irsyadmuhammad

www.irsyadmuhammad.com



Awalnya saya nggak sengaja nemuin akun instagram @warunkbigboss.medan. Usut punya usut, akun ini ternyata milik sebuah restoran yang bernama Warunk Big Boss. Ketahuan sih dari nama akunnya. Setelah lihat-lihat foto makanan yang ada di feed-nya, saya pun jadi tergoda. Akhirnya kemarin saya sempatkan diri untuk mencicipi langsung di restorannya. 


Buat yang belum tahu, Warunk Big Boss ini beralamat di Jalan Letda Sujono No. 59, Kec. Medan Tembung, Kota Medan. Nggak terlalu sulit kok untuk menemukan lokasinya. Tempatnya sendiri berada tepat di pinggir jalan besar, nggak jauh dari Simpang Mandala.



***


"Selamat siang, bos! Untuk berapa orang?"

 

Yap, setiap pengunjung yang datang ke sini akan disapa bos oleh pelayannya. Sebuah konsep yang menarik. Kapan lagi dipanggil bos, bener nggak? Pelayannya kemudian menanyakan jumlah orang, lalu mengarahkan saya ke salah satu meja. 

 

"Silakan pilih menunya dan langsung bayar di kasir ya, bos." Kata seorang pelayan yang tadi mengantarkan saya, tentunya setelah menyerahkan buku menu dan lembar pemesanan.

 

Sebenarnya sebelum datang ke sini, saya sudah cari tahu lebih dulu menu-menu mereka di instagram. Oleh sebab itu, yang saya incar sejak awal adalah paket royal platter ber-2. Di foto yang mereka pajang, tampilan menu ini kebutulan sangat menggoda dan porsinya terlihat banyak. Pas sekali karena saya memang datang berdua.

 

 

Namun setelah saya bolak-balik buku menunya, paket yang saya incar ini nggak ada sama sekali. Sempat bingung juga. Saya sampai cek sekali lagi di akun mereka karena takutnya saya salah lihat. Tapi setelah saya cek lagi, mereka memang menawarkan paket tersebut di akun instagram-nya. Kenapa di buku menu nggak tertera, ya? 

 

Setelah bertanya ke salah satu pelayan, akhirnya saya mendapatkan jawaban kalau paket ini bisa dipesan langsung di bagian kasir. Oh, mungkin semacam menu khusus bagi yang udah kepoin akun mereka saja. Kalau memang benar, strategi marketingnya boleh diacungin jempol.

 

Oh iya, harga paket royal platter ber-2 adalah Rp 29 ribu per pax. Jadi total yang harus dibayarkan untuk paket ini adalah Rp 58 ribu. Perlu diingat kalau paket royal platter ber-2 ini nggak termasuk minuman, lho.

 

Selain paket royal platter ber-2, saya juga pesan musrhoom crispy sebagai camilan tambahan. Harga seporsinya adalah Rp 16 ribu. Untuk varian minumannya nggak ada yang terlalu menarik bagi saya. Nggak ada menu minuman yang kelihatan spesial alias sama seperti restoran atau cafe pada umumnya. 

 

Untuk minuman, ujung-ujungnya saya cuma pesan air mineral ukuran sedang sebanyak dua botol. Harga satuannya cukup standar, yaitu Rp 6 ribu. Bagi saya air putih adalah pilihan yang nggak pernah salah. 

 

Kalian bisa hitung sendiri tuh berapa total pesanan saya ini. Kira-kira masih ada kembalian sedikit lah untuk selembar uang merah bergambar Soekarno-Hatta. Lanjut.

 

Menu sudah dipilih, pesanan sudah dibayar. Sayangnya saya harus menunggu cukup lama sampai pesanan saya datang. Jika dihitung-hitung, ketika itu saya harus menunggu hingga lebih dari 30 menit. Saya sih berpikir positif saja, karena kebetulan saya datang di jam makan siang dan kondisi restoran memang sedang ramai (coba memaklumin, ceritanya).


***



 

Setelah menunggu cukup lama, datanglah pesanan saya. Paket royal platter ber-2 ini disajikan dalam satu wadah khusus. Isinya ada dua nasi, satu potong ayam krispi yang cukup besar, satu potong ayam panggang, ayam karage, kentang goreng, salad, dua buah sosis panggang, dan semangkuk kecil sambal. Nggak lupa diberikan juga dua buah piring lengkap bersama dua pasang sendok dan garpu, satu pisau, serta satu botol saus cabai.

 

Untuk penampilannya saya kira lumayan menarik. Tetapi tetap saja ada "gap" antara foto di instagram dan tampilan aslinya. Wajar saya pikir. Untuk porsinya bisa dibilang cukup banyak dan memang selayaknya dimakan untuk dua orang. Cocok lah untuk saya yang nggak gampang kenyang ini. Setelah foto-foto sedikit, saatnya saya menyantap hidangan di depan saya. 

 

***

 

Bagaimana rasanya? Jujur sih, setelah saya makan, rasanya ternyata biasa aja. Bahkan, bisa dibilang jauh dari ekspektasi saya. Betapa tidak, dari foto di instagram mereka kelihatannya menggiurkan sekali.

 

Begini, rasa ayam krispinya biasa saja dan cenderung kurang gurih. Bahkan rasanya (maaf) seperti ayam krispi yang dijual di pinggir jalan itu. Tahu kan yang saya maksud? Daging ayam panggangnya juga terasa masih sedikit dingin. Dugaan saya, ayam panggang ini terlalu cepat diangkat sehingga suhu freezer-nya masih terbawa. Baik itu sosis panggang, salad, dan sambalnya pun biasa saja. 

 

Kentang gorengnya juga biasa saja. Hampir lupa, untuk mushroom crispy-nya juga tidak ada yang istimewa. Porsinya lumayan banyak, tapi nggak bisa berharap banyak juga sih sama jamur yang digoreng dengan tepung.



Balik ke menu royal platter ber-2 tadi. Jika berbicara porsi, mungkin lain cerita. Jadi saya masih setuju kalau menu ini ini dibilang cukup mengenyangkan meski untuk dimakan dua orang. Nah, kalau berbicara harga yang Rp 58 ribu untuk dua orang ditambah dengan rasa yang ternyata nggak ada spesialnya, mungkin saya masih mau memperdebatkannya. 


Saya kurang tahu, apakah memang saat itu lidah saya yang lagi bermasalah atau memang makanannya yang ternyata memang biasa saja. Atau, mungkin juga saya terlalu membawa ekspektasi tinggi sebelum datang ke restoran ini. Mudah-mudahan kesalahannya memang ada pada lidah saya.

 

 

***

 

Selain rasa makanannya, saya juga akan membagikan kesan secara umum tentang Warunk Big Boss ini. Restoran satu lantai ini memiliki dua area pengunjung, yaitu bagian dalam dan luar. Waktu saya datang, bagian luar (di halaman ruko) hampir nggak ada yang duduk karena cuaca di luar memang sedang panas-panasnya. Maklum lagi di siang bolong. Pun bagi saya, duduk di luar akan kurang nyaman karena antar halaman ruko nggak ada pembatasnya. Jadi terlalu plong dengan halaman ruko sebelahnya.

 

Untuk ruangan yang ada di dalam sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan. Meski begitu, bagi saya pendingin ruangannya tidak bekerja maksimal karena di dalam masih terasa pengap. Untuk desainnya, di beberapa bagian dinding dihiasi dengan beberapa quote dan gambar. Perpaduan warna biru, putih, dan hitam menjadikan ruangannya lebih berkonsep. Mungkin menyesuaikan dengan selera anak muda yang senang nongkrong di cafe-cafe. Fasilitas lainnya yang mereka sediakan adalah area parkir gratis, wifi gratis, wastafel untuk cuci tangan, dan toilet. 



Sekarang kita bicara menu-menunya. Saya memang cuma memesan paket royal platter ber-2 dan mushroom crispy. Tapi secara umum, menu yang mereka tawarkan memang lebih ke arah western. Ada burger, steak, pizza, dan pasta. Harga snack dan makanannya berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribuan.


Selain royal platter ber-2, mereka juga ada paket untuk banyak orang seperti monster ber-4 dan monster ber-6. Kedua paket ini penyajiannya juga disatukan dalam satu wadah yang sama seperti paket yang saya pesan. Harga paket monster ber-4 yaitu Rp 38 ribuan per pax sedangkan monster ber-6 harganya Rp 39 ribuan per pax. Tinggal dikalikan saja untuk tahu total harga satu paketnya.


Untuk minumannya ada beberapa varian kopi dan teh, soda, milk, atau ice blend. Seperti yang saya bilang tadi, varian minumannya standar seperti resto atau cafe lain di luar sana. Harga minuman di sini berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribuan.

 

Nah, kalau mau tahu lebih detail tentang menu-menu yang ada di Warunk Big Boss ini, kalian bisa langsung kepoin instagram mereka. Nama akunnya sudah saya cantumkan di atas sana, ya. Mereka juga lumayan update di instagram, siapa tahu jadi tertarik sama menu-menu yang mereka pajang (seperti saya, contoh).

 

Untuk harga dan porsinya, kalian bisa nilai sendiri apakah worth it atau nggak. Namun sekali lagi, untuk menu yang sudah saya pesan, saya masih sedikit kecewa soal rasanya. Nggak tahu kalau menu yang lain. Meski begitu, sepertinya restoran ini cukup laris terutama di kalangan pekerja dan mahasiswa.

 

Kayaknya cuma itu saja yang bisa saya ulas terkait restoran ini. Oh iya, sebelum pulang, saya nggak sengaja membaca tulisan "Rasa Boss, Harga Warunk" yang ditempel di muka restorannya. Mungkin semacam tagline yang mereka usung. Saya jadi berpikir: sepertinya tagline tersebut masih bisa diperdebatkan. Hehe.

17 Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

  1. Alo mas irsyad, sudah lamansaya tak berkunjung kesini. Bener banget, kapan lagi dipanggil 'bos' coba 😆. Kalau rasa ayam krispinya kayak di pinggir jalan berarti cuman tebel di tepung doang ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mas. Lama tak keliatan? Hehehe.

      Ayam krispinya sangat biasa aja mas, dagingnya lumayan tebel juga, tapi rasa tepungnya memang mirip kayak di kaefci2 pinggir jalan itu mas. Atau mungkin lidah saya yang salah ya? Hoho.

      Hapus
  2. Membahas kuliner, tak habis-habisnya ingin yang mencoba untuk mencicipi rasanya

    BalasHapus
  3. Paket royal platter ber-2 porsinya banyak juga ya. Dan kalau lihat penampakan fotonya, memang menggoda dan kayaknya enak. Ternyata jauh dari ekspektasi ya.

    Jadi pengalaman deh ya, jangan tergoda makanan karena penampilannya, karena rasa itu di lidah bukan di mata hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harganya sangat bersahabat banget, terjangaulah
      Kalau dekat saya akan mencoba mampir nih
      Menunya juga menarik banget
      tempatnya bersih pula
      Ok lah bos, wah keren sapaannya ya

      Hapus
  4. Aduduh... pagi-pagi saya baca ini jadi lapar dan ingin steak. Minimal beli ayam geprek deh... biar mirip dikit wkwk. Soalnya blm bisa hunting-hunting kuliner. Eh ya, murmer juga tuh 29 k.

    BalasHapus
  5. Senang juga ya dipanggil bos, ini memberikan kesan istimewa pada pelanggan. Paketnya menggiurkan dengan harga yang murah pula. Andai ada outletnya di Padang juga

    BalasHapus
  6. Enak ya belanja di sini, bisa jadi BOS langsung, soalnya dipanggil bos. Hehehe. Menunya menu umum dan semua orang suka. jadi, pas banget menurut saya buat yang bingung mau makan apa, datang aja langsung ke sini.

    BalasHapus
  7. Memang terkadang kita langsung tertarik ketika melihat postingan makanan yang begitu menggugah selera ya kan bang. Tapi begitu kita rasakan sendiri langsung terasa biasa. Agak sedikit kecewa sih kalau harganya segitu dengan rasa yang standar.

    BalasHapus
  8. Hmmm zuper duper sekali iniiii .. aku langsung laper lihtnya, sayang nun jah di sana ini tempatnya yah

    BalasHapus
  9. Kalau lihat porsinya beneran porsi boss yaak hahaha.ngiler juga nih lihat fotonya. Kayaknya kalo laper mah sikat aja ituu, banyak gitu yakin ngga ya bisa buat berdua

    BalasHapus
  10. wahh.. warungnya cukup besar juga, dan cukup nyaman.. menunya juga cukup banyak.. dan harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi kalangan anak muda

    BalasHapus
  11. Dari foto2 hasil jepretan kak irsyad di atas ternyata rame juga pelanggannya. Dari depan agak semrawut ya warungnya, pas ke dalam kok rapih dan bersih. Tergoda juga dengan menu makanannya yang ada di foto atikel...yummy, selamat makan kak :)

    BalasHapus
  12. Unik ya konsepnya. Menurut saya bagus dikembangkan apalagi di kota kota besar di Sumatera. Dari penampakan fotonya menarik nih kelihatannya

    BalasHapus
  13. Makanannya bikin ngiler nih, tapi makan disana apa bakal ngedadak jadi big boss gak ni?

    BalasHapus
  14. Tagline nya mirip dengan de cost ya, yang menjual makanan seafood hehehe.
    Cuman kalau baca dari pengalamannya Kakak, ini sih sama dengan mindahin makan dari rumah ke resto kalau ternyata si ayam crispy lebih mirip dengan ayam crispy frozen. Belum lagi waktu nunggu 30 menit. Sepertinya saya lebih mau coba makanan tradisional aja, yang nggak dijual dalam bentuk frozen food.

    BalasHapus
  15. Jarang2 nih, makan enak harganya ramah dikantong. Mupeng banget pengen langsung merasakan gimana rasanya

    BalasHapus

Posting Komentar

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama