Bahwa Introvert, Pejuang LDR, dan Jomblo Akut Ternyata Lebih Siap Melawan Virus Corona Ketimbang Orang Lain

By Irsyad Muhammad - 3/23/2020 09:42:00 PM

pixabay.com

Beberapa hari yang lalu, negara seindah Italia bisa berubah bak neraka kecil. Wabah Covid-19 yang menyerang negara ini sudah masuk level bahaya karena korban meninggal bisa 200 sampai 400 orang dalam sehari. Foto truk-truk militer pengangkut ratusan jenazah korban Covid-19 lalu tersebar. Kabarnya pemakaman di Italia sudah over capacity dan pilihan terakhirnya adalah dikremasi.

Menyeramkan? Iya lah! Bagi kita di Indonesia, tidak ada lagi waktu untuk menganggap enteng wabah ini. Italia bisa dijadikan pelajaran, karena sejak kasus pertama ditemukan di Italia, orang yang tinggal di sana masih suka berkumpul-kumpul dan masa bodoh dengan risiko yang dihadapi.

Baca juga: (Opini) Gaya Hidup dan Pinjam-Meminjam Duit yang Menyebalkan

Syukurnya, peringatan bahaya Virus Corona di Indonesia sudah di mulai sejak kasus pertama. Walaupun, yah, masih banyak yang menganggap enteng diawal, tak terkecuali para pejabat terhormat. Setelah jumlah pasien positif Covid-19 naik tajam, baru ada beberapa kebijakan dan himbauan yang diterapkan. 

Beberapa kebijakan pemerintah diantaranya adalah mengganti kegiatan belajar-mengajar di sekolah dan perkuliahan dengan sistem online, WFH (Work from Home) atau bekerja dari rumah, membatasi aktifitas keagamaan di rumah-rumah ibadah, hingga himbauan untuk social distancing. Tugas kita sebagai masyarakat adalah mentaati himbauan baik dari pemerintah pusat atau daerah masing-masing dengan sebaik mungkin.

Banyak yang Masih Ngeyel


Jangan ngeyel! Sekali lagi, jangan ngeyel! Memang sih, kita terkenal dengan budaya santuy, tapi merespon himbauan social distancing dengan meramaikan tempat wisata dan kumpul di tempat nongkrong adalah kekeliruan yang sangat besar. Sekali lagi, kondisi Italia sekarang adalah hasil dari kengeyelan warganya. Kita tidak ingin Indonesia jadi seperti itu juga.

Poin dari social distancing sendiri adalah menghindari potensi keramaian dan menjaga jarak antar manusia. Semua itu demi meminimalisir virus untuk tidak menyebar. Betapa tidak, kita tak tahu apakah orang lain atau diri kita sendiri yang membawa virus ini. Jadi, berwisata atau kumpul-kumpul di saat seperti ini adalah tindakan yang sangat tidak cerdas, terlampau konyol, serta tidak berprikemanusiaan.

Di satu sisi, suka atau tidak suka, dunia memang harus “dipause” untuk sementara waktu. Dengan amat terpaksa, kita harus berdiam diri di dalam rumah, meninggalkan keperluan-keperluan di luar sana. Bagi yang biasa mabar (main bareng) sambil nongkrong di cafe-cafe, cukup mabar dari rumah saja. Bagi yang biasa jalan berdua sama pacar ke mall, mungkin video call dari kamar masing-masing dirasa sudah cukup. Virus Corona membuat kita harus membiasakan hal-hal yang tidak biasa kita lakukan. Berat, memang.

Nah, kalau kita belum terbiasa berdiam diri di rumah dalam kurun waktu dua pekan saja, maka belajarlah dari orang-orang introvert, pejuang LDR, atau jomblo akut. Menurut saya, ketiga golongan orang ini tidak akan sulit untuk membiasakan diri di tengah himbauan social distancing. Kok bisa? Mari simak baik-baik.

Belajar dari seorang introvert, pejuang LDR, dan jomblo akut


Untuk orang yang masuk golongan introvert, himbauan tak keluar dari rumah bukanlah hal yang berat dilakukan. Jangankan di tongkrongan, di lingkungan sendiri saja mereka memilih menyembunyikan diri. Bagi mereka, rumah atau kamar adalah tempat terbaik untuk beraktifitas. Mereka tak terpengaruh oleh ada atau tidaknya Corona di luar sana. Work from Home? Energi mereka justru berlipat-lipat ganda dan hasilnya akan lebih produktif lagi.

Selanjutnya adalah pejuang LDR. Golongan ini adalah salah satu golongan yang paling gampang menyesuaikan diri di tengah serangan Virus Corona. Jika saat ini kita dihimbau untuk menjaga jarak dengan orang lain, maka bagi pejuang LDR, jarak adalah makanan sehari-hari. Mereka menyadari kalau mereka terpisah jarak bukan karena virus, melainkan karena kondisi yang tak memungkinkan untuk bertemu. Musuh mereka hanya satu, yaitu rindu. (Asik!) 

Terakhir yang patut untuk dicontoh adalah golongan jomblo akut. Jika orang lain punya pasangan yang selalu ngajak jalan keluar, maka tak ada yang memperdulikan jomblo akut. Tapi itu tak mengapa, karena dengan begitu mereka sudah ikut serta dalam mengkampanyekan tagar #DiRumahAja. Pada akhirnya, mereka mungkin bisa menahan diri untuk diam di rumah, tapi tidak untuk menahan pahitnya kesepian. Suram memang, namun cukup untuk mencegah penyebaran Virus Corona.  

Lalu bagaimana dengan kita yang masih bersikap masa bodoh dengan himbauan pemerintah dan ahli terkait? Sadarkah kalau sudah banyak pasien positif Covid-19 yang berpulang? Sadarkah kalau para tenaga medis juga ikut jadi korban? 

Oleh karena itu, jika kita memang perduli dengan keselamatan diri sendiri dan orang lain, contohlah ketiga golongan orang ini. Tetaplah di rumah jika tidak ada hal yang penting untuk dilakukan. Tetap jaga kebersihan, tidur cukup, konsumsi makanan sehat, dan olahraga teratur. Bagi yang masih berkewajiban untuk keluar rumah, tetap jaga jarak dengan orang lain dan pakailah masker jika sedang tidak sehat. Oh, iya, cuci tangan jangan lupa. Jangan mau kalah sama yang introvert, LDR, atau jomblo akut. 

Stay safe, teman-teman!  

  • Share:

You Might Also Like

20 Comments

  1. Hmmmm dan menyengsarakan bagi extropet yang suka bepergian kemana-mana. Terasa terpenjara dirumah terus.

    BalasHapus
  2. judulnya sekalian curhat ya mas hahahhaha saya mix introvert dan ex jadi antara oke aja dan kadang bosen sih, yang pasti semoga wabah ini segera berlalu aamiin

    BalasHapus
  3. Ai Mak Jaaang, Mas Irsyad judulnya kece badaiiiii. Hahaha. Semangat ya mas. Sehat itu perlu. Apalagi virus corona ini gak tebang pilih. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiiin

    BalasHapus
  4. Ebuset judulnya.. ahahahaa...
    saya introvert, dan bener biasa aja saat ada pembatasan sosial spt ini. Malahan belom ngerasain, kantor nggak ada kebijakan libur... kerjaaa teroossss..

    BalasHapus
  5. Iya, ygbisa di rumah, baiknya di rumah
    Ada sih bbrp profesi yg ga bisa makan kl ga kluar cari nafkah. Pekerja harian dan pedagang kecil termasuk ojol, kpd mreka jaga kebersihan, social n physical distancing aja ya, moga sehat semuanya

    BalasHapus
  6. Wkwkkwk jomblo juga ikutan di sini. Btw kalau jomblonya dah kelamaan, jadinya jomblo kronis mas.

    BalasHapus
  7. Sabar wahai kau jomblo akut ehhhh
    Hahaha
    Tulisan ini harus di share banyak banyak dek biar pada belajar sama 3 golongan inii 😂
    Semoga corona segera berlalu aamiin ya Rabb

    BalasHapus
  8. Corona ini beneran nggak bisa dianggap enteng lho, kita keluar rumah aja takut apalagi hangout sama temen. Saya extrovert tapi lebih milih stay safe @ home

    BalasHapus
  9. Haha judul nya antara ngeledek sama kenyataan ada benernya ya kak..yg pasti klo jomblo bebas merdeka kak ada atau tiada ga ada bedanya ga ada yg nyariin jadi nyantai aja ngadepin pandemi walaupun tetap waspada krna ga mau juga kan mentang2 jomblo tapi wafat krna sembrono kena wabah ini.

    BalasHapus
  10. wkwkwkwk duh mas ini antara mau ngeledek tapi emang kenyataan ya gimana ya. tapi emang bener sih dulu saya pas belum nikah betah banget di rumah, traveling sesekali aja. tapi setelah nikah bawannya melancong kesana melancong kesini, hadeuuuh. bikin suami spaneng ngikutin istrinya wkwkwk.

    BalasHapus
  11. Malah pejuang LDR yang kayaknya sulit mas untuk menghadapi corona. Karena pejuang LDR biasanya suka kongkow ama temen-temen untuk ngilangin suntuk, haha...

    BalasHapus
  12. Judulnya lucu dan menggemaskan, bikin saya baca berulang-ulang. Btw, aku termasuk golongan introvert yang betah berlama-lama di rumah. Jadi, santuy aja dengan #dirumahaja.. Semoga virusnya cepat berlalu, yaa

    BalasHapus
  13. Jujur, aku rada tersenyum simpul saat membaca judul tulisan ini. Dan ya memang bener sih, mereka yang sudah biasa sendiri dan menyendiri, akan lebih kuat bertahan saat ada gerakan #DiRumahAja

    BalasHapus
  14. ihhhhhhh di sidoarjo aja ni masih byk yg ngeyel mas,, liat diluar masih rame,, warkop masih aja ditongkrongin, kayak pada ga punya takut gini.. sini was was bgt euy lihatnya..

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah...Uda lebih 14 hari berhasil mengurung diri di rumah, dan semoga masih diberi kekuatan untuk melanjutkan misi..semangat ya teman!

    BalasHapus
  16. Saya introvert dan memang gak terlalu suka kumpul-kumpul di luar. Jadi pas lagi ada himbauan #diamdirumah, ya saya biasa aja, karena memang sehari-harinya di rumah terus. keluar rumah kalo ada perlu aja .... TOS dulu dong... Berarti jomblo banyak temannya nih

    BalasHapus
  17. Perilaku ngeyel itu susah untuk di hentikan. Seperti di daerah saya sendiri, mereka beranggapan tidak akan tertular karena belum ada yg jadi korban.

    Mereka masih saja hilir mudik dan kumpul-kumpul di keramaian meski pemerintah sudah menganjurkan untuk berdiam dirumah

    BalasHapus
  18. Saya masuk nih, sebagai seorang introvert, bekerja di rumah lebih maksimal daripada di kampus, kalau di kampus banyak ngobrolnya, tapi kalau di rumah banyak tidurnya, eh bukan, lebih leluasa gitu kalau kerja di rumah

    BalasHapus
  19. keknya orang Medan agak lebih butuh effort deh pemerintah setempat nyuruh #stayathome nya haha..scr pernah dgr komen sepele gitu di jalan "Kita laen darahnya... Corona aja takot ke sini" Besoknya lgsg ada berita jatuh 1 korban jiwa krn Covid-19 ini... br tau rasa dia wkwk

    BalasHapus

Sila tinggalkan komentarnya.