Jika tak ada perubahan dari pemerintah, maka bulan Ramadhan tahun 1441 Hijriah atau tahun 2020 Masehi akan dimulai pada tanggal 24 April 2020. Agak berbeda rasanya. Satu sisi kita patut bersyukur karena dipertemukan kembali dengan Ramadhan, satu sisi lain ada sedikit getir mengingat wabah corona masih melanda seluruh negeri.

Setidaknya sejak tulisan ini dibuat, jumlah pasien positif yang terjangkit virus corona di Indonesia sudah mencapai 6.248 orang. Pun dari seluruh jumlah pasien positif tersebut, 535 diantaranya meninggal dunia serta 631 lainnya dinyatakan sembuh (data pemerintah tanggal 18 April 2020). 

Lebih lanjut, kita tahu bahwa sampai hari ini selalu ada penambahan jumlah pasien positif di Indonesia. Jumlahnya bisa seratusan per hari. Dengan kata lain, pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini akan berlangsung di tengah situasi sulit akibat virus corona.


***

Virus ini memang tidak memandang usia, jenis kelamin, apalagi kaya atau miskin. Siapa saja bisa terjangkit, terlebih para dokter dan tenaga medis yang sangat rentan tertular dari pasien positif. Faktornya bermacam-macam. Selain karena sering berkontak langsung dengan pasien, dokter dan tenaga medis juga kerap kekurangan Alat Pelindung Diri atau APD.


Demi meminimalisir penambahan pasien positif, kita pun harus mematuhi imbauan social distancing hingga physical distancingBeberapa daerah yang dinyatakan darurat juga sudah menerapkan kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. 


Dampaknya, selain memakan begitu banyak korban jiwa, wabah ini juga mematikan mata pencaharian sebagian besar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. PHK di mana-mana dan pekerja informal tak tahu harus ke mana. Belum lagi berbicara kebutuhan hidup yang makin mendesak selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.






Namun, bolehlah sejenak kita lupakan situasi sulit ini. Sebagai seorang muslim, selayaknya kita menyambut Ramadhan dengan perasaan yang gembira. Sebagaimana bergembira dalam menyambut Ramadhan merupakan suatu wujud keimanan seorang muslim.


Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelengggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi (HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 2/385).

Ya, Ramadhan adalah bulan yang diberkahi-Nya. Virus dan bakteri pun merupakan makhluk-Nya yang tak bisa dipungkiri. Tugas kita adalah memaksimalkan amalan selama bulan Ramadhan, sembari tetap mematuhi imbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah corona ini. 


Sejatinya, melaksanakan Ramadhan di tengah wabah corona juga merupakan momentum yang tepat untuk memaksimalkan amalan. Selain berpuasa, memperbanyak salat sunnah, dan lebih mendekatkan diri kepada Al-Quran, kita juga bisa menyumbangkan rezeki yang kita miliki untuk ikut serta dalam memerangi wabah ini.



Anak-Anak Inspiratif di Tengah Wabah Virus Corona

Sebagai contoh, saya sempat mendengar beberapa anak yang rela menyumbangkan tabungannya untuk ikut melawan wabah ini. Saya pun penasaran. Akhirnya setelah saya cari dari beberapa sumber media, saya menemukan beberapa anak inspiratif yang patut untuk kita teladani. 

Berikut adalah anak-anak inspiratif yang berhasil saya rangkum:


Yasmin Saman, Usia 6 Tahun Asal Makassar

Namanya adalah Yasmin Saman. Gadis ini masih berusia 6 tahun dan berasal dari Makassar. Ia rela memberikan seluruh isi celengannya untuk membeli APD bagi tenaga medis. 

Celengan bentuk ikan yang ia bawa bersama ibunya kemudian dipecahkan. Berjumlah Rp 448.800, Yasmin pun secara resmi ikut serta dalam membantu garda terdepan untuk memerangi corona. Sekadar informasi, celengan tersebut adalah uang jajan yang sudah dikumpulkan Yasmin selama 2 tahun. 

Tata dan Unsia, Usia 7 Tahun Asal Makassar

Masih dari Kota Makassar, kali ini dari dua orang anak berusia 7 tahun yang bernama Tata dan Unsia. Secara kolektif, dua anak ini memberikan tabungannya agar tenaga medis bisa membeli APD.

Mereka berdua mengaku kalau uang berjumlah Rp 349.000 yang mereka serahkan adalah tabungan mereka selama 6 bulan. Dengan polosnya, mereka berharap uang tersebut bisa dibelikan masker untuk para dokter.

Bagus Ananda Pratama, Usia 7 Tahun Asal Kendari

Anak yang biasa disapa Tama ini datang bersama ibunya ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari. Secara langsung, ia menyerahkan 2 tabungannya kepada Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

Tidak main-main, dana yang disumbangkan anak berusia 7 tahun ini berjumlah Rp 800.000. Katanya, jumlah tersebut adalah hasil menabungnya selama 1 tahun yang awalnya ia niatkan untuk membeli handphone. Melihat semakin maraknya wabah virus ini, Tama berubah pikiran untuk membantu para dokter dan perawat.   

Moch. Hafidh, Usia 9 Tahun Asal Bandung

Hafidh, nama panggilannya, datang ke Polsek Dayeuhkolot dengan ditemani ibunya. Membawa sebuah kaleng biskuit yang berisi uang koin hasil tabungannya, Hafidh dengan hati mulia ingin ikut membantu tim medis untuk membeli APD.

Hafidh sendiri hanya diberi uang jajan oleh ibunya sejumlah Rp 2.000 setiap hari. Walaupun tak banyak, uang jajan tersebut mampu dikumpulkan Hafidh sedikit demi sedikit hingga berjumlah Rp 453.300. Atas kebesaran hatinya, Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat mengundang Hafidh untuk menyerahkan bantuannya secara resmi.  
***

Menurut saya, anak-anak ini berhasil mengetuk pintu hati banyak orang. Walaupun masih kecil, tapi kebesaran hati mereka sudah tidak diragukan lagi. Saya juga yakin di luar sana masih banyak anak-anak lain yang ikut melakukan hal serupa. Semoga kita yang dewasa bisa mencontoh kebaikan berbagi dari anak-anak ini. 


Siapa yang menolong saudaranya dalam kebutuhannya, maka Allah akan menolongnya dalam kebutuhannya (HR. Bukhari 2442, HR. Muslim 2580).


Menebar Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa: Melawan Virus Corona, Meraih Amal Ramadhan

Kembali lagi tentang bulan Ramadhan. Kita tahu, bulan ini adalah bulan yang tepat untuk menebar kebaikan. Nah, untungnya ada Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan yang selalu siap sedia pada transformasi nilai-nilai kebaikan di masyarakat. 

Bersama Dompet Dhuafa, kita bisa turut andil dalam melawan virus corona dan juga bisa memaksimalkan amalan di bulan Ramadhan. Siapa tahu kita juga bisa menularkan semangat menebar kebaikan seperti yang anak-anak inspiratif di atas lakukan.


Ada dua layanan Dompet Dhuafa yang bisa kita manfaatkan untuk sekarang ini. Dua layanan tersebut antara lain adalah Donasi Online dan Zakat.



Donasi Online Melawan Corona, Cepat dan Tepat Guna

Saat ini Dompet Dhuafa membuka donasi online bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan rezekinya untuk melawan virus corona. Donasi tersebut akan ditransformasikan menjadi kegiatan penyemprotan desinfektan di sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah.

Selain itu, dana donasi yang masuk juga akan dijadikan bantuan secara langsung. Bantuan tersebut antara lain adalah pembagian sembako untuk masyarakat miskin dhuafa, penyerahan APD untuk tenaga medis di Rumah Sakit, pemasangan 1.000 disinfection chamber di tempat umum, hingga pembagian hiygiene kit kepada kelompok yang rentan terinfeksi virus corona.


Berzakat, Ikut Membantu Kaum Dhuafa di Tengah Situasi Sulit

Seperti yang kita tahu, sekarang banyak kaum dhuafa yang ekonominya semakin terdampak akibat wabah virus corona. Tentu saja mereka membutuhkan uluran tangan kita, salah satunya melalui zakat. Nah, kita sendiri juga bisa menunaikan zakat melalui lembaga terpercaya seperti Dompet Dhuafa.

Bukannya tanpa alasan. Berzakat melalui Dompet Dhuafa itu sangatlah mudah sekaligus efektif. Zakat yang kita tunaikan bisa disalurkan kepada delapan golongan orang yang berhak menerima zakat di mana pun mereka berada. Zakat yang disalurkan pastinya akan melewati proses yang sesuai anjuran agama, profesional, dan amanah. 


Oh, iya. Sekadar mengingatkan kembali, nih. Berikut adalah delapan golongan orang yang berhak menerima zakat:

  • Fakir (orang yang tidak memiliki harta)
  • Miskin (orang yang pendapatannya tidak mencukupi) 
  • Riqab (hamba sahaya atau budak)
  • Gharim (orang dengan banyak utang)
  • Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
  • Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)
  • Ibnu sabil (musyafir dan pelajar perantau) 
  • Amil zakat (panitia penerima dan pengelola zakat) 
Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka (QS. At-Taubah: 103).

Itu tadi dua layanan dari Dompet Dhuafa yang benar-benar bermanfaat di tengah situasi sulit sekarang ini. Sayang sekali jika kesempatan menebar kebaikan ini kita sia-siakan begitu saja. Bagaimana tidak, kapan lagi bisa ikut serta melawan virus corona sekaligus meraih amal Ramadhan dengan maksimal?


Referensi artikel:
donasi.dompetdhuafa(dot)org/bersamalawancorona/
zakat.or(dot)id/bayar-zakat-lewat-lembaga/
muslim.or(dot)id/29974-muslim-harus-bergembira-menyambut-ramadhan.html
rumaysho(dot)com/7598-jangan-meremehkan-berbuat-baik.html
popmama(dot)com/big-kid/6-9-years-old/amelia-putri/inspiratif-anak-anak-ini-sumbangkan-apd-bagi-tenaga-medis-saat-corona
liputan6(dot)com/regional/read/4229824/bocah-asal-bandung-sumbangkan-koin-dalam-kaleng-untuk-bantu-beli-apd-tenaga-medis
news.detik(dot)com/berita/d-4981349/salut-siswa-sd-kelas-1-di-kendari-sumbang-uang-celengan-untuk-pejuang-corona

Referensi gambar/ilustrasi pendukung:

faktualnews(dot)co
wikipedia(dot)org
ayobandung(dot)com
liputan6(dot)com
inilahsultra(dot)com




48 Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

  1. anak kecil aja sepeka itu sama keadaan. harusnya yg sudah lebih tua seperti kita ini semakin banyak yg tergerak untuk bantu sesama ya kak. baru tau, ternyata mereka sebanyak ituuu yg peduli :")

    BalasHapus
  2. Kisah anak-anak yang rela memberikan seluruh tabungannya untuk partisipasi menangani Covid-19 memberikan tamparan buat diri. Apa yang sudah saya berikan untuk menangani dan partisipasi melawan wabah ini? Terima kasih atas inspirasinya.

    BalasHapus
  3. Anak-anak kadang jauh lebih dewasa disaat seperti ini.
    Aku dah berapa kali bantu penyaluran bantuan dari dompet dhuafa, semoga kita bisa saling bantu dan sinergi dalam memberantas penyebaran covid-19 ini. aamiin

    BalasHapus
  4. Semoga di Ramadhan kali ini, kegiatan kita diliputi oleh saling tolong menolong terhadap sesama. Dari rumah saja, kita juga bisa saling membantu, mantap.

    BalasHapus
  5. Iya, saya ikut terharu dengan kebaikan anak anak itu. Saya yg dewasa ini jadi malu.
    Saya setuju sekali, mungkin saat ini kita banyak2 introspeksi dan tebar kebaikan, drpd ngeluh 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju juga bang. Mungkin kita dikasih ujian seperti memang untuk lebih peduli kepada sesama

      Hapus
  6. Kadangkala kita mendapatkan pelajaran dari anak kecil. Mereka dengan mudahnya menerapkan berbagi. Duh.... Jadi malu.

    BalasHapus
  7. Dompet dhuafa dari dullu memang terbukti kinerjanya sebagai yayasan filatropi yang amanah. Jadi memang sudah selayaknya kita menyalurkan ZIS kita di sana biar tepat sasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Kak Dyah. Kelebihan berdonasi dan zakat lewat Dompet Dhuafa emang begitu, tepat sasaran

      Hapus
  8. Memang beda ya Bg Irsyad... Ramadan kali ini beda sekali ama biasanya huhuu... mau masak punggahan enak2 juga gak tega, berempat sm saudara2 kita ekonominya yg terdampak langsung Covid-19 ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah keberadaan Dompet Dhuafa ini sedikit-banyaknya menjawab segala resah saudara2 kita yang pendapatannya harian ya Bg Irsyad

      Hapus
  9. :( tulisannya mengandung bawang yah. Berasa kayak ditampar kanan kiri. Ramadan kali ini memang benar-benar diuji. Ujiannya ngga main-main :(

    BalasHapus
  10. Ramadhan kali ini ditengah keprihatinan ya kak..semoga kita semua selalu dalam bimbingan NYA dan senantiasa sehat supaya dapat menjalankan puasa sebulan penuh jng lupa jg untuk berbagi kebaikan dengan menyisihkan sebagian harta kita dng membayar zakat melalui dompet dhuafa tentunya

    BalasHapus
  11. Kepolosan anak kecil kadang menjadi sebuah kedewasaan. Yang mereka tahu hanya ingin membantu, tanpa takut uangnya habis dan mengkhawatirkan hal2 lain. Tapi terlpeas dr itu juga pasti karena hasil dr didikan orangtuanya. Semoga kita demua selalu dilindungi oleh-Nya

    BalasHapus
  12. Anak kecil saja mau berbagi, masak orang dewasa gak mau apalagi pelit sih? Hehehe. Sudut pandangnya bagus Mas Irsyad. Kita gak cuma bisa belajar dari orang-orang tua, melainkan dari anak kecil sekali pun bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak, jangan liat siapanya tapi apa yang dilakukannya. Anak kecilpun bisa buat kita orang dewasa untuk banyak belajar dari mereka

      Hapus
    2. terimakasih Mba Mutia atas apresiasinya. Semoga di saat seperti ini kita bisa lebih peduli kepada sesama

      Hapus
  13. Donasi yang tidak perlu hadir..konsep berbagi kepada sesama tapi tetap dirumah..DD memfasilitasi itu semua ...salut

    BalasHapus
  14. Setuju mas, kebaikan berbagi bukan hanya harus lewat orang dewasa ya, anak-anakpun bisa menjadi tempat kita belajar tentang kebaikan berbagi.

    BalasHapus
  15. MasyaAllah, mulianya anak-anak ini dalam berbagi. yuk kita ikuti semangat mereka dalam berbuat kebaikan dengan sesama di tengah bulan romadon dan wabah ini

    BalasHapus
  16. Kalau anak-anak bisa dengan begitu polosnya yang membantu tanpa berpikir panjang Harusnya kita yang dewasa lebih bisa mengesampingkan sebagian kebutuhan kita untuk membantu agar pandemi ini segera cepat berakhir

    BalasHapus
  17. Banyak kisah luar biasa tentang saling membantu ini. Semoga semakin banyak yang tergerak membantu. Aamiin

    BalasHapus
  18. Smeoga ramadan tahun ini kita bisa lebih produktif agar bisa membantu sesama. Kisah anak anak di atas sangat inspiratif kak.

    BalasHapus
  19. Semoga kita bisa mengikuti jejak teladan anak-anak tersebut ya. Ni waktu yang tepat buat berbagi, pahala kebaikan dilipatgandakan, apalagi kita sendiri dalam keadaan sulit.

    BalasHapus
  20. Hayuk kita semakin semangat membuat, memberi dan menyebar kebaikan

    BalasHapus
  21. Emang hikmah ramadhan yg seharusnya itu ya saat ini yakan bang. kita jadi mulai banyak yg berempati dengan org2 yang tdk punya uang yg cukup utk makan. Ah allah kyk mo nampar kita semua yg sering berlebih2 dlm segala hal ini.

    semoga keadaan ini buat kita lulus dgn nilai terbaik dari Nya ya bang salah satunya sgn berbagi ke sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, harusnya inilah momen kita untuk menebar kebaikan

      Hapus
  22. Saya merasa terharu dengan keikhlasan dan betapa pedulinya anak - anak tersebut untuk mngatasi pandemi covid-19 ini..

    Semoga pandemi cepat berlalu dan bisa kita bekerja.sekolah seperti biasanya..

    BalasHapus
  23. anak-anak yang menginspirasi. bisa berbuat kebaikan yg mungkin tidak terfikirkan orang lain.

    BalasHapus
  24. Awak liat anak-anak yang jadi inspirasi itu beneran bikin terharu bang. Semoga kita pun bisa terinspirasi untuk selalu berbuat baik dengan berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener tuh kak, langkah kecil dari anak kecil, kadang bisa memberikan pelajaran yang besar utk yg dewasa

      Hapus
  25. Kami memilih tetap menjalankan usaha dari rumah dan tetap bekerja sama dengan ojek online untuk pengantarannya. Bahkan akhirnya bisa bekerjasama dengan kawan yg terkena PHK untuk jadi kurirnya. Kami mengupayakan belanja produk kawan walau #dirumahaja. Intinya ya tetaplah berbuat walau sebesar biji zarah. Semoga Allah lindungi kita semua Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Kak Siska. Langkah yg harus kita contoh bersama. Sukses selalu kak dan murah rezeki

      Hapus
  26. Anak anaknyang pintar dan soleh/soleha.
    Moga2 anak dari medan dan kota kota lain ada juga ya.
    Adem rasa hati ini banyak anak anak yg peduli pada sesama

    BalasHapus
  27. Jadi terharu umur 6 tahun sudah memberi donasi, jadi malu

    BalasHapus
  28. Menumbuhkan empati memang harus dimulai sejak dini ya bang.
    Keren dan menginspirasi sekali

    BalasHapus
  29. Suka malu ama diri sendiri, anak2 sekecil itu aja mau bersedekah. Lah diri sendiri kadang mikirnya seribu kali dulu, hix.. semangat menebar kebaikan!!!

    BalasHapus
  30. Pandemi Corona sekarang ini, kalau dilihat betul, membawa banyak hikmah. Salah satunya adalah munculnya kesadaran masyarakat untuk saling membantu sesamanya, terutama terhadap tetangga mereka. Kebaikan bertebaran di tengah kesulitan.

    BalasHapus
  31. Donasi bisa melalui platform apa saja, tapi donasi online ini yang sangat memudahkan bagi saya. Dana jelas tersalurkan, jelas pencatatan di badan amil zakat, mempermudah petugas juga. Alhamdulilllah ada kemudahan itu di Dompet Dhuafa.

    BalasHapus
  32. Dimasa pandemi seperti sekarang ini, berbuat kebaikan pada sesama sangat penting sekali. seperti adik-adik kita, meskipun masih usia belia, namun kesadaran akan berbuat kebaikan dapat menjadi contoh teladan bagi yang lain.

    Saya sendiri merasa malu dengan mereka, karena diusia saya saat ini belum bisa memberikan hal yang positif untuk orang lain

    BalasHapus
  33. seperti dicambuk, aku kalau jadi yasmin saman belum tentu sanggup dan legowo membuka semua celengan untuk disumbangkan,, ya alloh,, inspiratif

    BalasHapus
  34. Iya. Memang sebaiknya hidup itu terus menebar kebaikan. Tapi tetap saja, manusia dibekali juga untuk melakukan kesalahan

    BalasHapus
  35. Ah iya nih sudah masuk bulan ramadhan. Jangan sampai lupa menunaikan zakat. Dewasa ini sudah banyak lembaga zakat terpercaya, tinggal pilih aja yang paling sreg di hati...

    BalasHapus
  36. Potensi zakat di Indonesia sangat besar. Dan pemberdayaannya di situasi seperti ini sangat diharapkan. Peran dompet duafa untuk menyalurkan ke orang yang membutuhkan sangat diperlukan

    BalasHapus
  37. Bener banget, aku setuju kalau saat pandemi ini merupakan saat tepat untuk menebar kebaikan. Menjalani ramadhan dengan sabar dan membagi kebaikan saat ada pandemi, sungguh suatu kombinasi yang bisa mengasah empati.

    BalasHapus
  38. keren ya. masih anak anak sudah bisa berbagi tabungan untuk bantu sesama. tamparan keras buat yg dewasa nih

    BalasHapus
  39. Yang bikin sedih ini wabah rasanya gak berhenti-berhenti. Ya ampun, kasian banget yah para tenaga medis.

    BalasHapus
  40. Saanya kita untuk bergerak juga saling membantu yang mengalami dampak langsung oleh covid19

    BalasHapus

Posting Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama