Apa itu Penyakit DBD dan Bagaimana Cara Mencegahnya

By Irsyad Muhammad - 2/09/2020 04:42:00 PM

mencegah dbd
Sumber: happycleans(dot)com

Saya pernah merasakan bagaimana tidak enaknya terkena penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue. Ketika itu, saya harus merasakan rawat inap di rumah sakit selama seminggu penuh. Rasanya sungguh menyiksa. Saya tahu sih, nggak ada yang bilang kalau sakit itu enak. Keyakinan saya semakin kuat kalau mencegah DBD lebih baik dari pada mengobatinya.

Awal mulanya begini. Waktu itu saya mau berangkat ke kota tempat saya kuliah untuk melaksanakan prosesi wisuda. Betapa tidak, saya sudah lama nggak memperpanjang kosan lama saya karena saya memilih langsung pulang kampung setelah skripsi selesai. Artinya saya harus mencari tumpangan baru untuk acara wisuda ini.

Saya bersyukur ada salah satu adik kelas yang memberi tumpangan dengan senang hati. Saya ditawarkan tinggal di rumah kontrakannya sampai acara wisuda saya selelsai. Tapi, setelah saya sampai di rumah kontrakannya, ada satu masalah yang cukup serius, yaitu nyamuk. Bukannya tidak berterimakasih, tetapi nyamuk di kontrakannya memang sangat banyak dan mengganggu, pun begitu juga bisa menjadi sumber penyakit.

Pernah saya cari tahu dari mana nyamuk-nyamuk ini berasal. Ternyata setelah saya telusuri, ada sebuah sumur di bagian belakang rumah yang tidak ditutup dan sudah dipenuhi sampah. Dari dalam sumur itu berdengung ribuan nyamuk--atau saya tidak tahu pasti jumlahnya--dan siap menghisap darah siapa saja tinggal di kontrakan tersebut. 

Banyaknya nyamuk semakin diperparah dengan jaring udara yang tidak terpasang dengan rapat di kamar tidurnya, serta saya yang cukup kelelahan untuk bolak-balik mengurusi administrasi wisuda dan segala macam keperluan lainnya. Tubuh lelah saya menjadi santapan empuk para nyamuk.

Tepat sehari setalah wisuda selesai, saya diserang demam panas. Saya pikir demam biasa, malam esoknya saya merasakan sakit kepala yang teramat sangat. Sudah sempat berobat ke klinik terdekat, tetapi diagnosa sementara hanya demam biasa. Namun beberapa hari selanjutnya panas saya naik turun, ditambah sakit kepala yang makin menyiksa, saya pun pulang ke rumah orang tua saya dan langsung cek darah. Hasilnya saya positif DBD.

Apa itu DBD atau Demam Berdarah Dengue?

DBD atau demam berdarah bukan penyakit yang asing di Indonesia. Penyakit ini menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aede Aegypti. Untuk gejala awal, demam berdarah menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot serta sendi. Pada level yang lebih parah, bisa pula menyebabkan pendarahan serius dan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan shock hingga kematian.

Sebagai negara tropis, maka demam berdarah ini cukup mudah tersebar di Indonesia. Selain daerah tropis, penyakit ini juga mudah menyebar di daerah subtropis. Biasanya paling sering saat musim hujan dan setelah musim hujan. 

Apa saja tanda-tanda dan gejalanya?

Untuk demam dengue, diantara gejalanya antara lain adalah sakit kepala parah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah, serta ruam. 

Pada level yang lebih tinggi, yaitu demam berdarah dengue, gejalanya ditambah muntah terus-terusan, sakit perut parah, sulit bernapas, kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, pendarahan dari hidung, gusi, atau bawah kulit. 

Pada level kritis, yaitu dengue shock syndrome, akan diperparah dengan kebocoran di luar pembuluh darah, hingga tekanan darah yang sangat rendah.

Nah, untuk itu, penyakit demam berdarah ini tidak bisa dianggap sepele. Jika ada kesalahan dalam diagnosa dan penanganannya, maka bisa berakibat fatal hingga kematian. WHO alias Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa setiap tahunnya ada 50-100 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia, dan sekitar setengah dari populasi manusia di dunia berpotensi terkena penyakit demam berdarah.

Cara mencegah penyakit demam berdarah

Demam berdarah bisa dicegah dengan menjaga kebersihan rumah atau tempat tinggal kita sendiri. Sebenarnya sangat sederhana, tapi begitu penting. Pun bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, juga benar adanya. 

Berikut ini adalah beberapa hal simpel yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah DBD. Cara di bawah ini bisa dilakukan setiap penghuni rumah.

  • Menutup semua bak sampah, baik di dalam maupun luar rumah.
  • Jangan lupa pula menutup lubang air seperti sumur atau bak mandi, dan jaga kebersihannya.
  • Pastikan kolong dalam rumah terjaga kebersihannya.
  • Jauhkan kardus-kardus atau benda sejenis yang bisa mengundang nyamuk untuk bersarang.
  • Ganti air dalam vas bunga, akuarium, dan tempat minum binatang peliharaan setiap harinya.
  • Balikkan atau buang barang-barang yang bisa menampung air atau yang membuat air jadi tergenang, termasuk diantaranya ember, ban bekas, kaleng, dan lain-lain.
  • Buang kebiasaan menggantung atau menumpuk baju di rumah. Langsung masukkan lemari atau simpan di tempat tertutup.
  • Tidak ada salahnya menggunakan kelambu nyamuk untuk anak-anak yang tidur di rumah.
  • Buat rumah selalu harum, terutama wewangian yang tidak disukai nyamuk seperti lavender, serai, dan kayu putih. 
  • Ikuti program pengasapan nyamuk demam berdarah di lingkungan masing-masing.
Jadi, sebenarnya demam berdarah ini dapat dicegah dengan satu prinsip saja, yaitu menjaga kebersihan tempat tinggal. Percayalah, saya adalah salah satu dari sekian juta orang yang pernah merasakan betapa menyiksanya penyakit ini. Mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati. 

  • Share:

You Might Also Like

8 Comments

  1. Betewe bro pernah ada berita eks presiden kita kena DBD. Kalo dipikir2 rumah dan lingkungannya pasti bersih. Jadi kenanya dari mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalau ini nih udah kuasa yg Di atas, kita kan cuma bisa mencegah sebisa mungkin. Maybe ya, hehehe

      Hapus
  2. Gw kalo kamar ada nyamuk langsung gw semprot trus kamar gw tutup biar nyamuknya pada pingsan. Kalo udah ilang baunya baru gw mau masuk kamar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang dilakukan orang2 pada umumnya sih. Hehehe

      Hapus
  3. sepupuku pernah juga kena DBD, smpe panasnya tuh naik turun, dikira udh sembuh ternyata tiba2 demam tinggi, sempet ikutan takut dan panik juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, saya jg gitu. Panas naik turun, udh dikirain sembuh, eh panas lagi. Biasanya gejala DBD seperti itu

      Hapus
  4. Memang harus rajin pakai lotion anti nyamuk saat banyak nyamuk. Dan kondisi harus selalu fit. Biasanya DBD menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah

    BalasHapus
  5. DBD lebih membahayakan dari pada corona btw :D

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.