Film yang diangkat dari kisah nyata selalu memberikan kesan yang mendalam. Ada perasaan tertentu yang menunjukkan kalau hal ini memang pernah terjadi, dan perasaan itu biasanya sukses mengaduk emosi saya. Inilah 10 film kisah nyata terbaik yang saya rekomendasikan untuk mengisi waktu luang teman-teman sekalian.  

A Beautiful Mind (2001)

imdb.com

A Beatiful Mind awalnya adalah film rekomendasi dosen saya. Katanya, setiap mahasiswa yang mendalami ilmu ekonomi (btw, saya lulusan Ekonomi Pembangunan) wajib menonton film ini. A Beatiful Mind sendiri adalah film yang diangkat dari perjalanan hidup seorang ahli matematika sekaligus peraih nobel ekonomi yang bernama John Nash.


Ternyata dibalik otak cerdas John Nash, ia mengidap suatu penyakit mental yang bernama skizofernia. Penyakit ini membuat Nash tidak bisa membedakan halusinasi dan kenyataan, kerap mengalami delusi (memiliki keyakinan yang salah), dan terkesan anti sosial.


Dalam film ini akan diperlihatkan bagaimana perjuangan Nash melawan penyakitnya sembari ia juga mengabdi sebagai dosen dan ahli matematika. Kita akan dapat mengetahui pula bagaimana ia akhirnya sukses menghasilkan penemuan besar dan dapat meraih nobel ekonomi pada tahun 1994.

The Great Debaters (2007)

imdb.com

Baca juga: Review Film Drama Misteri Terbaik, Knives Out (2019) 


The Great Debaters adalah film yang mengisahkan perjuangan sebuah kelompok debat dari kampus khusus anak kulit hitam bernama Wiley College di Texas, Amerika Serikat. Film ini diangkat dari kisah nyata berlatar tahun 1953, yang mana ketika itu isu rasisme dan perlawanan serikat petani sedang marak-maraknya terjadi.


Dalam film ini, kita akan mengetahui bagaimana parahnya isu rasisme yang terjadi di sana sampai-sampai membuat warga kulit hitam mendapatkan perlakuan diskriminatif. Misalnya saja kita akan tahu bahwa pada zaman itu, kampus untuk anak kulit hitam dan anak kulit putih ternyata dipisahkan. Kampus khusus anak kulit putih biasanya memiliki fasilitas terbaik, sedangkan kampus anak kulit hitam sebaliknya.


Sebuah lomba debat antar kampus menjadi titik balik untuk melawan rasisme. Profesor Tolson, dosen di Wiley College akhirnya membentuk tim debat kampus mereka untuk pertama kalinya. Ternyata, Profesor Tolson punya misi tersendiri atas dibentuknya tim debat tersebut. Melalui lomba debat, ia ingin menyuarakan diskriminasi dan ketidakadilan yang didapat warga kulit hitam selama ini.


Tantangan berat akan dihadapi tim debat dari Wiley College. Mereka harus berhadapan dengan kampus-kampus unggulan yang berisi anak kulit putih, tak terkecuali Universitas Harvard.


Hotel Mumbai (2018)

imdb.com

Jika ingin mengulas kembali kisah serangan teroris di India pada tahun 2008, mungkin film ini bisa dijadikan tontonan. Hotel Mumbai diangkat dari peristiwa nyata saat sekelompok teroris menyerang sejumlah lokasi di Mumbai, India, pada tanggal 28 November 2008. Serangan tersebut memakan korban jiwa lebih dari 200 orang dan 400 orang lebih lainnya terluka.

Walaupun serangan tersebut terjadi di banyak lokasi, tetapi film ini khusus mengangkat serangan yang terjadi di Hotel Mumbai, salah satu hotel mewah di Kota Mumbai. Sudut pandang yang diambil lebih kepada para pelayan dan tamu hotel ketika serangan teroris terjadi. 

Dedikasi para pelayan hotel di sana memang patut diacungi jempol. Meskipun bertaruh nyawa dihadapan teroris, para pelayan ini tetap melindungi tamu hotelnya dengan segenap yang mereka bisa. Kisah yang heroik sekaligus mencekam. 

The Imitation Game (2014)

pinterest.com

Kamu lagi baca artikel ini melalui laptop atau gadget? Mungkin film Imitation Game ini tak boleh dilewatkan. Betapa tidak, film ini mengangkat biografi Alan Turing, pencetus mesin yang menjadi cikal-bakal terciptanya laptop atau gadget-gadget canggih yang sekarang kita pakai.

Alan Turing pada dasarnya adalah seorang ahli kode yang merupakan lulusan Universitas Cambridge. Ia diminta oleh Britania Raya untuk memecahkan kode Enigma, sebuah mesin pengirim pesan milik Jerman yang saat itu adalah musuh utama Britania Raya di Perang Dunia II. 

Turing lalu membentuk tim ahli untuk memecahkan kode pada mesin Enigma tersebut. Ia dan tim harus menghadapi 159 triliun kemungkinan kode setiap harinya pada Enigma. Jelas saja itu diluar kemampuan manusia normal. Turing kemudian membuat mesin khusus untuk memecahkan kode Enigma yang menjadi awal mula gadget digenggaman kita. 

Sisi lain tentang Alan Turing juga diangkat dalam film ini. Misalnya saja seperti saat ia dicurigai sebagai mata-mata musuh karena cenderung individualis dan tak mau bekerja sama. Karakternya yang introvert memang membuatnya kesulitan dalam bergaul. Bahkan, sisi lain yang mengejutkan tentangnya juga diangkat di film ini. Apa itu? tonton sajalah. Hehe.

Snowden (2016)

theguardian.com

Snowden, adalah nama seorang mantan prajurit militer serta mantan pegawai ahli CIA dan NSA. Keahlian komputernya yang luar biasa membawa dirinya menjadi ahli komputer yang cukup diandalkan di kesatuan intelijen Amerika Serikat. Oh iya, nama lengkapnya sendiri adalah Edward Snowden.

Snowden akhirnya adalah orang yang mengungkap skandal besar di badan intelijen Amerika Serikat. Ketika itu ia memilih melarikan diri dari pekerjaannya dan membocorkan dokumen-dokumen penting kepada publik. 

Lalu dokumen apa yang dibocorkan Snowden? Dokumen itu berisi bukti bahwa Amerika Serikat ternyata selalu mengawasi seluruh aktivitas warganya secara diam-diam. Seluruh perangkat seperti telepon genggam dan komputer yang terhubung ke internet adalah media Amerika Serikat dalam melakukan hal ini.

Betapa tidak, e-mail, chatting, percakapan via telepon, seluruh aktivitas media sosial bisa dilacak secara real time. Bahkan, seluruh aktivitas real kita bisa terekam secara live melalui kamera gadget yang kita letakkan di rumah sendiri. Snowden merasa hal itu telah melanggar privasi semua orang.

Rentetan perjalan Edward Snowden dalam merintis karirnya di intelijen Amerika Serikat juga dikupas tuntas. Hingga ia semakin lama semakin sadar bahwa banyak aktivitas dalam intelijen Amerika Serikat yang menurutnya tidak benar. 

Dilema seorang Snowden semakin terasa ketika ia harus memilih antara melanjutkan karirnya atau membocorkan kepada publik skandal-skandal besar yang disembunyikan negaranya sendiri. Jika ia membocorkan aktivitas intelijen negaranya, tentu saja keselamatannya akan terancam. Ini film fiksi? Tidak, ini skandal nyata yang diangkat menjadi film.

Brexit: The Uncivil War (2019)

thechairport.com

Masih ingat soal isu Brexit pada tahun 2016 lalu? Film yang berjudul sama ini mengangkat seluruh rangkaian peristiwa sebelum referendum Brexit yang menghebohkan dunia itu terjadi.

Bertahan atau keluar dari Uni Eropa? Itulah inti dari referendum yang dilakukan Inggris Raya ketika itu. Pro dan kontra pasti terjadi dalam proses politik seperti ini. Kubu pendukung kerajaan Inggris kebanyakan memilih untuk tetap bertahan di Uni Eropa, sedangkan kubu oposisi mayoritas memilih keluar. 

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi mengapa referendum ini bisa terjadi. Paling umum tentu saja faktor sosial dan ekonomi di Inggris Raya sendiri. Namun, sudut pandang film ini ada pada sisi yang berbeda.

Brexit yang telah menjadi isu dunia telah dijadikan sebuah studi baru dalam memahami tren politik. Melalui Brexit, kita akan tahu bagaimana spanduk, selebaran, dan orasi, tak lagi berpengaruh dalam kampanye politik. Brexit membuktikan kalau kampanye politik sudah bergeser pada internet, sistem informasi, big data, dan algoritma.  

The 33 (2015)

imdb.com

Mungkin, siapa pun yang menonton film ini pasti emosinya akan tersentuh. Film ini sendiri mengisahkan tentang 33 orang pekerja tambang tembaga-emas San Jose, Chile, yang terjebak akibat musibah tambang ambruk. Pertanyaannya, bagaimana 33 orang yang terjebak sejauh 700 meter di bawah permukaan tanah bisa bertahan hidup?

Dengan persediaan air dan makanan yang terbatas, 33 pekerja tambang ini berada dalam persimpangan antara hidup dan mati yang mengharukan. Dalam film ini akan diangkat pula bagaimana kondisi para pekerja tambang yang kerap diperlakukan tidak layak, namun kondisi ekonomi memaksa mereka bekerja dengan risiko seperti ini. Ya, ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata. 

The Man Who Knew Infinity (2015)

imdb.com

The Man Who Knew Infinity mengangkat kisah seorang ahli matematika dari India yang bernama Srinivasa Ramanujan. Kisah Ramanujan bukan kisah biasa. Ia adalah matematikawan yang temuannya dipakai untuk memahami pergerakan blackhole hingga saat ini. Berlatar belakang Perang Dunia I, temuan Ramanujan ketika itu dianggap layak untuk disandingkan dengan temuan Isaac Newton atau Archimides sekalipun. 

Ramanujan sejak awal hanyalah orang miskin yang tinggal di perkampungan Madras, India. Ia belajar matematika secara autodidak hingga bisa melahirkan teorema matematika dari kepalanya sendiri. Ramanujan yakin bahwa temuannya itu layak untuk dipublikasikan secara ilmiah. 

Ramanujan kemudian nekat mengirimkan temuannya ke Universitas Cambridge melalui pos. Hingga pada suatu saat, Profesor Hardi dari kampus tersebut merespon temuan Ramanujan dan mengundangnya untuk studi di sana.

Kisah-kisah menarik dapat dipetik dalam film ini. Misalnya saja seperti Ramanujan yang merupakan seorang Hindu taat, harus membuktikan temuan matematikanya di hadapan Profesor Hardi yang merupakan seorang ateis. Atau, betapa setianya Ramanujan terhadap istrinya yang buta huruf walaupun ditinggal lama untuk studi di Inggris.

Setelah ia berhasil mempublikasikan temuannya di Universitas Cambridge, Ramanujan memilih pulang ke kampungnya di India dan menghabiskan hidup bersama istrinya. Malangnya umur Ramanujan tidak panjang. Ia meninggal di usia 32 tahun, tak lama setelah kepulangannya dari Inggris.

The Big Short (2015)

imdb.com

Film yang satu ini mungkin sedikit lebih gampang dinikmati karena dikemas dengan gaya komedi yang ringan. Namun, kisah yang diangkat dalam film ini tidak main-main dan pada dasarnya lumayan berat. 

The Big Short menceritakan sebuah kisah dibalik krisis ekonomi tahun 2008 yang menerpa Amerika Serikat dan juga berdampak buruk pada kondisi ekonomi global. Jika kita telusuri, krisis ekonomi tahun 2008 ternyata disebabkan oleh sektor kredit perumahaan yang macet dan tak terdata dengan baik.

Sebenarnya, para ahli keuangan dan pebisnis besar di Amerika Serikat tak ada yang memprediksi hal ini akan terjadi. Namun, empat orang pegiat dunia keuangan berpikir sebaliknya. 

Empat orang ini telah memperkirakan keruntuhan gelembung kredit perumahan di kisaran pertengahan tahun 2000-an. Melawan arus, mereka akhirnya mengambil alih bank-bank besar karena hampir semua orang tak memikirkan pandangan ke depan seperti mereka. 

Oh iya, akan ada sedikit banyak istilah-istilah investasi dan ekonomi yang digunakan dalam film ini. Jadi, mungkin kita akan sedikit berpikir lebih keras jika tidak akrab dengan istilah-istilah tersebut.

The Walk (2015)

imdb.com

Baca juga: Review Laptop Gaming ASUS Terbaru


Film yang diangkat dari kisah nyata terakhir yang saya rekomendasikan adalah The Walk. Menceritakan perjalanan Philippe Petit, seorang seniman jalanan dari Prancis.

Keahlian utama Philippe adalah seni wire walker atau berjalan diatas seutas tali. Ia kerap mempertontonkan keahliannya ini di sudut-sudut jalanan Kota Paris dan bertahan hidup dari uang yang diberikan penontonnya.

Suatu waktu, ketika Philippe sedang membaca koran, ia tak sengaja melihat berita pembangunan dua buah gedung tertinggi di Amerika Serikat. Ia pun bertekad akan melakukan aksi wire walker diantara dua gedung tinggi tersebut suatu saat nanti. Dua gedung tersebut sekarang kita kenal dengan nama World Trade Center.

Perjalanan Philippe yang seru dan menegangkan pun terjadi. Ia hidup dari pertunjukkan seni, bertemu rekan-rekan untuk menjalankan aksinya, serta mempertontonkan wire walker di atas bangunan-bangunan bersejarah secara ilegal. Mampukah ia mewujudkan mimpinya untuk beraksi di atas World Trade Center? Silakan ditonton film ini sampai habis. 

***
Itu tadi 10 film kisah nyata terbaik yang saya rekomendasikan. Oh iya, semua film yang masuk list di sini adalah film yang sudah pernah saya tonton ya. Jadi memang benar-benar dipilih berdasarkan penilaian pribadi. Kira-kira ada yang mau menambahkan? 

55 Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

  1. Hampir semuanya saya sudah menontonnya, yang sangat berkesan sampai saat ini adalah beautyful Mind.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bang, makanya saya ulas paling pertama

      Hapus
  2. Dari list ini, baru 2 yg saya tonton. Terima kasih rekomendasinya. Saya kebetulan memang lebih suka menonton film yang berasal dari kisah nyata.

    BalasHapus
  3. Dari review ini jadi pingin nonton minim satu lah. Karena menarik semua. Tapi paling penasaran sama A Beautiful Mind. Penyakit mental itu nyata tapi tidak terlihat. Plus sesama introvert mungkin bisa saling memahami ��

    BalasHapus
  4. Dari beberapa judul film yang udah aku baca, hem... Aku tertarik sama satu judul "A Beautiful Mind"
    Yang kebetulan sama dengan aku, sama-sama menyukai matematika.


    Di film tersebut ternyata pemerannya mengidap penyakit mental yang mungkin dia sendiri tidak menyadari sejak dini,sehingga tidak dapat membedakan mana nyata maupun halusinasi. Duhh penasaran aku mau nonton bareng suamiku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah banyak yg tertarik sama kisah John Nash ternyata. Filmnya rekomen sekali

      Hapus
  5. Ada beberapa film yang masih jadi PR saya untuk nonton. Saya hobi banget nonton film apalagi film-film yang bikin otak mikir tap suka juga sih sama drakor heheheh. Masuk list saya nih artikelnya buat list nanti nonton film. Makasih banget

    BalasHapus
  6. Dan dari ke sepuluh film ini, belum ada satu pun yang saya tonton.
    Saya catet lah, ntar pakai kuota tengah malam coba di cari. Paling nggak 1 dari 10 ini ada yang berhasil saya tonton sampai habis

    BalasHapus
  7. Baru nonton Imitation Game sama The Walk. Bisa buat list weekend ini yg masih stay di rumah nih. Makasih bangeeet

    BalasHapus
  8. gada satupun yg pernah aku tonton, haha.. tapi boleh lah, masukin list temen #dirumahaja

    BalasHapus
  9. Bah... baru 2 yang familiar dan udah nonton.. a beautiful mind sama hotel mumbai... dan dua2nya berkesan buat saya... pasti sisanya juga ok ok nich filmnya

    BalasHapus
  10. Bagus semua kak review filmnya menginspirasi sekali pas nih ditontos kala wfh gini soalnya ceritanya bermakna semua

    BalasHapus
  11. Beberapa sudah saya tonton..Memang jika diangkat dari kisah nyata itu terasa hidup ceritanya ya. Meski ada penambahan pemanis cerita tapi kita jadi kenal benar sosok yang difilmkan setelah menontonnya.
    Oh ya tentang The Walk, Philippe sang wire walker...tegang banget nontonnya saya, karena saya phobia pada ketinggian hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemanis pasti tetap ada kak, tapi semoga tidak merusak inti kisah sebenarnya

      Hapus
  12. Jejeran daftar film ini sepertinya menarik untuk dinikmati. Apalagi dimusim wabah saat ini. Memaksa agar tidak bosan bertahan dirumah

    BalasHapus
  13. Weeeew rekomendasinya keren-keren bang. Beberapa ada yang sudah ditonton. Tinggal beberapa lagi yang belum .bisa banget ditonton sebagai variasi tontonan di rumah. Selama di rumah aja .

    BalasHapus
  14. wah ini list film under 2017 ya kak, dan jujur belum aku tonton semua, kayaknya aku lagi sibuk-sibuknya kerja deh waktu itu jadi boro-boro nonton haha. Cuss aku udah catetin dan mau nonton Hotel Mumbai nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu keren mba Grandys. Seru sih nontonnya. Bareng sama suami biar gak lupa pas nahan napas pas adegan seru

      Hapus
    2. Betul kata Kak Icha, Mba. Hotel mumbai ini bikin deg2an hehe

      Hapus
  15. wah banyak rekomendasi film nih, Dewi belum nonton semuanya. Bisa jadi stok selama di rumah nih:) tontonan pertama yang menarik Dewi untuk melihat a beautiful Mind nih:)

    BalasHapus
  16. yaampun udah berapa puluh tahun saya gak nonton film, dari ke 10 itu film enggak ada satupun yang udah saya tonton hahaha, belum semua dong. tapi bagus-bagus ternyata yaa, bisa dicoba selama di rumah aja nih, hihi

    BalasHapus
  17. Waa terimakasih rekomendasinay, beberapa sudah saya tonton, yang lain mungkin akan say a tonton jika ada waktu

    BalasHapus
  18. Aduh aku merasa payah nih...dari ke-10 fulm kisah nyata blm ada yg kutonton. Thx ya udh ksh referensi. Klu pas lowong cb ngintip deh...

    BalasHapus
  19. Jadi pengen nonton film Snowden dan Brexit. Film dengan tema begitu agaknya tidak banyak yang berminat, karena banyak teorinya. Padahal banyak pelajaran yang bisa diambil dari film-film itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah selera saya malah sama2 film seperti itu. Kita diajak mikir secara logic

      Hapus
  20. Aku penasaran hotel mumbai sih, kapan-kapan mau nonton deh kalau lowomg makasih reviewnya mas

    BalasHapus
  21. Jadi ada daftar tontonan nanti nih Bg Irsyad. Btw saya jadi dapat ide nulis blogpost tentang film2 yg direkomendasikan buat ditonton mahasiswa fakultas hukum nih Bg. Soalnya saya sendiri suka ngasih tugas buat resensi film hukum yg saya rekomendasikan buat anak2 semester 1. Tfs ya

    BalasHapus
  22. Bagus semua dah ini judul film yang ada di list artikel. Aku paling penasaran dengan hotel mumbai

    BalasHapus
  23. Bagus2 semua ... otw cari filmnyaa... karena beberapa aku belum pernah nonton, kebiasaan nonton sinetron doang. Amsyong!!!

    BalasHapus
  24. Duh, jangan dibully ya kalau ternyata aku belum pernah menonton satu pun dari 10 film ini. Yaaah, jadi aku tuh terlalu sibuk kerja dan mengurus anak sampai nggak sempat nonton, hihihi ...

    Film yang diadaptasi dari kisah nyata menurutku punya kelebihan. Pertama, ikatan emosional antara film dengan penonton akan lebih mudah terjalin. Kedua, karena penonton sudah pernah tahu, maka kemungkinan mereka datang ke bioskop pun lebih besar.

    BalasHapus
  25. Blm banyak yg aku tonton. Cuma yg terakhir Hotel Mumbai, keren euy, menegangkan hehe

    BalasHapus
  26. hotel mumbai!!! duh jadi pengen nonton di bioskop. tapi harus dirumah aja.

    BalasHapus
  27. filmnya recomended semua. keren keren.... nyari ah.

    BalasHapus
  28. Semua filmnya bagus-bagus sepertinya jadi pengen nonton film ini dan jadi rekomendasi selama di rumah aja.

    BalasHapus
  29. Ya ampun, dari film sebanyak itu belum ada yanng pernah ku tonton. Soalnya kurang suka film barat. Tapi setelah baca artikel ini kok bagus-bagus ya.

    BalasHapus
  30. Wah..jadi masukan ni untuk ditonton selama stay at home..terima kasih ya..

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum nonton yang Brexit nih, padahal saya penggemarnya Benedict Cumberbatch, cuss langsung cari filmnya ah

      Hapus
  32. Dari 10 list baru 3 yang aku sudah nonton, jadi penasaran dgn 7 film lainnya

    BalasHapus
  33. Belum ada yang pernah aku tonton dari 10 list diatas, bisa jadi masukan nih buat aq yang bukan penggemar film. Soalnya review-nya keren banget

    BalasHapus
  34. Wahhh....keren keren semua film yang direview. Tapi belum satu pun yang pernah ditonton. Tapi pas beautiful mind tayang kk sempat baca sinopsisnya. Pengen nonton ini tapi nggak jadi jadi sampek sekarang. Ntar kalau ada waktu luang mau nonton beautiful mind sama Film The man who knew infinity.

    BalasHapus
  35. Wah mantap nih! Pas banget untuk asupan di rumah aja. Hanya Imitation Game yang sudah kutonton. Akan mencoba yang lainnya. Terima kasih rekomendasinya!

    BalasHapus
  36. astaga belum pernah ntn semua,wajib dimasukin list deh ini terutama yg snowden. lumayan buta ngabisin waktu #dirumahaja. kayaknya menarik

    BalasHapus
  37. dari semua tak ada satupun yang pernah saya nonton hahahaha..
    film terkahir itu, ketika si tokoh mencoba berjalan di tali dari satu gedung ke gedung lain, dia terjatuh kan? kalo tidak salah masuk ke berita televisi ketika itu.


    untuk film rasis, terus terang saya tidak suka, karena menyedihkan dan membuat saya menangis.
    kalo sudah nangis, pasti hipertensi saya kambuh.haizzz

    BalasHapus
  38. Belum ada satupun yang pernah saya tonton. Kayaknya film-film tersebut jalan ceritanya serius. Tapi penuh hikmah dari kisah nyata yang pernah terjadi.

    BalasHapus
  39. Aku kurang nonton nih. Baru nonton dua dong. Beautiful Mind. The Walker malah baru tadi malam di channel AXN di tv...Duh...makasih reviewnya. Pilih-pilih ah...mo nonton...

    BalasHapus
  40. Saya suka film atau cerita yang diangkat dari kisah nyata, rasanya ceritanya lebih hidup. BTW film-film ini bagus ditonton selama d rumah saja, agar selama di rumah kita tidak jenuh.

    BalasHapus
  41. Film base on kisah nyata buat Saya sangat menginspirasi Dan secara emosional sangat menggugah. Tapi lihat list abang ini kirain cuma Saya aja yang gak pernah nonton semuanya ternyata baca Komen diatas Ada juga yg sama dengan Saya hahaha.. apa Saya yang terlalu alay tontonannya ya

    BalasHapus
  42. Belum pernah ada yang kutonton nih, sedih banget keliatannya bagus semua. Itu Imitation Games aku udah pernah baca reviewnya juga, temanya aku suka tuh tentang teknologi dan apalagi yang main Bennedith Cucumber *eh, hehe. A Beautiful Mind sama The 33 aku juga sering denger tuh,

    BalasHapus
  43. kayaknya semua film di atas belum aku tonton, yak kemana aja sih aku, hahaha... bisa nih jadi film list untuk mengisi kegiatan #dirumahaja

    BalasHapus
  44. The Immitation Game gw pernah nonton. Ya ampun bagus banget itu. Walupun kisah akhir hidupnya tragis. Gw kalo liat Benedict Cumberbatch langsung teringat Serlock Home, wkwkwkwk

    Kayaknya udah nempel banget di kepala gw peran Serlock Home

    BalasHapus
  45. dari 10 film itu hanya beautiful mind yang saya pernah tonton. saya sebenarnya suka film2 yang diangkat dari kisah nyata.
    Trims ulasannya mas, semoga bisa ketemu link gratisannya hehehe

    BalasHapus
  46. Wahh isu skandal Amrik sering intervensi pada aktivitas individu ternyata benar adanya, ya.
    Aslii pingin nonton Snowden ini.
    Mksh sharingnya mas.

    BalasHapus
  47. Wuah keren. Auto download deh teh imitation game. Kalau lihat dari sinopisisnya udah menarik banget. Siapa tahu jiwa-jiwa keren dan rasa ingin tahu bisa nular.

    BalasHapus

Posting Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama