Bendungan Namu Sira-Sira: Solusi Akhir Pekan dengan Budget Pas-Pasan di Kota Binjai

By Irsyad Muhammad - 3/06/2020 05:34:00 PM




Tujuan saya kali ini adalah Bendungan Namu Sira-Sira dan Pemandian Alam Pangkal. Jarak tempat ini tidak jauh dari pusat Kota Binjai dan tak jauh-jauh pula dari pemandian alam yang belakangan ini sering saya kunjungi. 

Bendungan Namu Sira-Sira dan Pemandian Alam Pangkal sendiri hanya berjarak 18 kilometer dari kota Binjai atau lebih tepatnya berada di Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai. Meskipun tempat ini dekat dari pusat Kota Binjai, Bendungan Namu Sira-Sira dan Pemandian Alam Pangkal masih berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Langkat, ya. 


Bagi saya, perjalanan dari Kota Binjai menuju ke Desa Durian Lingga sangat memanjakan mata. Sepanjang perjalanan saya banyak menjumpai area-area hijau persawahan dengan irigasi air yang berlimpah. Parit atau selokan di depan rumah-rumah masyarakat juga sangat bersih dengan air yang saya rasa tidak ada habis-habisnya. 


Aliran bendungan yang mengalir ke pemukiman warga dan area persawahan.

Hebatnya, air parit yang bersih dan berlimpah ini dimanfaatkan masyarakat dengan sangat baik. Satu dua kali tak jarang saya melihat ibu-ibu yang mencuci pakaian dengan air tersebut, ada pula anak-anak muda yang memanfaatkannya untuk mencuci motor. Di sini ada yang berani nyuci baju atau kendaraannya dengan air parit di depan rumah? Saya pikir tidak ada, kecuali seperti masyarakat desa yang punya irigasi air parit yang jernih dan berlimpah seperti ini. Selain itu, tak jarang aliran air di sini dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Saya pikir masyarakat di sini sangat menjaga kebersihan irigasi airnya. 

Seperti apa akses menuju Bendungan Namu Sira-Sira?

Seperti biasa, bagi yang berasal dari Kota Medan bisa langsung menuju Kota Binjai, setelah itu menuju ke arah Kecamatan Sei Bingai, Langkat. Akses dari Kota Binjai menuju Kecamatan Sei Bingai sebenarnya sudah sangat bagus. Jalanan relatif mulus semua walaupun masih ada satu atau dua titik yang berlubang. You know, lah, kalau di Sumut, begitu saja sudah sangat bagus.

Tidak sulit, karena sepanjang jalan akan ditemukan beberapa petunjuk arah yang bertuliskan Namu Sira-Sira yang bisa kita jadikan sebagai patokan. Jika ragu, kalian juga bisa bertanya ke penduduk sekitar dan penduduk sekitar akan dengan ramah memberikan petunjuk jalan.



Setelah meninggalkan jalanan aspal, kita akan menjumpai jalanan tanah berbatu hingga ke lokasi bendungan.
Selanjutnya kita akan meninggalkan jalanan aspal untuk menuju pintu masuk objek wisata ini. Kesabaran pengunjung akan diuji dengan jalanan tanah yang dilengkapi bebatuan kecil, namun saya pikir masih aman untuk dilewati. 

Sepanjang menuju pintu masuk, kita juga akan menyusuri sungai yang alirannya berasal dari Bendungan Namu Sira-Sira, yang lagi-lagi dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mencuci pakaian, mencuci piring, atau membantu kegiatan sehari-hari lainnya. 



Pintu masuk bendungan dan pemandian alam.

Sampai di pintu masuk, akan ada pengelola yang menyodorkan tiket masuk. Tiket masuk ke tempat ini adalah Rp 3.000 untuk satu orang dan Rp 5.000 untuk biaya parkir kendaraan.

Peninggalan Presiden Soeharto yang manfaatnya terasa sampai sekarang

Akhirnya saya tiba di objek wisata Bendungan Namu Sira-Sira yang dimaksud. Bendungan Namu Sira-Sira sendiri diresmikan pada tahun 1992 di masa Presiden Soeharto. Airnya berasal dari Sungai Bingai dengan bentang 42 meter.


Main di sekitar bendungan masih aman karena airnya sedang dangkal.

Dari sumber yang saya dapatkan, saluran irigasi Namu Sira-Sira mampu mengairi sawah dengan luas 6.500 Ha yang terbentang di 4 kecamatan sekaligus. Bendungan ini adalah jawaban mengapa sepanjang perjalanan saya menemukan aliran air yang jernih dan berlimpah di parit-parit warga, yang akhirnya tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian, namun juga untuk budidaya ikan sampai dengan membantu kegiatan masyarakat sehari-hari.

Sekarang, lokasi bendungan dijadikan objek wisata yang selalu ramai pengunjung setiap akhir pekan. Tak jauh dari pintu utama Bendungan Namu Sira-Sira, ada pemandian alam yang dinamakan Pemandian Alam Pangkal atau masyarakat sekitar menyebutnya Pantai Pangkal. Oh, iya, jangan heran. Walaupun bukan di tepi laut, masyarakat sudah terbiasa menyebut pinggiran sungai seperti ini dengan sebutan pantai. Hehe.

Saatnya merasakan segarnya air di Pemandian Alam Pangkal.

Pemandia Alam Pangkal, di ujung sana adalah Bendungan Namu Sira-Sira.

Saya datang di hari sabtu yang mana berarti merupakan akhir pekan, wajar jika cukup banyak pengunjung yang datang hari itu. Kebanyakan datang bersama teman-temannya atau keluarga tercinta, menikmati riak air yang dangkal atau bermain di segarnya aliran air Sungai Bingai. Sebagian saya lihat ada yang bermain jeram dengan ban dalam bekas. Kata orang-orang sekitar, semua sisi di sungai ini dangkal semua dan aman untuk bermain.



Katanya banyak ikan di aliran Sungai Bingai ini.
Fasilitas di sini lumayan lengkap. Ada musholla, toilet dan kamar ganti, serta beberapa pondok yang dapat di sewa. Harga pondoknya relatif murah, yaitu Rp 20.000 sampai dengan Rp 30.000 untuk satu pondok, tergantung besarnya dan saya pikir bisa dapat harga miring kalau pandai menawar. Tak perlu takut kelaparan juga di tempat ini, karena sudah banyak yang berjualan berbagai macam makanan atau jajanan ringan. Sekedar informasi, saya menyempatkan untuk memesan mie instan seduh dan segelas es teh manis. Harganya masing-masing Rp 8.000 dan Rp 5.000.


***

Bagi saya, Bendungan Namu Sira-Sira cukup worth it untuk dijadikan tujuan berakhir pekan bersama keluarga. Selain tidak jauh, berwisata di tempat ini juga tidak menguras kantong alias murah meriah. Mungkin buat yang ingin merileksasikan pikiran namun budget di kantong pas-pasan, boleh lah main ke tempat ini.

*Note
Sumber sejarah Bendungan Namu Sira-Sira: wisato(dot)id



  • Share:

You Might Also Like

16 Comments

  1. Airnya jernih sekali, beruntung banget masih punya bendungan air begitu. Bisa buat wisata keluarga tipis tipis

    BalasHapus
  2. Bendungan yang multifungsi ya, bisa menjadi ladang rezeki dari para pencari ikan.

    BalasHapus
  3. Menarik juga nih bang, mancing trus mandi2, makan2 , piknik lah sama keluarga. Airnya bersih kehijauna pula itu jd pengen nyebur hehe

    BalasHapus
  4. huaa bendungannya besar sekali, terus airnya bersih. pantesan sekalian dijadikan wisata, ya. seru juga tuh bikin tenda disitu sekalian hehe.

    BalasHapus
  5. masyarakat yang punya kesadaran tinggi tidak mau mencemari lingkungan, ini yang harus kita contoh. waww the best bangt

    BalasHapus
  6. Enak banget nih sambal gelar tiker, makan bekal. Ada tempat berteduh ga Kak? Kebayang panas kalau tidak ada. Saya pernah ke bendungan di Sumba, memang ada pondok/ saung gitu untuk berteduh. Asyik...

    BalasHapus
  7. masyaAllah enak banget air masih bersih begitu, bisa sekalian wisata ya soalnya gede.


    Kalau di Jakarta mana ada😅

    BalasHapus
  8. Kedalamannya nggak ditulis, Bang?
    Di tempatku namanya balong. Kami dulu dilarang berenang di balong. Sebab, ada antu banyu. Banyak yang meninggal saat berenang.

    BalasHapus
  9. jadi alternatif tujuan wisata ya yang murah meriah. Dulu biasanya keluargaku piknik di bendungan juga, bawa bekal makanan seabreg, haha.

    BalasHapus
  10. Noted ni Bendungan Namu Sira-Sira dan Pemandian Alam Pangkal. Airnya jernih, dangkal, passs buat ngajak anak² main di sini hihii... Tp tu gak ada jadwal buka-tutup bendungannya kan,, mengantisipasi mana tau ada biar lbh waspada. Tfs Bangda

    BalasHapus
  11. Spot ini menarik banget lho untuk bisa dikembangkan.. misalnya untuk semacam pasar minggu pagi dengan menu makanan dan jualan produksi masyarakat sekitar.

    BalasHapus
  12. Spot ini menarik banget lho untuk bisa dikembangkan.. misalnya untuk semacam pasar minggu pagi dengan menu makanan dan jualan produksi masyarakat sekitar.

    BalasHapus
  13. Bendungannya pasti di revitalisasi terus ya? Terlihat terawat dan bersih banget dari sampah.
    Makanya banyak banget anak² yang renang disana ya.

    BalasHapus
  14. Hebat bendungan namu sira-sira sudah pemandangan alamnya yang segar lokasinya bersih dari sampah.

    BalasHapus
  15. Bisa untuk berkemah gak yah bang? Kayaknya seru ngajak keluarga kemping di sana

    BalasHapus
  16. Ini jelas memanjakan mata pemandangan sepanjang perjalanan ke bendungan Namu Sira-Sira...,juga keren pemandangan sungainya.
    Kelihatan bersih banget.

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.