irsyadmuhammad

www.irsyadmuhammad.com
Ada suka maupun duka yang saya rasakan sejak memutuskan untuk menjadi content writer. Mari kita mulai dari sukanya lebih dulu. Begini, menulis adalah hobi saya, bahkan saya anggap sebagai passion dari diri saya. Ada gairah yang terus tumbuh di sana, terlebih bila tulisan saya bermanfaat dan dibaca banyak orang. 
 
Hingga saat ini saya masih menjadi penulis kontributor untuk beberapa platform dengan berbagai niche, di mana salah satunya adalah blog ini - anak kesayangan saya. Sebelumnya saya juga sempat rutin mengisi kolom opini di salah satu media cetak besar di Kota Medan dan beberapa media online.
 
 


Content writer adalah seorang penulis profesional yang memproduksi konten-konten menarik di media online. Konten ini bisa berbentuk artikel, blog, kiriman di media sosial, atau apapun yang ditulis berbasis online (dikutip dari glints.com).
 
Sebelum lebih jauh, memangnya content writer itu apa sih? Sejenis umbi-umbian kah? Nah, diatas sudah saya cantumkan sedikit penjelasan tentang apa itu content writer. Intinya semua bentuk tulisan yang berbasis online adalah buah kerja dari seorang content writer, sama dengan yang saya lakukan saat ini.
 
 
Saya juga kerap ikut lomba menulis. Meski lebih banyak kalah daripada menangnya, namun hal tersebut harus saya jadikan motivasi agar saya lebih giat belajar untuk meningkatkan kualitas tulisan. Intinya sih saya senang bisa menyumbang banyak tulisan, apalagi bisa mendapatkan sejumlah uang dari kerja keras menulis tersebut. Menyenangkan rasanya bisa menggeluti bidang content writer ini.
 

Duka pastilah ada. Karena saya adalah content writer freelance (lepas), maka saya tidak memiliki gaji bulanan layaknya seorang karyawan. Sebagai blogger, penghasilan saya bergantung dari sponsored post. Sedangkan sebagai content writer freelance pada umumnya, saya dibayar berdasarkan jumlah tulisan yang bisa saya hasilkan. Semakin produktif saya menulis, biasanya juga diikuti dengan penghasilan yang akan saya dapatkan.

 

Jatuh bangun masih saya alami sampai sekarang. Sebelum artikel opini saya rutin dimuat media cetak dan online, sudah ada belasan lainnya yang lebih dulu ditolak meja redaksi. Ada pula masanya di mana tulisan saya tidak terbit di mana-mana padahal saya lumayan bergantung dengan honornya. Saya pun masih rutin mengikuti banyak lomba menulis meski berulang kali selalu kalah.

 


Waktu bekerja saya juga tidak menentu. Saya harus menentukan target pekerjaan saya dan saya juga harus menyusun jobdesk untuk saya sendiri. Meski tak ada jam kerja, saya tetap harus bangun pagi dan mulai menulis bahkan hingga larut malam. Meja kerja saya pun sangat sederhana dan letaknya ada di dalam kamar saya - di samping tempat tidur. Secara umum saya adalah atasan sekaligus karyawan bagi diri saya sendiri karena semua berdasarkan freelance alias tak ada target.

 

Percayalah, mendisiplinkan diri sendiri tanpa ada tekanan dari atasan itu sangat sulit. Berusaha untuk tidak menyerah dibalik banyaknya kegagalan pun jauh lebih sulit lagi. Jika saya tidak disiplin, jika motivasi saya sudah habis, dan jika saya tidak berusaha lagi meningkatkan value diri saya sebagai content writer, itu artinya saya sudah kalah sama diri saya sendiri.


Target Sebagai Content Writer di Tahun 2021: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Tulisan

Seperti banyak orang lain di luar sana, setiap memasuki tahun baru, biasanya akan menyusun berbagai resolusi yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. Saya pun demikian. Saya harus menyusun target saya di tahun 2021 ini. Tanpa target, mungkin saya tidak akan punya arah dan motivasi yang jelas ke depannya. 

 

Target saya sebagai content writer di tahun 2021 ini tidak muluk-muluk: saya hanya ingin kualitas dan kuantitas tulisan saya bisa jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bukannya tanpa alasan. Pendapatan saya akan meningkat jika kuantitas tulisan yang saya hasilkan bisa lebih banyak. Di sisi lain, kalau kualitas tulisan saya bisa lebih baik dari sebelumnya, peluang untuk memenangkan berbagai lomba menulis mungkin akan jadi lebih besar. Kasarnya begitu.

 


Punya target tanpa ada rencana untuk mencapainya adalah omong kosong belaka. Oleh karena itu, saya telah menyusun langkah-langkah agar saya bisa mencapai target tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus saya lakukan agar kualitas dan kuantitas tulisan saya bisa lebih meningkat di tahun 2021 ini.

 

Cara Meningkatkan Kualitas Tulisan

#1 Perbanyak Membaca Tulisan Orang Lain

Ada yang bilang kalau penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Terdengar sangat klise, tapi menulis dan membaca memang merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Jika kosa kata saya mulai berkurang atau tulisan-tulisan saya mulai terasa monoton, itu berarti saya harus meningkatkan lagi aktivitas membaca saya. 

 

Sebagai orang yang rutinitasnya adalah menulis, kegiatan membaca memang sama sekali tidak boleh saya tinggalkan begitu saja. Membaca sendiri tidak hanya dari buku. Saya bisa membaca tulisan dari blogger-blogger lain (blogwalking) atau membaca banyak artikel lain dari berbagai media. 

 

Apalagi sebagai content writer, saya sangat bergantung pada rumus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) agar tulisan saya bisa terus related dan tidak monoton. Nah, tidak mungkin saya bisa menerapkan rumus ini jika saya tidak banyak membaca tulisan orang lain. Jadi rajin membaca itu hukumnya adalah wajib. 

 

#2 Belajar Skill Baru

Tidak bisa dipungkiri bahwa peningkatan kualitas tulisan biasanya diikuti dengan bertambahnya kemampuan atau skill yang baru. Tentunya skill yang dimaksud adalah yang bisa menambah kualitas dari tulisan itu. Apalagi sebagai blogger di zaman sekarang, kualitas konten penunjang tentunya sangat diperlukan. 

 

Skill baru yang harus benar-benar saya pelajari di tahun 2021 adalah editing foto atau video. Selain itu, skill dalam membuat infografis, diagram, grafik, juga sangat saya perlukan untuk menambah variasi konten di blog ini. Oh iya, pengetahuan soal Search Engine Optimization (SEO) juga perlu saya tingkatkan lagi. Terus terang saya masih tertinggal di bagian itu semua. 

 

Langkah-langkah yang bisa saya lakukan adalah mengulik banyak referensi, baik gratis atau berbayar. Memang suudah saatnya saya mulai mengikuti banyak pelatihan online untuk meningkatkan berbagai skill baru. Belajar dan terus belajar. Mohon doanya agar ilmu saya bisa cepat setara dengan suhu-suhu yang lain. Hehe.

 

Cara Meningkatkan Kuantitas Tulisan: Menjadi Content Writer yang Produktif

#1 Catat Setiap Ide yang Terlintas di Kepala

Ide tidak datang dua kali. Sepengalaman saya, ide biasanya muncul pada waktu-waktu yang sedikit random. Pernah lagi mengendarai motor, tiba-tiba terlintas suatu ide atau topik untuk sebuah tulisan. Jika idenya dirasa benar-benar brilian, maka mau tak mau saya harus minggir untuk kemudian segera mencatatnya di smartphone. Hal ini untuk mengatasi keterbatasan memori kepala saya.

 

Nah, saya memang lebih terbiasa mencatat di smartphone ketimbang buku catatan. Sebab, smartphone pasti selalu dibawa, sedangkan belum tentu untuk buku catatan. Di smartphone, saya biasanya membuat grup whatsapp kosong alias yang isinya saya sendiri. Grup tersebut saya beri nama dengan Ide Next Artikel dan setiap ide yang terlintas akan saya "parkirkan" lebih dulu di sana.

 

#2 Buat Action Plan Bulanan dan Harian

Setiap akhir bulan, ide-ide random di dalam smartphone tersebut akan saya petakan menjadi satu action plan bulanan di google document. Action plan untuk bulan Januari 2021 ini, misalnya, sudah saya susun di akhir Desember 2020 lalu. Di sana adalah kumpulan ide tulisan yang akan saya tulis selama sebulan penuh dan sudah saya petakan sesuai dengan platform tempat saya menulis. Jadi saya sudah tahu apa saja yang akan saya tulis dalam satu bulan ini.

 

 

Action plan bulanan itu nantinya akan saya bagi-bagi lagi menjadi action plan harian. Action plan harian adalah daftar artikel yang akan saya tulis dalam satu hari. Biasanya action plan harian ini saya buat di grup whatsapp lain yang isinya juga saya sendiri. Setiap malam sebelum tidur, saya akan menyusun action plan harian untuk saya kerjakan esok harinya. 

 

Metode ini sebenarnya lahir atas inisiatif sendiri. Kalau setiap ide bisa ditransformasikan menjadi action plan dengan target dan jangka waktu yang jelas, tentu pekerjaan saya akan lebih terarah dan tujuannya adalah menjadi semakin produktif. Metode action plan ini akan terus saya evaluasi tingkat keefektifitasannya.

 

ASUS VivoBook 14 A416: Untuk Segala Kalangan yang Ingin Lebih Produktif di Tahun 2021

Modal untuk bekerja sebagai content writer sebenarnya tidak terlalu banyak. Hanya butuh segelas kopi, koneksi internet, dan sebuah laptop, saya bisa memulai hari sebagai content writer. Nah, laptop sendiri adalah perangkat yang sangat vital bagi saya. Sulit bagi saya untuk produktif tanpa perangkat yang satu ini.

 


Hingga detik ini, laptop yang saya jadikan perangkat utama adalah ASUS X451CAP. Laptop tersebut dibelikan orang tua saya sekitar tahun 2014 lalu - saat awal-awal saya kuliah. Laptop ini pula yang telah membantu saya lulus sarjana hingga bisa menghasilkan uang dari menulis. Sampai sekarang laptop berwarna putih ini masih menemani waktu menulis saya. 

 

Laptop dari ASUS memang terbilang asik untuk dijadikan perangkat utama. Selama kurang lebih 6 tahun saya gunakan, saya tidak menemukan masalah berarti pada laptop ini. Seiring dengan niat saya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tulisan sebagai content writer, maka perangkat utama saya juga harus ikut di-upgrade pada tahun 2021 ini.

 


Kebetulan ASUS baru saja memperkenalkan laptop terbaru mereka yaitu ASUS VivoBook 14 A416. ASUS sendiri mengklaim kalau laptop ini hadir dengan fitur-fitur yang lebih kekinian. Dengan prosesor Intel Core generasi ke-10, laptop ini akan sangat cocok untuk segala kalangan yang ingin lebih produktif setiap harinya. 

 

Sejalan dengan keinginan saya yang ingin lebih produktif sebagai content writer, saya pun tertarik untuk melihat lebih dalam seperti apa spesfikasi perangkat terbaru ASUS ini. Penasaran? Simak terus, ya.

 

Laptop Ringkas untuk yang Punya Mobilitas

Meski meja kerja saya ada di samping kasur, namun tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang saya juga membutuhkan suasana menulis yang berbeda. Pasalnya, jika sudah jenuh dengan rutinitas, mencari tempat menulis yang baru kadang-kadang sangat membantu untuk mengembalikan mood saya.


Jika sudah begitu, maka coffee shop adalah tempat pelarian sementara saya untuk menulis. Bahkan, tidak jarang saya memilih untuk staycation demi menemukan suasana dan ketenangan yang baru. ASUS VivoBook 14 A416 ini sepertinya sangat bisa mengakomodir mobilitas saya yang seperti itu.

 

Betapa tidak, bobot dari laptop ini sendiri ternyata hanya 1,6 kg dengan ketebalan yang hanya 19.9 mm. Tidak hanya itu, charger yang disediakan oleh ASUS juga ternyata sangat ringkas dan tidak akan memakan bayak ruang di dalam tas. Bodi yang ringkas dan ringan seperti itu akan membuat laptop ini mudah dibawa berpergian. Dijamin punggung bakal aman dari pegal-pegal.

 

Saya sempat bingung mengapa laptop ASUS VivoBook 14 A416 bisa seringkas ini. Setelah saya kulik lebih dalam, ternyata rahasianya ada pada teknologi NanoEdge Display. Teknologi eksklusif dari ASUS tersebut akhirnya juga memungkinkan bezel layar pada ASUS VivoBook 14 A417 memiliki screen-to-body ratio hingga 82%. 

 


Jangan ragukan kualitas kontruksi dari laptop ini. Ada tiga fitur penting yang menyebabkan ASUS VivoBook 14 A416 menjadi sangat kokoh dan terlindungi, berikut ketiga fitur tersebut:

  • HDD laptop sangat rentan terhadap kerusakan fisik dibandingkan SSD. Fitur E-A-R HDD Protection pada laptop ini dapat melindungi data dari kerusakan fisik tersebut. Hard drive aktif secara otomatis akan mendeteksi guncangan dan getaran di ketiga sumbu untuk mengurangi kemungkinan kerusakan. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk bekerja bahkan di dalam kendaraan yang bergerak.
  • Reinforced Chassis merupakan fitur penahan logam yang berada di bawah keyboard sehingga jauh lebih stabil saat mengetik dan menggunakan touchpad. Fitur ini juga memperkuat engsel dan dapat melindungi komponen lebih maksimal.
  • Fitur Reinforced Lid pada sisi tutupnya berfungsi sebagai pelindung benturan ketika berada di atas kendaraan. Selain itu juga memberikan kekokohan pada cover, layar, dan engsel.


Karena dirancang sebagai laptop modern yang mengedepankan mobilitas, maka ASUS VivoBook 14 A416 ini jiga dibekali dengan berbagai fitur konektivitas terkini mulai dari port USB Type-C 3.2, USB Type-A 3.2, HDMI, micro SD reader, dan combo audio jack. Sedangkan di sisi konektivitas nirkabel sendiri sudah dibekali dengan WiFi 5 (802.11ac) serta Bluetooth 4.1.

 

Fitur konektivitas terkini yang disematkan pada laptop ini dapat memberikan kecepatan transfer data hingga 10 kali lebih cepat dari fitur sebelumnya. Dengan begitu, pengguna akan lebih mudah menghubungkan laptop ke semua periferal, layar, maupun proyektor.


Laptop Ergonomis yang Memberikan Pengalaman Manis

Produktif sih boleh saja, tapi kesehatan mata juga harus dijaga dong. Nah, untungnya layar ASUS VivoBook 14 A416 sudah dilapisi dengan lapisan anti-silau (anti-glare) pada layar berukuran 14 inci. Lapisan tersebut akan mengurangi gangguan pantulan cahaya dari sekitar. Dengan begitu, mata akan tetap terasa nyaman meski harus terus menghadap ke layar. Untuk sudut pandang layarnya sendiri mencapai 178 derajat dengan resousi Full HD.

 

Pada beberapa varian lainnya, ASUS VivoBook 14 A416 juga telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih melalui fingerprint sensor. Selain itu, pengguna laptop ini juga dapat masuk ke sistem Windows 10 Home melalui Windows Hello (tanpa perlu mengetikan password). Ya, sebuah fitur yang biasanya hanya ada pada laptop kelas premium.

 

 

Kenyamanan keyboard sangat vital bagi saya yang biasa menulis dengan laptop. Untungnya ASUS VivoBook 14 A416 telah dibekali dengan keyboard full-size yang dilengkapi backlit sehingga tetap nyaman digunakan ketika mengetik dalam kondisi gelap. Fitur kekinian lainnya adalah numberpad, di mana pengguna tinggal mengetuk ikon panel untuk memunculkan panel angka yang diterangi LED. Tjakep sekali.

 


 

Desain dari keyboard-nya sendiri juga sangat ergonomis dan kokoh. Key travel sejauh 1,4 mm pada keyboard laptop ini dapat memberikan sensasi ketikan yang sangat empuk. Semua fitur tersebut membuat laptop ini akan tetap nyaman meski dipakai mengetik dalam waktu yang lama bahkan hingga malam hari sekali pun.

 

Lebih Kencang dan Gesit, Menjadi Produktif Tidak Lagi Sulit

ASUS VivoBook 14 A416 ini telah ditenagai oleh prosesor hingga Intel Core generasi ke-10. Untuk varian tertingginya sendiri sudah disematkan prosesor Intel Core i5-1035G1 yang memiliki konfigurasi 4 core dan 8 thread, serta boost clock hingga 3,6GHz. Dengan fitur-fitur tersebut, laptop ini sangat bisa diandalkan apalagi untuk saya ingin lebih produktif lagi sebagai content writer.

 

 

 

Pada sebagian varian ASUS VivoBook 14 A416 juga ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce MX330. Kehadiran NVIDIA GeForce MX330 membuat laptop ini mampu mengoperasikan berbagai aplikasi yang membutuhkan performa ekstra. Cocok sekali bagi saya yang ingin belajar dan mempertajam berbagai skill baru. Untuk main game-game kasual juga pasti tidak ada kendala sama sekali.


Menjadi produktif sebagai content writer, berarti membutuhkan laptop dengan jenis media penyimpanan data serta memori yang oke punya. Nah, ASUS VivoBook 14 A416 hadir dengan memori DDR4 yang merupakan standar laptop modern dengan kapasitas yang bisa di-upgrade mencapai 12GB. 

 

Untuk bagian penyimpanannya, laptop ini mengandalkan dua jenis penyimpanan yang masing-masing adalah 2.5" SAT dan M.2PCle. Baik itu SSD dan HDD dapat disematkan ke dalam laptop ini, tergantung dari konfigurasinya.

 

Kemudahan pada Software Terkini, Pekerjaan Terasa Lebih Mini

Tidak cuma cocok untuk yang sudah bekerja, laptop ini juga sangat bisa diandalkan untuk siswa sekolah yang sedang belajar online di rumah. Sebab, selain telah dibekali satu kamera, pada laptop ini juga sudah dilengkapi dengan Microsoft Office Pre-Installed tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli software office. Microsoft Office Home & Student 2019 tersedia secara cuma-cuma dan serta dapat terus di-update sehingga bebas dari malware.

 


Satu lagi kelebihan dari ASUS VivoBook 14 A416 adalah dengan hadirnya MyASUS, sebuah aplikasi bawaan yang merupakan pusat kontrol untuk laptop ini. Melalui MyASUS, pengguna laptop ini dapat terus memantau status laptopnya sekaligus melakukan troubleshooting. 

 

Selain itu, aplikasi tersebut juga memungkinkan penggunanya untuk memindai sistem laptop, menemukan masalah, dan memperbaikinya secara otomatis. Status garansi laptop hingga fasilitas menghubungi layanan konsumen ASUS juga bisa dilakukan dari aplikasi ini.

 

Waktu saya kulik lebih dalam tentang aplikasi MyASUS, yang paling menarik adalah fitur bernama Link to MyASUS. Fitur tersebut bisa menghubungkan ASUS VivoBook 14 A416 ke sebuah smartphone, sehingga segala macam keperluan jadi terasa lebih mudah. 

 

Link to MyASUS sendiri memiliki sejumlah fungsi diantaranya menampilkan pesan dan notif smartphone ke layar laptop, melakukan panggilan telepon dari laptop, hingga membuat smartphone menjadi layar kedua untuk laptop. Bahkan, fitur ini mampu menyediakan fasilitas berbagi file secara instan antara laptop dengan smartphone. Fitur ini akan sangat memudahkan saya yang sering mengandalkan smartphone untuk menyimpan ide dan konsep tulisan.

 

Kesimpulan Saya tentang ASUS VivoBook 14 A416

Kalau boleh berandai-andai, saya kira keinginan saya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tulisan pada tahun 2021 ini akan terasa lebih mudah jika perangkat utama yang saya gunakan adalah ASUS VivoBook 14 A416. Beneran, ini tidak main-main.

 

Lihatlah betapa menggiurkannya teknologi dan fitur yang disematkan pada laptop ini. Bobotnya ringan, belum lagi dengan kontruksinya yang solid dan kokoh, membuatnya jadi mudah sekaligus aman untuk dibawa ke mana saja. Prosesornya juga dilengkapi dengan Intel Core generasi ke-10 yang sudah terjamin performanya.

 

Kenyamanan mengetik juga sangat dipertimbangkan dengan key travel keyboard-nya yang sangat ideal. Selain itu, keberadaan backlit-nya akan sangat membantu ketika hendak mengetik di ruangan yang gelap. Fitur anti silau pada lapisan layarnya membuat laptop ini semakin cocok untuk saya yang biasa menghabiskan waktu lama di depan laptop. ASUS VivoBook 14 A416 adalah jawaban untuk saya yang ingin lebih produktif sebagai content writer.

 

Nah, di satu sisi saya cukup ragu apakah saya bisa mengumpulkan uang untuk meng-upgrade laptop ASUS lama saya ke ASUS VivoBook 14 A416 ini. Dengan segala fitur-fitur terkini yang ditawarkan laptop ini, bisa ditebak kalau ASUS VivoBook 14 A416 adalah laptop premium dengan harga yang bikin garuk kepala. 

 

Akhirnya keraguan tersebut berangsur sirna setelah saya beranikan diri untuk mengecek harganya di situs resmi ASUS. Ya, varian terendah dari ASUS VivoBook 14 A416 ini ternyata bisa ditebus dengan harga tidak sampai Rp 5 juta. Harga yang termasuk entry level untuk kualitas yang hampir setara flagship. Btw, untuk spesifikasi lengkap dan daftar harganya akan saya tampilkan di akhir tulisan ini ya.

 

Sebagai penutup tulisan ini, saya cuma berharap semoga apa yang saya usahakan tahun ini bisa berbuah manis. Apalagi jika perangkat utama saya adalah ASUS VivoBook 14 A416, pasti akan lebih mudah untuk menjadi content writer yang lebih produktif di tahun ini.

#EasyPortability 

#EffortlessProductivity 




"Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS VivoBook 14 A416 Blog Competition"


Post a Comment

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama