 K/porsi.

Mie Ayam Jamur Special yang Melegenda itu.

Ada juga Mie KPK yang kita bisa pilih level pedasnya. Nah, Mie KPK ini salah satu menu favorit saya juga. Walaupun namanya unik, KPK di sini bukan singkatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, ya. KPK di sini melainkan adalah singkatan dari Kuah Pangsit Kapok. Kepanjangannya menandakan kuah mie ini sangat pedas dan bisa dicoba dari berbagai level. Pecinta pedas wajib banget buat cobain. Harganya hanya 18 K/porsi.

Mie Kuah Pangsing Kapok alias Mie KPK. Pedasnya bikin kapok!

Minuman favorit saya adalah Mojito Lychee Sparkling. Asli, minuman ini segar banget. Terbuat dari campuran soda, leci, lemon, dan daun mint. Rasanya manis tapi nggak lebay. Perpaduan lemon, soda, dan daun mint membuat rasanya lebih ramai tapi dengan takaran yang pas. Top, deh. Harga minuman ini adalah 17 K/porsi.

Mojito Lychee Sparkling. Siapa sih yang nggak ngiler liatnya? 

Sekarang varian menu di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah semakin banyak. Selain noodle menu, di sini ada juga nusantara menu, oriental menu, seafood menu, chicken & beef menu, dan berbagai menu minuman lainnya.

Menu lain yang saya rekomendasikan adalah Steak Chicken Double. Menu ini disajikan di atas hot plate dengan dua potong Steak Chicken yang crunchy dan saus yang lezat. Kalau minuman yang lain, saya rasa Mojito Markisa juga masuk rekomendasi saya. Bedanya dengan Majito Lychee Sparkling ada pada buah markisa yang dijadikan bahan utama. Sama-sama enak dan segar.

Steak Chicken Double yang disajikan di atas Hot Plate.
Mojito Markisa yang nggak kalah segarnya.

Jangan khawatir soal harga. Makanan dan minuman di sini harganya terjangkau semua, kok. Kalau tidak enak dan tidak terjangkau, mana mungkin Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa melegenda seperti sekarang. Hehe.

3. Dikelola dengan manajemen bisnis yang profesional dan kekinian

Sumber: mieayammahmud.com
Berawal dari gerobak keliling di Kota Medan, sekarang Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah memiliki 6 outlet bahkan sampai ke Pulau Jawa. Apa lagi kalau bukan karena dikelola dengan manajemen bisnis yang profesional.

Selain mengedepankan pelayanan dan fasilitas yang baik, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud juga membuka peluang pebisnis lain untuk menjadi mitra mereka. Ada beragam paket kemitraan yang ditawarkan. Bagi yang ingin ikut berkontribusi untuk mengiringi cerita perjalanan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, bisa berkunjung ke link berikut ini: Kemitraan - Waralaba Haji Mahmud.

Mia Ayam Jamur Haji Mahmud juga semakin kekinian, lho. Saat ini, mereka punya akun Instagram sendiri yaitu @hajimahmud.id dan @hajimahmud.jababeka serta channel Youtube sendiri yang bernama Haji Mahmud. Semua informasi tentang Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ada di sana. Boleh melegenda, tapi tetap kekinian dong.

***
Melihat cerita panjang perjalanan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud yang sudah berumur 31 tahun, bisa dikatakan mereka semakin matang dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pecinta Wisata Kuliner Medan bahkan Indonesia kedepannya. Intinya sih, sematan legenda pantas diberikan kepada mereka.

Sebagai pecinta kuliner, tugas kita adalah menjaga legacy ini. Harapannya sih, agar nanti di tahun-tahun yang akan datang kita bisa merasakan kelezatan makanannya dengan outlet yang makin tersebar lagi. Mudah-mudahan orang-orang di kota lain bisa ikut merasakan kelezatan kuliner di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini. 

Terakhir, saya mau mengucapkan selamat Anniversary 31 Tahun untuk Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Semoga makin legend dan sampai ketemu di anniversary-anniversary selanjutnya!










  • Share:

You Might Also Like

44 Comments

  1. Baru sampai di Bekasi ya mie ayamnya. Kelihatannya enak. Moga cepat ada di Jakarta. Es mojitonya bikin kepingin mas :)

    BalasHapus
  2. Eh iya.. Minumannya cantik kali la..

    Awak nlom kelar - kelar lagu tulisan ini..
    Duhhh.. Bsk deadline nya padahal

    BalasHapus
  3. Yassalam, ketemu ulasan ini lagi. Lidah saya jadi gatel pengen nyoba mie ayam ini. Hehehe

    BalasHapus
  4. waduh, pas klik link artikel mas ini...pas lagi jam makan siang..hmmm jadi laperrr deh

    BalasHapus
  5. Wahaha, medan memang lagi begini banget cuacanya ya bang Irsyad.
    Kemarin bisa seharian basah, hujan.
    Hari ini panas banget, liat gambar mojito kok jadi ngences kehausan, hihi
    segar sekali keliatan nya

    BalasHapus
  6. Kyaa,, semalam kami ke sana lagi rombongan sm anak2 yg pulang liburan dr pesantren. Pesen menu fave Mie Ayam Pangsit Sapi Lada Hitam kok habis, huhuu.. saking larisnya ya resto mie yg 1 ini. Tfs Bang.

    BalasHapus
  7. eieieiei. pagi2 BW ada mie ayam jamur. Auto laper ni liat mie ayam selezat ini bang .. ahhaha.

    BalasHapus
  8. Wah, ternyata Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah ada di Cikarang ya?
    Boleh juga nih besuk atau lusa mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung melunjur aja, Mas. Uenak tenan hahaha

      Hapus
  9. wah sudah merambah diluar medan juga cabangnya ya.
    Keren ini, perjuangan dari gerobak dorong hingga punya 'kios' sendiri dan kini punya 6 cabang.
    Btw jogja lagi mendung nih, jadi pengen makan mie ayam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nnti buka di Jogja juga Mba, biar bisa ikut rasain :D

      Hapus
  10. Mie ayam mahmud memang mie ayam khas kota Medan, saya kalo ke sini pasti pesennya mie ayam jamur spesialnya itu :)

    BalasHapus
  11. semoga cabangnya bisa menjangkau pasar lebih luas lagi ya usahanya. Biar banyak lagi yang mengenal mie ayam jamur haji mahmud

    BalasHapus
  12. Mie ayam jamurnya bikin ngiler, duh...kenyang deh. Aku ya favorit tuh mojito, apalagi pakai daun mint

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daun mint nya bikin jadi lebih gimanaa gitu hehe

      Hapus
  13. menjadi legenda karena menjaga cita rasa sih ini. mantul banget

    BalasHapus
  14. wihhhh mie ayam..., gue fanatik banget
    Kapan ya ke Tasik? Tasikmalaya kota kuliner lho.

    Satu hal jika ada makanan yang melegenda yaitu citarasa yang dipertahankan.

    BalasHapus
  15. Mie ayam, salah satu makanan favorit saya dan masyarakat Indonesia. Coba perhatikan sekeliling. Banyak yang jualan mie ayam. Apalagi di perkotaan. Bisa dikatakan tiap 100 meter ada jualan mie ayam.
    Btw,Jadi penasaran dengan mie ayam jamur Haji Mahmud yang legendaris ini.

    BalasHapus
  16. Lihat mie ayam dan minuman segarnya langsung bikin kepengen nih. Mie ayam Jamur yang legendaris. Semoga terus maju ya.

    BalasHapus
  17. Waw, tetap eksis berjualan Mie Ayam Jamur sampai 31 tahun.
    Berarti pasang surutnya berjualan sudah dilewati dan tetap mempertahankan nya hingga sekarang.
    Jadi ingin icip-icip juga gimana cita rasa Mie Ayam Jamur di Medan

    BalasHapus
  18. ish minumannya mati x menyelerakan hahaha warna hijau dan bening berpadu dalam satu gelas menghasilkan warna yg sempurna hahaha

    BalasHapus
  19. Contoh sukses dari jualan keliling... hingga bisa bikin resto kayak gini... pasti ga mudah... sekarang mah enak ngeliatnya... pas berjuangnya...pasti berdarah darah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bang, itu makanya rasanya udah melegenda

      Hapus
  20. Saya pecinta mie ayam... Jadi pengen nyobain mie ayam disitu plus suasanannya pasti mantul banget kak.

    BalasHapus
  21. Hahahah di jakarta belum ada, padahal mau ngevlog mie ayam ini, semoga bisa nambah cabang di jakarta.

    BalasHapus
  22. Mie ayam mahmud memang legenda. Rasanya enak, porsinya pas. Sebagai penyuka olahan mie, saya suka sekali mie ayam ini.

    BalasHapus
  23. Fix. Kayaknya ke Medan kudu cobain ini. Enak kayaknya. Minumannya suegerrr. Duh kerongkongan auto kering butuh asupan cairan nih

    BalasHapus
  24. Sudah 31 tahun, usia Mie ayam jamur Haji Mahmud, ya. Pantas saja sampai melegenda gitu. dan pantas juga jika tahu selera setiap keluarga datang berbeda, makanya menunya juga beragam. Dari anak sampai sepuh akan senang ke sini. Pastinya ada menu2 kenangan.

    BalasHapus
  25. Berdiri sejal 1980an, apa gak capek ya berdiri terus. hehe

    Usia mi ayam haji mahmud ini lebih tua dari saya ternyata. Tak heran kalo sekarang rasanya lezat dan melegenda. pengalaman mengolah mie dan bumbu jadi modal yang berharga.

    BalasHapus
  26. aku rasa mie ayam jamur haji mahmud bisa melegenda karena kualitas dan pelayanannya tetap terjaga. tidak sedikit pelaku usaha mie ayam yang gulung tikar karena ulah sendiri dengan merubah kualitasnya.

    karena lidah pelanggan itu tidak akan kelain hati setelah menemukan rasa yang pas dan cocok.

    sukses ya mie ayam jamurnya mampu bertahan dengan menampilkan menu menu baru sesuai dengan perkembangan jaman.

    BalasHapus
  27. aduuuuh pengen juga, apalagi setelah ngeliat foto-fotonya :(
    jauh banget kalo mau nyicipin

    BalasHapus
  28. udah nyobain Mie KPK nya bang? wuiidiiihhh dijamin nagih deh, kalo abang suka pedas, cocok banget dengan menu baru satu ini. aku rekomendasikan ini laahhh...

    BalasHapus
  29. Senang rasanya bisa makan di sana.

    BalasHapus
  30. MasyaAllah, duluan mie ayam jamur haji mahmud ini lahir dibanding saya. Xixixi.. Mantap ya bisa terus berkembang hingga sekarang. TApi gak heran sih, solany rassanya emang enak.

    BalasHapus
  31. Pertama coba, saya langsung suka
    Rekomen bgt hehe

    BalasHapus
  32. biasanya aku selalu ngiler sama mie ayam, tapi liat postingan ini kok aku pengen banget minum es nya ya, ya alloh,seger bgt ituuuu

    BalasHapus
  33. Iya bener banget, ketika melihat restoran dengan menu enak, saya pun jadi tertarik untuk mencoba varian menu lainnya

    BalasHapus
  34. Wow, masya Allah, ya 31 tahun usianya. Pasti nggak mudah membangun usaha hingga usia 31. Minumannya asli bikin ngiler apalagi diminum di cuaca panas

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.