irsyadmuhammad

www.irsyadmuhammad.com


Nama tempatnya adalah Giant Hill Circuit. Cukup membingungkan karena ada kata "circuit" yang tersemat pada namanya; membuat saya ragu apakah ini sirkuit balap atau tempat wisata? Setelah mengunjunginya, saya jadi tahu kalau Giant Hill Circuit adalah sirkuit motocross yang sekarang sudah dikembangkan sebagai destinasi wisata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Binjai dan Langkat.

Saat berkunjung ke sana, saya cukup beruntung karena bisa bertemu dan berbincang langsung dengan Genggeng Tarigan, owner alias pemilik Giant Hill Circuit. Apa saja isi obrolan saya dengan beliau? Sabar dulu, akan saya ceritakan nanti.


Note: Klik foto untuk memperbesar dan tampilan lebih baik.

Tiket Masuk dan Parkir Kendaraan

Harga tiket masuk ke Giant Hill Circuit cukup terjangkau, kok. Di depan gerbang masuk sudah menunggu seorang penjaga untuk mengarahkan parkir kendaraan sekaligus memberi tiket. Untuk tiket masuk akan dikenakan biaya Rp 10.000 per orang. Kemudian ada biaya parkir kendaraan yaitu sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil pribadi. 

Menurut saya fasilitas untuk parkir kendaraan masih seadanya saja, walau tidak bisa dibilang buruk juga. Namun lahan parkirnya lumayan luas dan tampaknya cukup untuk menampung banyak sepeda motor dan mobil. Penjaga gerbang masuk dan parkiran sepertinya juga selalu stand by di tempatnya.  

Ada apa di Giant Hill Circuit?

Boleh dibilang saya cukup takjub saat pertama kali menginjakkan kaki di Giant Hill Circuit. Nggak nyangka, karena di dalam perkebunan kelapa sawit sana, ada satu lokasi dengan suasana yang sangat asri seperti ini. 

Betapa tidak, pertama masuk saja saya sudah disuguhkan pemandangan sebuah danau yang cukup memanjakan mata. Danaunya sih tidak besar, tapi para pengunjung kelihatannya menjadikan danau tersebut sebagai "wahana" paling spesial di tempat ini.


Saat saya dekati, terlihat ada beberapa pengunjung yang bermain bebek dayung di danau tersebut. Nah, untuk bisa bermain bebek dayung, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 25.000. Walaupun harus mengeluarkan biaya diluar tiket masuk dan parkir, tapi pengunjung yang bermain bebek dayung selalu silih berganti.

Selain bermain bebek dayung di danau, para pengunjung biasanya senang mengabadikan foto atau bahkan hanya ingin duduk bersantai di pinggir-pinggir danau. Pengunjung memang bebas berfoto dan duduk di mana saja. Boleh duduk lesehan di atas rerumputan, boleh juga menggelar tikar yang dibawa sendiri dari rumah. Pengunjung pun tidak dilarang untuk membawa bekal makanan atau minuman dari rumah.

Khusus untuk pondok-pondok yang sudah disediakan pihak pengelola, akan dikenakan biaya tambahan lagi jika ingin menggunakannya. Harga untuk sewa satu pondok mulai dari Rp 20.000 sampai dengan Rp 30.000, tergantung besar atau kecil pondok yang dipilih.

Sekilas konsep tempat ini lebih kepada taman rekreasi yang menawarkan spot foto ciamik. Pun sebagai nilai tambahnya, Giant Hill Circuit sangat cocok untuk menenangkan diri atau menepi sejenak dari aktivitas rutin sehari-hari. Saya juga melihat beberapa bapak-bapak yang memancing ikan dengan syahdu di sudut-sudut danau. Ya, pengunjung juga boleh mancing ikan di danau ini, asal jangan mancing keributan saja. Sip. 

Di sisi kanan Giant Hill Circuit, berjejer meja dan kursi santai berbahan plastik. Di sana pengunjung bisa duduk bersantai dan memesan air kelapa muda. Disampingnya ada pula satu bangunan bertingkat yang tampaknya masih dalam tahap pengembangan. Di depannya lagi ada spot bermain anak-anak yang berlantaikan pasir, dilengkapi sebuah trampolin mini dan perosotan.



Selain banyak pengunjung yang berfoto di tepian danau, satu spot foto lain yang cukup ramai diserbu adalah bangunan semacam villa yang letaknya ada disamping gerbang masuk. Sepertinya bangunan  yang terlihat beda semacam itu menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini.

Oh iya, fasilitas pendukung lainnya juga sudah lumayan lengkap. Ada bangunan bertingkat yang dilantai duanya difungsikan sebagai mushola. Mushola tersebut didesain dengan dinding terbuka, menghadap langsung ke danau pula. Selain itu sudah tersedia juga beberapa bilik toilet. Tempatnya secara umum terbilang bersih ditambah dengan suasana yang asri.

Sebenarnya lokasi tempat ini tidak jauh dari rumah tinggal saya sekarang, tapi saya tidak pernah tahu kalau di tengah-tengah kebun sawit begini ada sirkuit motocross. Di ujung belakang itulah sirkuit yang dimaksud. Treknya melingkar-lingkar dengan banyak gundukan tinggi di sana-sini. Saya cari tahu di google, ternyata sirkuit motocross ini sudah sering mengadakan event motocross bergengsi tingkat daerah.


Berbincang dengan Sang Owner

Hari sudah mulai sore dan saya pun akhirnya bisa bertemu dengan Bang Genggeng Tarigan, owner dari Giant Hill Circuit. Saya tidak menyianyiakan kesempatan sore itu untuk berbincang langsung dengannya. Kepala saya sudah gatel ingin mengetahui asal-usul tempat wisata bernama Giant Hill Circuit ini.

"Tempat ini sudah ada sejak 13 tahun lalu, baru 2 bulan belakangan saya buka untuk umum sebagai tempat wisata." Papar beliau. 

Saya cukup kaget mendengar fakta tersebut. Selama ini beliau mengaku kalau lahan seluas 20-an hektar ini hanya digunakan untuk keperluan pribadinya saja. Sirkuit motocross pun pada awalnya dibuat sebagai tempat latihan komunitas motocross. Ya, trek-trekan dengan motocross memang hobinya, jadi jangan heran kalau ia seniat itu membangun sirkuit motocross. Selain itu, villa besar di dekat pintu masuk yang sering dijadikan spot foto pengunjung ternyata sejak awal digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya. 

Bahkan danaunya pun bukan danau buatan, melainkan memang danau yang terbentuk secara alami. Beliau hanya merapikan pinggiran danau dan menanam berbagai pohon sejak belasan tahun lalu. Di sekitar danau juga sengaja dibuat bukit-bukit kecil dan ditanami rerumputan hijau. Tujuan semua itu awalnya cuma untuk memperindah saja.



Ketika saya tanya apakah tempat ini akan dikembangkan lagi, beliau ternyata tidak menampiknya.  Menurut beliau, tidak menutup kemungkinan kalau kedepannya Giant Hill Circuit ini akan semakin berkembang lagi. Sebagai contoh, sekarang ada satu bangunan bertingkat yang sedang dikembangkan. Nantinya di lantai bawah bangunan tersebut akan dijadikan minimarket dan lantai atasnya akan dijadikan coffee shop

Beliau mengatakan ke depan juga akan dibangun sebuah kolam berenang untuk menambah wahana rekreasi baru. Sirkuit motocross yang sekarang juga akan ditimbun tanah dan ditanami rumput, katanya akan dialihfungsi menjadi lapangan untuk bermain layang-layang. Sebagai gantinya akan dibangun sirkuit motocross baru yang letaknya lebih menjorok ke belakang. 

Beliau pun menuturkan kalau tempat ini boleh direservasi untuk keperluan wedding, gathering, atau group. Selain itu tak menutup kemungkinan juga untuk sesekali tempat ini ditutup sementara, jika dilihat perlu untuk dilakukan pemeliharaan rutin. Ada baiknya mem-follow akun instagram Giant Hill Circuit di @gianthillcircuit untuk tahu segala informasi terkini. Untuk keperluan reservasi juga bisa dihubungi melalui akun tersebut.

Terakhir saya menanyakan tentang nama tempat ini. Secara sekilas, mendengar namanya saja orang akan mengira kalau tempat ini murni sirkuit balap, bukan destinasi wisata keluarga.

"Namanya biar tetap Giant Hill Circuit aja, karena dari dulu orang taunya ya sirkuit ini." Ujarnya sore itu.

Lokasi dan Jam Operasional Giant Hill Circuit

Nah, bagi kalian yang tertarik mengunjungi Giant Hill Circuit, alamatnya ada di Jalan Sudama, Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Jalan masuknya cuma bisa ditemukan dari Kwala Begumit, nanti Jalan Sudama letaknya ada di sebelah kiri dari arah Kecamatan Stabat atau sebelah kanan dari arah Kota Binjai. 

Kalau udah ketemu jalan masuknya, kalian tinggal lurus dan ikuti jalan. Setelah melewati rel kereta api, langsung belok kiri, kemudian lurus lagi sampai memasuki kebun sawit dan menemukan kuburan. Jalan kebun sawitnya memang lumayan sepi, tapi nggak perlu takut tersesat juga. Kalian tinggal ikuti jalan utamanya sampai menemui gerbang masuk Giant Hill Circuit. Satu lagi, kondisi jalan ketika memasuki kebun sawit tidak terlalu baik. Untuk mobil yang berkolong rendah tampaknya harus sedikit pelan walaupun masih sangat oke untuk dilewati.

Untuk jam operasionalnya, Giant Hill Circuit buka setiap hari mulai pukul 09:00 WIB dan tutup pukul 18:00 WIB. Tidak ada durasi khusus, pengunjung bebas berekreasi seharian penuh. Giant Hill Circuit sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata keluarga bagi yang tinggal di sekitar Binjai dan Langkat.

19 Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

  1. Hallo Kak,
    Saya belum pernah main ke Sumatera Utara sih, kalau sudah masuk ke area perkebunan kelapa sawit berarti memang cukup jauh dari pusat keramaian ya. kira-kira berapa jauh kak?

    Suasananya arsi sekali, sambil membayangkan piknik di pinggir danau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuk ke dalam perkebunan sawitnya nggk terlalu jauh kok kak, tp emang sunyi banget terpisah dr pemukiman penduduk

      Hapus
  2. Terjangkau banget ya kak tiket masuknya, cuma Rp. 10.000 udah bisa menikmati destinasi wisata nan cantik ini.
    Tentu jadi recommend banget kalau next bisa kesana juga, boyong keluarga dong pastinya. Karena pas banget kalau ajak keluarga ke Giant Hill Circuit ini.

    BalasHapus
  3. Noted banget ini bang Irsyad. Pengen melipir ke mari rasanya biar tenang ngeliat danau dan pemandangan hijau lainnya.

    BalasHapus
  4. Adem dan asri banget ya tempatnya. Asal pemiliknya bisa menjaga dan mematuhi protokol new normal saya rasa ini bisa jadi tempat pelepas penat bagi warga sekitar. ^_^

    BalasHapus
  5. Pak Tarigan iniSultan dari Binjai ya, keren banget. Penasaran sama tempatnya asik buat bawa keluar si bapak main motorcross simama duduk santai di tepi danau. Tempat wisata yang keren

    BalasHapus
  6. MasyaAllah makin banyak tempat yg hejo hejo di Sumut ini ya Syad, kapan hari pengen main kesini juga ah 👍

    BalasHapus
  7. Duh udah lama bgt ga ke tempat wisata, aku sendiri blm pernah ke langkat..pgn bgt bs singgah ke sana..terima kasih infonya ka

    BalasHapus
  8. Pernah tinggal di Sumatra..dengan kebon kelapa sawitnya yang luasW banget, tapi luar biasa ya ada yang sampai punya ide katak gini. Nahman banget buat ngadem dan refreshing tu, udah gitu tiket masuknya sama parkir kendaraan juga sangat terjangkau :) keren pokoknya

    BalasHapus
  9. Tempatnya sejuk banget ya, enak banget kalau datang pas musim panas gini. Bakalan terasa semilir kena angin. Btw tempat wisata seperti ini bakalan jadi jujugan sejak pandemi ini, Orang-orang pastinya nyari yang terbuka, udara bebas dan bisa physical distancing.

    BalasHapus
  10. Bisa banget ni jadi rekomendasi tempat wisata buat yang pengen cari suasana adem gitu. tenang dan damai jauh dari hiruk pikuk kota ya. Jangan lupa terapkan ProKes, semoga kita semua selalu sehat tapi juga tetep bisa plesiran :)

    BalasHapus
  11. Menarik nih destinasinya. Awalnya saya kira itu danau buatan, ternyata danau alami ya. Semoga bisa semakin berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, saya juga kaget waktu tahu ini danau alami

      Hapus
  12. Wah baru kali ini menu sirkuit yang lengkap dengan destinasi wisatanya. cukup hebat ya ownernya yang bisa mengubah suasana sekitar jadi indah. danaunya alami kan ya. tapi diperbagus lewat tangan dingin ownernya. contoh orang sukses nih.

    BalasHapus
  13. Tempat rekreasi baru membuat masyarakat punya referensi tempat wisata nih. Banyak aktifitas seru yang bisa dilakukan disana yah.

    BalasHapus
  14. Tempatnya asri meski tanda kemarau tetap tampak. Sebuah wana wisata yang menyenangkan seluruh anggota keluarga.

    BalasHapus
  15. Lumayan murah lho yaa dengan harga segitu dan view yang indah bangett. Kapan yaa bisa jalan-jalan kesanaaa, kalau dari Jawa mungkin waktu seminggu ngga cukup yaah hihi

    BalasHapus

Posting Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama